RADARSOLO.COM - Ibu hamil (bumil) sering terserang anemia, karena kekurangan sel darah merah pada tubuh. Hal ini disebabkan faktor kekurangan zat besi dan folat.
Tapi tenang, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) punya solusinya, yakni permen jelly kaya akan zat besi.
Anemia dapat membahayakan bumil dan bayi dalam kandungannya. Mencegah anemia, harus tercukupi kebutuhan zat besi dan asam folat harian.
Salah satunya dengan mengonsumsi vitamin C, serta buah-buahan kaya zat besi dan folat seperti kurma.
Selain itu, bisa mencoba permen jelly kreasi mahasiswa UMS. Permen ini dikreasi Miftahul Arifin, Adelia Triana Putri, Nabila Luthfi Putri Salsabila, Tsannina Saida Lathifa, dan Dwi Yulianti dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS. Di bawah bimbingan dosen Fitriana Mustikaningrum.
Ketua tim Miftahul Arifin menjelaskan, masih banyak bumil yang kurang menyadari pentingnya konsumsi zat besi di masa kehamilan. Sehingga banyak di antara mereka yang menderita anemia.
“Menurut data Kemenkes RI di 2019, prevalensi anemia di negara berkembang tergolong tinggi. Terjadi peningkatan sebesar 48,9 persen. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Stephen pada 2018, menunjukkan bahwa anemia lebih sering terjadi pada wanita. Karena wanita mengalami kondisi menstruasi, kehamilan, dan melahirkan,” jelas Arifin.
Arifin menambahkan, anemia yang tidak tertangani pada bumil bisa berakibat fatal. Diantaranya risiko pendarahan saat melahirkan, hingga mengancam keselamatan ibu dan bayi.
“Kami membuat produk alternatif yang sehat. Kami pilih permen jelly. Terbuat dari gula rendah kalori, sehingga aman untuk ibu hamil. Juga dapat meminimalkan risiko kelahiran lebih awal (prematur),” imbuh Arifin.
Proses pembuatan dan riset permen jelly ini membutuhkan waktu sekira dua bulan. Tidak berhenti di situ, mereka juga melakukan uji laboratorium dan uji publik, supaya produknya bisa diterima masyarakat.
“Tekstur permen jelly kan kenyal. Warnanya juga menarik juga. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Setelah produk dibuat, kami uji laboratorium di laboratorium Gizi FIK UMS,” bebernya.
Hasil pengujian menunjukkan produk permen jelly yang dibuat tidak hanya diterima masyarakat, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan suplemen bumil pada umumnya.
“Permen jelly kami memiliki kandungan zat besi sebesar 6,229 mg. Cukup untuk memenuhi kebutuhan harian zat besi ibu hamil,” paparnya.
Sementara itu, Arifin dkk berharap permen jelly kreasi mereka bisa berkontribusi positif dalam mencegah anemia pada bumil. Karena anemia sangat memengaruhi kesehatan ibu dan janin.
“Kami berharap produk ini menjadi solusi praktis. Bisa dikonsumsi ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian,” ujarnya. (zia/fer)
Editor : Damianus Bram