RADARKLATEN.COM – Polres Klaten menangkap dua pelaku pembacokan di Jalan Solo-Jogja pada Minggu (22/10) dini hari sekira pukul 02.00. Ironisnya, motif pembacokan itu hanya iseng mencari korban secara acak.
Lokasi pembacokan tepatnya di depan makam Ratna Bantala, Desa Sumberjo, Kecamatan Klaten Selatan. Kedua pelaku yakni Rio Setiawan, 18, warga Desa Manjung, Kecamatan Ngawen; dan Gustofa Ricko Exsanto, 22, warga Kecamatan Kebonarum. Korbannya adalah VAJ, 24, warga Desa Mayungan, Kecamatan Ngawen.
Kejadian bermula saat korban berboncengan dengan temannya menggunakan sepeda motor berhenti di lampu lalu lintas RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Kemudian korban didekati pelaku yang juga berboncengan hingga akhirnya terjadi adu mulut.
Lalu pelaku memilih menerobos lampu lalu lintas dan menunggu korban di depan makam Ratna Bantalan.
Pelaku yang sudah membawa sebilah celurit lantas menghadang di tengah jalan. Tetapi saat diayunkan, korban berhasil menghindar. Hingga akhirnya pelaku mengejar korban dan kembali mengayunkan celurit hingga mengenai bagian kepala dan telinga korban.
Seusai korban terkapar, kedua pelaku meninggalkan lokasi. Sedangkan korban mengalami luka sobek pada bagian kepala sebelah kiri dan telinga kiri hampir putus. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polres Klaten.
Kurang dari 24 jam, kepolisian berhasil menangkap pelaku di rumah masing-masing pada Senin (23/10).
Barang bukti yang diamankan sebilah celurit sepanjang 80 sentimeter (cm), satu unit sepeda motor, satu buah helm warna hitam dan satu potong jaket hoodie warna hitam.
”Salah satu pelaku pernah melakukan penganiayaan. Tetapi saat itu masih di bawah umur sehingga diselesaikan secara diversi,” ucap Kapolres Klaten AKBP Warsono, kemarin (25/10).
Warsono menjelaskan, pihaknya juga melakukan pendalaman untuk memastikan apakah aksinya dilakukan seorang diri atau tergabung dengan kelompok tertentu.
Atas perbuatan kedua pelaku itu dijerat dengan Pasal 351 ayat 2 KUHP Jo 56 ayat 1 dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun.
Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Yulianus Dica Ariseno mengatakan, motif pelaku hanya sekadar keluar rumah bersama temannya untuk mencari korban secara acak.
”Akhirnya berpapasan dengan korban, saling ejek, kemudian mengambil sebilah celurit. Jadi korbannya random dan membawa celurit untuk jaga-jaga,” ucapnya.
Sementara itu, pelaku pembacokan, Rio Setiawan mengaku awalnya hendak tawuran. Tetapi tidak jadi karena yang menjadi lawannya tidak datang.
”Baru kali ini saya melakukan (pembacokan, Red). Setelah membacok ya langsung pergi saja. Saya bacok di bagian kepalanya,” tandasnya. (ren/adi)
Editor : Damianus Bram