Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Berkat Gelaran Festival, Penjualan Buah Durian Lokal di Jatinom Klaten Naik Tiga Kali Lipat

Angga Purenda • Minggu, 16 Februari 2025 | 23:21 WIB
Pedagang durian di Lapangan Merdeka Desa Randulanang di Festival Durian Jatinom, Klaten, Minggu (16/2/2025).
Pedagang durian di Lapangan Merdeka Desa Randulanang di Festival Durian Jatinom, Klaten, Minggu (16/2/2025).

 

RADARSOLO.COM- Gelaran Festival Durian Jatinom di Lapangan Merdeka Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Klaten, Minggu (16/2) dimeriahkan dengan kehadiran para pelaku UMKM.

Terutama para pedagang durian di sepanjang ruas jalan pada sisi kanan dan kiri menuju ke lokasi festival tersebut.

Para pedagang menawarkan buah durian lokal yang bisa langsung dinikmati di lokasi.

Bahkan ada juga yang menjajakan dalam bentuk durian dalam bentuk durian dikupas dan dikemas dalam boks plastik.

Sarmini, 53, pedagang durian mengungkapkan, durian yang dia dijual merupakan hasil panen dari wilayah Jatinom.

Dia juga memiliki pohon durian, tetapi saat ini buahnya sudah habis.

“Jadi saya beli dari petani durian lokal di Desa Randulanang saja dan sekitarnya untuk dijual kembali. Untuk cita rasanya begitu khas yakni manis pahit,” ujar Sarmini, warga Desa Randulanang ini.

Sarmini mengapresiasi Festival Durian Jatinom karena mampu mendongkrak penjualannya hingga tiga kali lipat.

Dari biasanya hanya bisa menjual 50 buah, kini menjadi 150 buah durian.

Sehari-hari Sarmini memang menjual buah durian lokal asal Jatinom di depan Lapangan Merdeka Desa Randulanang, Jatinom.

Pembelinya tak hanya datang dari Klaten. Tapi juga Solo dan Boyolali.

Baca Juga: Sepekan Operasi Keselamatan Candi di Solo, 54 Pengendara Kena Tilang

“Untuk harganya mulai dari Rp 20.000-Rp 70.000 per buah. Ini tergantung dari ukurannya,” ujar Sarmini.

Dia juga menyediakan buah durian yang sudah dikupas dan dikemas dalam boks plastik.

Didalamnya terdapat beberapa biji yang dibanderol dengan harga sekira Rp 35 ribu.

Pembeli bisa langsung menyantap tanpa harus mengupas buah durian tersebut.

“Itu agar pembeli tahu kualitas buah durian yang mereka beli seperti apa,” tambah Sarmini.

Camat Jatinom Agus Sunyata menjelaskah, buah durian merupakan potensi di Desa Randulanang dan sekitar Kecamatan Jatinom.

Harapannya melalui festival tersebut bisa menjadi penyemangat bagi para petani mengembangkan buah durian.

“Tentu harapannya durian-durian di Jatinom benar-benar berkualitas. Saya telah icip-icip di Desa Randulanang, Beteng dan Bengking. Ada durian montong, bawor, musang king dan lokal,” ujar Agus.

Kasihanto, 57, petani durian asal Desa Randulanang memiliki 30 pohon durian lokal di kebunnya.

Pohon durian yang berusia sekira 25 tahun bisa menghasilkan 150 buah hingga 200 buah untuk setiap kali panen.

“Hampir setiap keluarga di Randulanang punya pohon durian. Harganya mulai Rp 25 ribu-Rp 50 ribu (per buah). Setiap pohonnya bisa mendapatkan Rp 5 juta- Rp 6 juta," ucapnya.

Kasihanto ingin festival durian bisa digelar secara rutin. Mengingat terbukti bisa mendongkrak penjualan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Randulanang. (ren/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#potensi #klaten #festival durian #Desa Randulanang #jatinom