Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kenali Gejala Awal Autoimun dan Faktor Risikonya, Penyakit yang Sebabkan Kepala Dinsos Sragen Meninggal

Syahaamah Fikria • Kamis, 3 Oktober 2024 | 04:02 WIB

 

Demam dan kelelahan berkepanjangan adalah beberapa gejala awal autoimun.
Demam dan kelelahan berkepanjangan adalah beberapa gejala awal autoimun.

RADARSOLO.COM - Penyakit autoimun kini makin banyak dibicarakan masyarakat karena efeknya. Tanpa disadari, tak sedikit orang di sekitar Anda yang akhirnya meninggal karena autoimun.

Kasus terbaru di Solo Raya yang cukup menyita perhatian publik yakni meninggalnya Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sragen dr. Finuril Hidayati karena autoimun pada Selasa (1/10).

Lantas, apa dan bagaimana gejala awal autoimun itu?

Penyakit autoimun memang jarang diketahui karena kondisi awal yang tak tampak.

Secara umum, penyakit autoimun adalah kondisi sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh, tapi malah menyerang sel-sel sehat tubuh sendiri.

Biasanya, sistem kekebalan berfungsi melindungi tubuh dari bakteri dan virus penyebab penyakit.

Namun, pada penyakit autoimun, sistem kekebalan justru menganggap bagian tubuh yang sehat sebagai ancaman dan menyerangnya.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa prevalensi penyakit autoimun terus meningkat secara global, dengan lebih dari 80 jenis penyakit autoimun yang telah diidentifikasi.

Gejala Awal Penyakit Autoimun

Gejala awal dari berbagai jenis penyakit autoimun sering kali serupa, sehingga sulit didiagnosis pada tahap awal.

Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai:

Baca Juga: Waspada Sakit Tenggorokan di Musim Pancaroba: Hindari Asap Rokok, Cukup Air Putih

Setiap jenis penyakit autoimun bisa memiliki gejala unik.

Sebagai contoh, diabetes tipe 1 menyebabkan rasa haus berlebih, penurunan berat badan, dan kelelahan.

Sementara itu, penyakit peradangan usus sering ditandai dengan sakit perut, kembung, dan diare.

Pada kondisi autoimun seperti psoriasis atau rheumatoid arthritis, gejala biasanya muncul dan menghilang secara periodik.

Suatu periode gejala disebut dengan flare-up.

Sedangkan periode ketika gejala mereda disebut dengan remisi.

Oleh karena itu, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami beberapa gejala tersebut.

Faktor Risiko Penyakit Autoimun

Meski penyebab pasti penyakit autoimun belum diketahui, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya, antara lain:

1. Faktor Genetik

Penyakit autoimun cenderung diwariskan dalam keluarga.

Memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit autoimun dapat meningkatkan risiko, meski tidak selalu menyebabkan seseorang pasti akan terkena.

2. Kelebihan Berat Badan

Obesitas dapat meningkatkan risiko terkena rheumatoid arthritis atau psoriatic arthritis.

Ini disebabkan karena jaringan lemak menghasilkan zat yang dapat memicu peradangan.

3. Kebiasaan Merokok

Merokok dapat memicu atau memperburuk kondisi autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, hipertiroidisme, dan multiple sclerosis.

Menghentikan kebiasaan merokok dapat membantu menurunkan risiko tersebut.

4. Obat-obatan Tertentu

Penggunaan beberapa jenis obat seperti obat tekanan darah tinggi atau antibiotik tertentu dapat memicu lupus yang diinduksi obat (drug-induced lupus).

Yaitu kondisi lupus yang umumnya lebih ringan dan sementara.

Selain itu, obat statin yang biasa digunakan untuk menurunkan kolesterol juga dapat menyebabkan miopati yang diinduksi statin (statin-induced myopathy).

Yaitu kondisi langka yang menyebabkan kelemahan otot. (ria)

 

 

Editor : Syahaamah Fikria
#gejala Autoimun #sistem kekebalan tubuh #autoimun #merokok