RADARSOLO.COM – Satreskrim Polres Klaten terus memburu satu pelaku lain dalam kasus percobaan perampokan terhadap pengemudi taksi online yang terjadi di Desa Blimbing, Kecamatan Karangnongko, pada Minggu (20/4/2025) sekitar pukul 00.30 WIB.
Peristiwa berdarah itu dilakukan oleh dua pelaku, satu pria dan satu wanita. Seorang perempuan berinisial D telah diamankan tak lama setelah kejadian, sementara pelaku laki-laki masih dalam pengejaran.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan awal dan olah TKP di lokasi. Satu terduga pelaku berinisial D sudah kami amankan. Saat ini, kami masih memburu satu pelaku lainnya,” ujar Kasatreskrim Polres Klaten, Iptu Taufik Frida Mustofa, saat ditemui di Mapolres Klaten, Senin (21/4/2025).
Pelaku laki-laki yang masih buron diketahui berprofesi sebagai pengamen jalanan dan terkadang menjadi manusia silver.
Ia sering terlihat beroperasi di sekitar simpang tiga exit tol Polanharjo, Klaten, dalam satu pekan terakhir.
“Sudah ada enam saksi kami mintai keterangan, termasuk korban. Barang bukti yang telah diamankan meliputi satu buah kater berwarna merah, pakaian bersimbah darah, dan kendaraan milik korban,” lanjut Taufik.
Korban yang diketahui bernama Joko (49), warga Klaten, masih dirawat intensif di RSU PKU Muhammadiyah Jatinom.
Ia mengalami luka sayatan sedalam sekitar 1 cm di bagian leher kiri dan masih menjalani proses pemulihan.
Taufik menjelaskan bahwa kedua pelaku diduga telah merencanakan aksi perampokan sejak awal. Mereka memesan layanan taksi online dari wilayah Delanggu dengan tujuan Jatinom.
“Sesampainya di lokasi kejadian, terjadi perdebatan yang berujung perlawanan. Korban merasakan perih di lehernya, ternyata telah digores kater oleh pelaku,” ungkap Taufik.
Korban sempat melakukan perlawanan dengan membanting kemudi hingga kendaraan menabrak pohon dan terperosok ke ladang. Karena mobil tak bisa dikendalikan, korban memilih melarikan diri ke kampung terdekat untuk meminta pertolongan warga.
Pelaku laki-laki sempat berusaha kabur membawa mobil korban. Namun, kehadiran warga yang datang membuat pelaku panik dan melarikan diri, meninggalkan barang bukti di lokasi.
Terkait keterlibatan pelaku perempuan, D disebut sebagai pihak yang memesan layanan taksi online. Ia diketahui berasal dari Yogyakarta.
Sementara pelaku laki-laki merupakan residivis kasus kejahatan lainnya. Identitasnya telah dikantongi polisi dan proses pengejaran masih berlangsung. (ren)
Editor : Damianus Bram