Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Potensi Apem Yaa Qowiyyu Desa Glagah, Klaten: Diproduksi Ibu-ibu PKK, Tingkatkan Perekonomian Rumah Tangga

Angga Purenda • Minggu, 6 Agustus 2023 | 02:05 WIB

Anggota TP PKK Desa Glagah, Kecamatan Jatinom memperlihatkan kue apem Yaa Qowiyyu.
Anggota TP PKK Desa Glagah, Kecamatan Jatinom memperlihatkan kue apem Yaa Qowiyyu.

RADARKLATEN.COM - Tradisi sebar apem Yaa Qowiyyu di Jatinom, Klaten hanya digelar setahun sekali, tiap bulan Sapar (penanggalan Islam). Potensi apem yang legendaris tersebut, terus ditangkap oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) di Desa Glagah. Sekaligus sebagai penggerak roda perekonomian warga desa setempat.

“Sebenarnya sudah ada sejak 2003, tetapi saat itu produksinya masih per orangan. Kemudian PKK di sini mengembangkannya menjadi UMKM (usaha mikro kecil dan menengah). Sekarang ada tiga lokasi yang produksi apem. Semuanya dikelola anggota PKK,” kata Ketua TP PKK Desa Glagah Etik Kurniawati, Minggu (6/8)

Etik menambahkan, apem buatan TP PKK Desa Glagah diproduksi ketika ada pesanan yang masuk. Tetapi kedepannya juga bakal diproduksi setiap hari. Setiap kali memproduksi kua apem setidaknya bisa membuat 2 Kg adonan.

Dari 2 kg adonan itu, bisa menjadi ratusan biji apem. Produksi bahkan bisa melonjak, ketika mendapat pesanan yang lebih dari konsumen. Terutama bagi warga Jatinom dan sekitarnya yang pulang kampung lalu membawanya menjadi oleh-oleh ke tempat perantauannya.

“Kami pernah membuat adonan sebanyak 5 kg dengan tiga varian rasa. Mulai dari orisinal, coklat, dan nangka. Kalau ada pesanan masuk, ya kami utamakan dulu,” imbuh Etik.

Anggota PKK Desa Glagah bahu membahu setiap kali memroduksi apem Yaa Qowiyyu. Terutama ketika ada pesanan yang masuk. Apem yang diproduksi ada dua ukuran, yakni besar dan kecil. Harganya mulai Rp 1.500-Rp 2.000 per biji

“Alhamdulillah adanya unit usaha yang dikelola PKK ini, sangat membantu perekonomian rumah tangga di Desa Glagah. Apem ini juga banyak diminati dan cocok disantap di berbagai situasi,” bebernya.

Sementara itu, anggota Pokja III TP PKK Desa Glagah, Suprapti menambahkan, apem buatan anggota PKK itu tak kalah dengan lainnya.

“Bedanya kue apem di sini dengan daerah lainnya, ya dari proses pembuatannya. Cita rasanya khas. Ditambah cerita sejarah dari apem di sini sangat kuat,” ujarnya.

Ke depan, PKK Desa Glagah berniat mengembangkan cita rasa apem Yaa Qowiyyu. Tidak hanya tiga varian rasa saja.

“PR (pekerjaan rumah) kami, bagaimana apem bisa tahan lebih lama. Selama ini hanya tahan tiga hari, karena kami tidak pakai bahan pengawet. Kami ingin tahan lama seperti bakpia, dan bisa dijadikan oleh-oleh,” harapnya. (ren/fer/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Yaa Qowiyyu #klaten #desa glagah #apem #Ki Ageng Gribig