RADARSOLO.COM - Terapi akuatik menjadi salah satu alternatif penyembuhan berbagai keluhan sakit.
Terutama nyeri lutut dan bahu, saraf kejepit, serta stroke. Pasien bisa melakukan kegiatan fisik di kolam hingga umbul yang bersumber dari mata air alami.
Di Klaten terdapat terapi akuatik yang berlangsung di Umbul Brintik, Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum.
Total ada empat terapis yang mendampingi pasien selama menjalani penyembuhan.
“Ibu-ibu yang sudah lansia itu kebanyakan (keluhan) selain stroke dan saraf kejepit ya nyeri bagian lutut dan bahu. Ini bisa lakukan terapi di kolam (umbul), ada tahapannya,” ujar salah seorang terapis akuatik Rini Yudhawati, 58.
Ririd mengungkapkan, terapi akuatik yang bisa dilakukan bagi mereka yang mengeluhkan nyeri lutut dan bahu seperti melakukan lari-lari kecil. Termasuk mengangkat lutut dan kaki ditarik dengan langkah panjang.
“Terapi bisa bersamaan secara berkelompok maupun mandiri. Apabila secara mandiri, nanti kami berikan contoh gerakan dalam empat kali pertemuan. Lalu bisa dilakukan secara mandiri dengan pendampingan dari pihak keluarga,” ujar Ririd yang sudah menjadi terapis akuatik selama lima tahun terakhir.
Berbeda halnya bagi mereka yang mengeluhkan sakit seperti saraf kejepit dan stroke akan dilakukan pendampingan oleh terapis secara penuh.
Proses terapi pun dilaksanakan dalam durasi waktu selama satu jam dengan berbagai gerakan.
“Gerakan khas pada terapi di Umbul Brintik ini yakni jongkok-berdiri. Saat gerakan jongkok-berdiri, kan tulang belakang diperlakukan seperti per, ditarik-ulur balik kembali lagi. Jadi ketika terjadi dislokasi otot, nanti baliknya bisa secara fitrah,” ujar Ririd.
Selain itu, Ririd mengungkapkan, lewat gerakan jongkok-berdiri di umbul, bisa memperlancar peredaran darah.
Diakuinya, bagian tulang belakang memiliki hal penting pada tubuh karena melindungi salah satu sistem saraf pusat.
“Otomatis kalau tulang belakang sehat, maka organ tubuh lainnya juga sehat. Salah satunya lewat gerakan jongkok-berdiri di umbul. Ribuan orang sudah sembuh melalui terapi yang dilaksanakan di Umbul Brintik. Tetapi durasi waktunya untuk sembuh berbeda-beda,” ujar Ririd.
Di sisi lain, ada banyak keuntungan yang didapatkan ketika melakukan terapi dengan melakukan gerakan di umbul.
Sebab, air umbul memiliki kadar oksigen dan pH yang tinggi. Hal itu menjadikan air bisa mengurangi rasa sakit dan memiliki sifat menyembuhkan.
“Melalui terapi di umbul dengan air yang begitu bersih, menjadikan otot lebih lentur. Kemudian pembakaran kalori itu tiga kali lipat daripada di darat,” ujar dia.
“Air itu punya memiliki sifat diuretik, jadi ketika olahraga di darat, kita keluar keringat banyak. Tapi kalau di umbul tidak keluar keringat, melainkan urin yang banyak. Itulah yang mengeluarkan racun dari tubuh,” imbuh Ririd.
Selain penyembuhan untuk keluhan nyeri otot hingga stroke melalui terapi akuatik di umbul, Ririd mengingatkan pencegahan dengan menjaga pola makan sejak dini.
Seperti menghindari untuk mengkonsumsi frozen food hingga mie instan. Harapannya bisa meminimalisir berbagai penyakit saat lansia nanti. (ren/bun)
Editor : Damianus Bram