Kepala Cabang PT Samator Gas Industri Klaten Rahmat Juniar mengatakan, melonjaknya permintaan oksigen ini terjadi sejak pertengahan Juni lalu. Seiring dengan meledaknya kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).
”Betul memang permintaan dari rumah sakit mengalami kenaikan hingga empat kali lipat dari normal. Jika sebelumnya 1.100 meter kubik per hari, kini permintaan meningkat hingga 3.000 meter kubik. Terutama di tiga wilayah area kami, yakni Klaten, Bantul, dan sebagian Sleman,” jelas Rahmat, Rabu (14/7).
Rahmat mengungkapkan, sebelum ada peningkatan, setiap harinya bisa mendistribusikan sekitar 183 tabung ukuran enam meter kubik. Terutama untuk keperluan di rumah sakit yang ada di tiga wilayah tersebut. Tetapi saat ini setiap harinya harus mendistribusikan 400 tabung meski belum bisa dipenuhi sepenuhnya.
Saat ini, perusahaan fokus menyuplai oksigen untuk rumah sakit terlebih dahulu. Mengingat kebutuhan untuk mendukung penanganan pasien Covid-19 begitu mendesak. Hal tersebut membuat pendistribusian oksigen ke industri maupun distributor sementara dihentikan.
”Kami alihkan untuk rumah sakit terlebih dahulu meski belum terpenuhi 100 persen. Tetapi kami terus berusaha dengan berbagai upaya untuk memenuhinya. Meski terkadang terjadi keterlambatan dalam menyuplainya,” jelasnya.
Ketua Pokja Oksigen Kabupaten Klaten Tajudin Akbar mengungkapkan, pemkab sudah mengirimkan surat ke penyedia oksigen untuk menambah stok oksigen bagi Klaten. Mengingat saat ini ada permintaan peningkatan.
”Itu sudah kami mintakan, kalau bisa ya ditambah tidak seperti biasaya. Kalau untuk kebutuhan rumah sakit sudah aman karena sudah terikat kontrak dengan penyedianya langsung,” ucapnya. (ren/adi) Editor : Syahaamah Fikria