”Jadi ini masih satu deretan terdiri dari tiga bangunan. Untuk rumah, bagian dapurnya yang parah. Sedangkan untuk bangunan warung sebagian runtuh. Kemudian bangunan berupa garasi juga sebagian runtuh dan ada yang amblas,” jelas Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten, Sri Winoto.
Sri Winoto memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Saat ini pemilik bangunan memilih mengungsi ke rumah kerabat. Saat ini proses perbaikan dengan pembuatan fondasi masih dilakukan.
”Kejadiannya pada dini hari ketika arus sungai cukup deras. Paling parah yang pada bagian dapur karena peralatannya pada berjatuhan ke sungai. Ini menjadi kerusakan kategori sedang,” ucap Sri Winoto.
Dia mengungkapkan, kerugian atas runtuhnya fondasi tiga bangunan dihitung. Runtuhnya fondasi pada tiga bangunan itu karena dampak curah hujan tinggi pada Kamis (3/3) lalu.
”Di samping runtuhnya fondasi tiga bangunan ini juga masih ada saya jembatan di Desa Lemahireng, Kecamatan Pedan juga mengalami kerusakan. Paling parah ya ambrolnya Jembatan Kadirejo yang dibutuhkan segera penanganan,” ucapnya.
Sekretaris BPBD Klaten Nur Tjahjono Suharto menambahkan, data bencana hidrometerologi yang terjadi pada 3 Maret itu sempat membuat tujuh kecamatan banjir. Meliputi Kecamatan Tulung, Polanharjo, Karanganom, Ceper, Pedan, Karangdowo dan Juwiring.
”Bahkan di wilayah Kecamatan Pedan dan Kecamatan Juwiring sempat terjadi pengungsian sebanyak 101 jiwa. Tetapi tidak ada korban jiwa baik yang meninggal maupun luka-luka akibat kejadian tersebut,” ucapnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram