Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran, Jarak Capai 1,8 Kilometer

Niko Auglandy
Penulis: Niko Auglandy❯
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran, Rabu (12/8) pagi.
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran, Rabu (12/8) pagi.

Advertisement

RADARSOLO.COM – Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran, Rabu (12/8) pagi. Awan panas teramati pada pukul 08.50 WIB dengan estimasi jarak luncur mencapai 1.800 meter ke arah barat daya dan selatan.

Berdasarkan informasi Badan Geologi, awan panas guguran tersebut memiliki amplitudo maksimum 49,58 milimeter dengan durasi 82,61 detik. Guguran mengarah ke hulu Kali Krasak di sektor barat daya dan hulu Kali Boyong di sektor selatan.

Masyarakat diimbau menjauhi daerah potensi bahaya serta alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Warga juga diminta mematuhi rekomendasi resmi terkait aktivitas Gunung Merapi.

Sebelumnya, berdasarkan laporan aktivitas Gunungapi (Magma-VAR) periode pengamatan Rabu (12/8) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

Pada periode tersebut, kondisi cuaca di sekitar puncak Merapi terpantau cerah dengan angin bertiup tenang ke arah barat. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis teramati setinggi sekitar 25 meter di atas puncak kawah.

Advertisement

Dari sisi kegempaan, tercatat 20 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–36 milimeter dan durasi 49,39–155,23 detik. Selain itu, tercatat 23 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2–34 milimeter, S-P 0,3–0,5 detik, dan durasi 22,14–55,09 detik.

Dalam periode pengamatan yang sama, teramati tujuh kali guguran lava ke arah barat daya, yakni menuju Kali Sat/Putih, Kali Krasak, Kali Bebeng, dan Kali Boyong. Jarak luncur maksimum guguran lava mencapai 1.900 meter.

Badan Geologi menyebut data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung. Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

Sementara itu, pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer. Adapun lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif diperkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Advertisement
Editor : Niko Auglandy

Artikel Terkait

Tanggap Kekeringan Lereng Merapi: BPBD Salurkan 2,26 Juta Liter Air Bersih, Kodim Klaten Turun Langsung ke Kemalang

Tanggap Kekeringan Lereng Merapi: BPBD Salurkan 2,26 Juta Liter Air Bersih, Kodim Klaten Turun Langsung ke Kemalang

Bantuan kemanusiaan tersebut merupakan bentuk komitmen berkelanjutan TNI dalam mendukung ketahanan masyarakat saat menghadapi bencana maupun kondisi cuaca ekstrem.

Menikmati Megahnya Merapi dari Ekowisata Kalitalang Klaten: Dari Trail Run, Camping hingga Gelar Pertemuan di Tengah Panorama Alam

Menikmati Megahnya Merapi dari Ekowisata Kalitalang Klaten: Dari Trail Run, Camping hingga Gelar Pertemuan di Tengah Panorama Alam

Ekowisata Kalitalang di lereng Gunung Merapi menawarkan panorama alam memukau, jalur trail run, camping, spot foto, hingga pendapa untuk rapat outdoor. Tiket masuknya pun ramah di kantong.

Metri Bumi Merapi 2026: Wujud Syukur Warga Lereng Merapi, Gelar Kirab Gunungan hingga Doa Lintas Agama di Kalitalang Klaten ​

Metri Bumi Merapi 2026: Wujud Syukur Warga Lereng Merapi, Gelar Kirab Gunungan hingga Doa Lintas Agama di Kalitalang Klaten ​

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengapresiasi tinggi semangat gotong royong dan kebersamaan seluruh elemen warga Kecamatan Kemalang serta para pemangku kepentingan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer