Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perangi Hoax dan Penipuan Digital, Ratusan Pelajar Klaten Ikuti Program AI Ready ASEAN

Angga Purenda
Penulis: Angga Purenda❯

Polres Klaten gandeng Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) gelar pelatihan "AI Ready ASEAN" di Aula Satya Haprabu Polres Klaten.
Polres Klaten gandeng Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) gelar pelatihan "AI Ready ASEAN" di Aula Satya Haprabu Polres Klaten.


Advertisement

RADARSOLO.COM-Polres Klaten bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menyelenggarakan pelatihan "AI Ready ASEAN" di Aula Satya Haprabu Polres Klaten.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 siswa SMA terpilih se-Kabupaten Klaten untuk membangun literasi kecerdasan buatan (AI), etika digital, serta ketahanan terhadap hoaks di kalangan generasi muda.

Cetak Duta Literasi Digital

Advertisement

Program ini merupakan bagian dari proyek percontohan yang diinisiasi oleh Polda Jawa Tengah dengan sasaran pelajar SMA dan SMK.

Kapolres Klaten AKBP M Faruk Rozi menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar transfer pengetahuan teknis, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun ketahanan digital.

Para peserta diharapkan dapat menjadi pelatih bagi teman-temannya di lingkungan sekolah masing-masing.

Advertisement

Faruk menjelaskan bahwa tanpa literasi digital yang baik, generasi muda akan mudah terpengaruh dan terprovokasi oleh disinformasi maupun penipuan berbasis teknologi.

Melalui pelatihan ini, kepolisian mendukung transformasi digital yang aman dan bertanggung jawab guna membekali pelajar menghadapi masa depan dengan sikap kritis serta berintegritas.

Kurikulum AI Ready ASEAN

Program AI Ready ASEAN merupakan kelanjutan kemitraan antara ASEAN Foundation dan Google.org yang dijalankan di 10 negara Asia Tenggara.

Di Indonesia, Mafindo bertindak sebagai mitra implementasi pembelajaran.

Perwakilan Mafindo sekaligus penanggung jawab pelatihan Erwina Tri S memaparkan bahwa seratus siswa ini merupakan angkatan pertama di Klaten.

Mereka mendapatkan materi komprehensif yang mencakup dasar-dasar AI, penggunaan praktis, etika dan privasi, hingga metode pengajaran AI.

Para peserta juga diberikan akses ke Learning Management System (LMS) agar dapat terus belajar secara mandiri dan fleksibel.

Ubah Perspektif Siswa

Pelatihan ini terbukti memberikan dampak positif dan membuka wawasan peserta.

Salah satu siswi kelas X SMAN 1 Klaten Aura Nurani mengaku mendapatkan perspektif baru setelah mengikuti kegiatan edukasi tersebut.

Awalnya, Aura merasa takut bahwa kehadiran AI akan menggeser peran manusia dan membuatnya kalah bersaing di masa depan.

Namun, setelah mendapat penjelasan utuh, ia menyadari bahwa AI justru dapat mendukung kegiatan sehari-hari dan membuka peluang kerja baru jika digunakan dengan bijak.

Siswi ini bahkan berencana membuat blog berbasis AI untuk mendukung proses belajarnya ke depan. (ren)

Advertisement
Editor : Tri wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com

Artikel Terkait

 Cegah Risiko Pinjol Ilegal dan Penipuan Digital, OVO Finansial Perkuat Edukasi Mahasiswa Lewat Fintech Academy

 Cegah Risiko Pinjol Ilegal dan Penipuan Digital, OVO Finansial Perkuat Edukasi Mahasiswa Lewat Fintech Academy

Generasi muda perlu memahami kondisi keuangan pribadi sebelum menggunakan layanan pendanaan digital, termasuk membedakan kebutuhan dan keinginan, menghitung kemampuan bayar, serta menghindari keputusan finansial impulsif

Geger Penemuan Kerangka Manusia di Pedan Klaten, Ternyata Kakek 70 Tahun yang Hilang 6 Bulan Lalu

Geger Penemuan Kerangka Manusia di Pedan Klaten, Ternyata Kakek 70 Tahun yang Hilang 6 Bulan Lalu

Titik terang identitas korban mulai terkuak sekira pukul 14.00. Tiga orang perwakilan keluarga korban datang ke lokasi setelah melihat informasi di grup relawan.

Ikuti Jejak Istri Masuk Bui, Pria di Manisrenggo Klaten Diciduk Polisi karena Beli Sembako Pakai Uang Palsu

Ikuti Jejak Istri Masuk Bui, Pria di Manisrenggo Klaten Diciduk Polisi karena Beli Sembako Pakai Uang Palsu

PL ditangkap polisi karena mengedarkan uang palsu pecahan Rp 100.000 dengan modus membelanjakannya di toko kelontong.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer