Dari pantauan Jawa Pos Radar Solo, terdapat dua armada truk yang digunakan untuk mengangkut barang miliki warga Desa Pepe terdampak jalan tol. Tampak sejumlah petugas memindahkan barang dari balai desa ke bak truk untuk diangkut ke Dusun Kemit. Selama pemindahan mendapatkan penjagaan dari Polres Klaten dan Polsubsektor Ngawen.
”Barang-barangnya dipindahkah pada sebuah kontainer di Dusun Kemit, Desa Pepe. Barang-barang itu miliki warga Desa Pepe yang terkena eksekusi lalu,” ucap Kepala Desa (Kades) Ngawen, Sofiq Ujiyanto, Senin (12/6/2023).
Sofiq mengungkapkan, pemerintah desa sebenarnya ingin mengeluarkan barang milik warga terdampak tol dari balai desa pada Sabtu (10/6/2023) lalu. Mengingat dari 10 Mei tidak ada kejelasan terkait barang tersebut hingga 34 hari lamanya.
Saat hendak mengeluarkan barang milik warga terdampak tol itu, pemdes kemudian dihubungi pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Solo-Jogja. Hingga akhirnya terlaksana pemindahan barang yang berlangsung selama satu hari pada Senin (12/6/2023) tersebut.
Balai Desa Ngawen selama ini digunakan sejumlah kegiatan rutin di lingkungan pemerintah desa. Termasuk olahraga seperti bulutangkis hingga taekwondo. Begitu juga sering kali disewakan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan.
”Sejak barang-barang milik warga terdampak tol disimpan di balai desa terdapat dua kegiatan yang akhirnya tertunda. Salah satunya akhirussanah. Beberapa kegiatan akhirnya di gelar di pendapa (Kantor Kecamatan Ngawen) dan di halaman dari balai desa,” ucap Sofiq.
Salah seorang warga Desa Pepe, Hartana, 56, mengungkapkan, istrinya telah diberitahu terkait pemindahan barang tersebut. Meski begitu, sebagian barang miliknya telah diambil oleh anggota keluarganya.
”Kalau saya belum mengambil. Ngapain mau mengambil? Saya belum bisa memikirkan. Dari awal saja rumahku disrobot. Tidak memanusiakan manusia,” ucap Hartana. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram