Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Hasil Susur Sungai: Kondisi Kali Bagor-Kali Ujung Memprihatinkan

Damianus Bram • Jumat, 30 September 2022 | 03:33 WIB
PEMANTAUAN: Kegiatan susur sungai di Kali Bagor, Desa Jagalan, Kecamatan Karangnongko, belum lama ini. (DOKUMENTASI BPBD KLATEN)
PEMANTAUAN: Kegiatan susur sungai di Kali Bagor, Desa Jagalan, Kecamatan Karangnongko, belum lama ini. (DOKUMENTASI BPBD KLATEN)
KLATEN – Kondisi sepanjang Kali Bagor (Jatinom)-Kali Ujung (Wedi) membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Mengingat aliran sungai sepanjang 30 km tersebut, sekitar 70 persennya mengalami kritis dengan berbagai potensi kerentanan.

Hal itu didasarkan pada hasil kegiatan susur sungai yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, belum lama ini.

“Untuk hasil dari susur sungai sudah ada. Terdapat beberapa catatan kritis. Ternyata banyak yang mengalami kerusakan di sepanjang aliran sungai. Baik itu disebabkan ulah manusia maupun faktor alam,” ucap Sekretaris BPBD Klaten, Nur Tjahjono Suharto, Kamis (29/9).

Lebih lanjut, Nur menjelaskan, sampah di sepanjang aliran sungai tersebut juga menjadi masalah besar yang terlihat sepanjang susur sungai di lakukan. Ada juga ancaman dari tanggul jebol, sedimentasi, hingga area serapan air yang kedepannya berpotensi semakin berkurang. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari bertambahnya jumlah penduduk dengan aktivitasnya di sekitar sungai.

Nur mengungkapkan, dalam menangani kondisi Kali Bagor-Kali Ujung yang kritis itu tidak bisa dilakukan per bagian. Tapi harus menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak. Sehingga tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja, tetapi juga masyarakat di sekitar sungai bisa ikut terlibat untuk semakin peduli.

“Tidak mengambil (bagian) ini saja. Tetapi sepanjang alur sungai secara runtut dari hulu ke hilir,” tambah Nur.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten Sri Winoto mengakui, kondisi sungai sepanjang Kali Bagor-Kali Ujung memang kritis.

“Begitu juga sampah cukup memprihatinkan. Ada pula rumpun bambu yang longsor, sehingga perlu segera ditangani. Tapi untuk kualitas mutu air masih sesuai dengan standar suhu air sungai,” ucap Sri Winoto.

Dia pun menambahkan hasil susur sungai akan menjadi rujukan bagi organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Termasuk bagi kecamatan dan desa di sepanjang Kali Bagor-Kali Ujung untuk menindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuannya.

“Pada 9 Oktober nanti kami merencanakan untuk kegiatan bersih-bersih sungai secara serentak di Kali Bagor sampai Kali Ujung. Panjangnya kurang lebih 22 km, dengan melibatkan kecamatan, desa, sekolah, dan komunitas peduli sungai di sepanjang aliran,” pungkasnya. (ren/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#Kali Bagor #Susur Sungai di Klaten #susur sungai #Kali Ujung #BPBD Klaten