RADARSOLO.COM – Rumah Sakit (RS) Indriati Solo Baru luncurkan fasilitas kedokteran nuklir dan teranostik molekuler, yang dilengkapi alat positron emission tomography (PET) scan pertama di Jawa Tengah, Kamis (15/5).
Alat ini hadir di Instalasi Kedokteran Nuklir RS Indriati Solo Baru.
Launching dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta stakeholder terkait, serta Direktur RS Indriati Solo Baru dr. William Tanoyo dan jajarannya.
Pada kesempatan ini Luthfi mengapresiasi peresmian fasilitas baru di RS Indriati. Ia menekankan pentingnya layanan yang menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.
“Kita harus bangga alat ini tersedia di Jawa Tengah. Harapannya bisa ditularkan ke daerah lain, khususnya deteksi kanker atau yang lain, termasuk deteksi-deteksi penyakit lain,” ucap Luthfi.
Direktur RS Indriati Solo Baru dr. William Tanoyo menambahkan, pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan berteknologi tinggi. “Kami tidak hanya meluncurkan alat, tetapi membawa harapan baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Sebagai catatanm, PET Scan merupakan alat pencitraan medis untuk mendeteksi dan memantau perjalanan penyakit secara lebih akurat, cepat, dan detail. Terutama pada kasus kanker, gangguan jantung, dan penyakit neurologis.
Didukung sistem biograph horizon dari Siemens Healthineers, layanan ini menawarkan kualitas gambar superior dengan dosis radiasi yang lebih rendah. Ditunjang teknologi time-of-flight yang mempercepat proses diagnosis.
“Selama ini pasien kanker banyak dirujuk ke Jakarta. Kini, tidak perlu jauh-jauh. Cukup datang ke RS Indriati Solo Baru. Kami juga memiliki layanan radioterapi sebagai penunjang pengobatan kanker,” imbuh William.
Dokter spesialis kedokteran nuklir dan teranostik molekuler dr. Andreas Lim menjabarkan, PET scan bekerja dengan radiofarmaka berbasis gula sintetis. Yakni fluorodeoksiglukosa (FDG) yang akan diserap lebih banyak oleh sel kanker dibanding sel normal.
“Alat ini memungkinkan deteksi dini, penentuan stadium kanker, pemantauan efektivitas terapi, hingga deteksi kekambuhan penyakit,” urainya.
Sementara itu, Presiden Direktur Siemens Healthineers Indonesia Alfred Fahringer menyebut teknologi ini bentuk nyata transformasi layanan kesehatan di Indonesia. Sangat bermanfaat dalam memperbesar peluang kesembuhan pasien kanker.
“Teknologi ini sangat fundamental. Semakin cepat kanker terdeteksi, semakin besar peluang pasien menjalani terapi yang efektif,” ungkapnya. (ul/fer)
Editor : Niko auglandy