RADARSOLO.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten telah mengambil sejumlah langkah untuk menindaklanjuti keluarnya hasil pemeriksaan sampel air dan makanan dari Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno penyebab 160 warga keracunan masal pada Sabtu (12/4/2025).
Seperti diketahui, sampel air yang diperiksa telah mengandung coliform mencapai 200 yang melebihi ambang batas aman sebesar 50. Sementara kandungan bakteri Escherichia coli (E.coli) mencapai angka 88 dari yang seharusnya nol.
Sedangkan untuk sampel makanannya setelah dilakukan uji lab dinyatakan positif terkontaminasi bakteri salmonella. Bakteri tersebut terdapat pada rendang sapi, sambel krecek, kerupuk dan acar. Sehingga membuat 160 orang keracunan dengan gejala mual, muntah, diare hingga demam tinggi.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Klaten Hanung Sasmito Wibowo menjelaskan, dinkes telah menindaklanjuti keluarnya hasil uji lab untuk sampel air dan makanan tersebut.
”Untuk tindaklanjutnya, kami mengambil sampel di sekitar lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Jadi tidak hanya di rumah yang menggelar hajatannya saja, tetapi juga tetangganya diambil sampel airnya,” ujar Hanung, Rabu (23/4/2025).
Hanung menambahkan, sampel air yang diambil dari beberapa rumah itu akan dilakukan uji lab. Hal itu untuk mengetahui, apakah airnya juga mengandung bakteri coliform dan E.coli yang melebihi ambang batas atau tidak.
”Hasil uji lab dari air itu akan menjadi bahan sosialisasi dan edukasi kami ke masyarakat. Harapannya bisa terhindar (dari keracunan), supaya dalam menggunakan air bisa aman dari diare,” tambah Hanung.
Di sisi lain, edukasi yang diberikan dinkes kepada masyarakat juga terkait bagaimana cara menyajikan makanan. Termasuk cara menyimpan makanan setelah selesai diolah sehingga tetap aman untuk dikonsumsi. Tidak menjadi tempat berkembangnya bakteri salmonella yang menjadi penyebab keracunan masal di Karangturi tersebut.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Anggit Budiarto mengungkapkan tindaklanjutnya pasca keluarnya hasil uji lab terkait sampel air dan makanan di Karangturi dengan berkoordinasi dengan petugas medis di Puskesmas Gantiwarno. Guna melakukan pengamatan epidemiologi dan mensosialisasikan untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ke masyarakat. (ren/adi)
Editor : Adi Pras