Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pagi Ini Gunung Merapi Diguncang 30 Kali Gempa, Status Tetap Level III Siaga

Niko Auglandy
Penulis: Niko Auglandy❯
Kondisi Gunung Merapi yang dilihat Pos Babadan. (Dok. BPPTKG - Badan Geologi)
Kondisi Gunung Merapi yang dilihat Pos Babadan. (Dok. BPPTKG - Badan Geologi)

Advertisement

RADARSOLO.COM – Aktivitas Gunung Merapi masih terus dipantau. Berdasarkan data pengamatan Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Gunung Merapi mengalami puluhan gempa selama periode pengamatan Rabu (9/9/2026) dini hari hingga pagi.

Dalam periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat sebanyak 16 kali gempa guguran dan 14 kali gempa hybrid atau fase banyak. Dengan demikian, selama enam jam periode pengamatan tersebut terjadi total 30 kali aktivitas kegempaan.

Gempa guguran tercatat memiliki amplitudo 1-37 milimeter dengan durasi 50,58-182,36 detik. Sementara gempa hybrid atau fase banyak terjadi sebanyak 14 kali dengan amplitudo 2-27 milimeter.

Gempa hybrid memiliki selisih waktu S-P antara 0,3-0,5 detik dengan durasi 14,47-58,06 detik.

Secara visual, kondisi puncak Gunung Merapi belum dapat diamati secara maksimal karena cuaca mendung. Gunung tercatat tertutup kabut pada tingkat 0 hingga III, sementara asap kawah tidak teramati.

Advertisement

Berdasarkan pengamatan meteorologi, cuaca di sekitar Gunung Merapi pada periode tersebut dilaporkan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur dengan suhu udara berkisar 16,3-18,5 derajat Celsius.

Kelembaban udara tercatat sangat tinggi, yakni antara 98,9 hingga 100 persen. Sementara tekanan udara berada pada kisaran 874,8-918,3 milimeter merkuri.

Hingga Rabu pagi, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

Badan Geologi menyebut potensi bahaya Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sejumlah sektor.

Di sektor selatan-barat daya, potensi bahaya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer. Sementara Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng memiliki potensi bahaya hingga maksimal tujuh kilometer.

Advertisement

Artikel Terkait

Jelang Revalidasi UNESCO 2027, Wonogiri Perkuat Pengelolaan Geopark Gunung Sewu

Jelang Revalidasi UNESCO 2027, Wonogiri Perkuat Pengelolaan Geopark Gunung Sewu

Pengakuan UNESCO merupakan kebanggaan sekaligus amanah untuk menjaga kelestarian warisan bumi.

 Gandeng BMKG Sleman, BPBD Wonogiri Petakan Jalur Penyelamatan Gempa dan Tsunami di Pantai Selatan

Gandeng BMKG Sleman, BPBD Wonogiri Petakan Jalur Penyelamatan Gempa dan Tsunami di Pantai Selatan

Keberadaan rambu dan peta evakuasi diharapkan memudahkan warga mengetahui jalur yang harus ditempuh ketika terjadi kondisi darurat.

Gempa M 5,4 Guncang Perairan Barat Daya Gunungkidul, BPBD Wonogiri Pantau Kondisi

Gempa M 5,4 Guncang Perairan Barat Daya Gunungkidul, BPBD Wonogiri Pantau Kondisi

Wilayah Wonogiri yang berbatasan dengan kawasan perairan selatan Jawa perlu tetap mewaspadai informasi kebencanaan, terutama jika terjadi gempa yang berpusat di laut.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer