Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bakal Ada Geopark Nasional di Klaten, Pemkab Sudah Usulkan ke Kementerian ESDM: Ini Lokasinya

Angga Purenda • Jumat, 5 September 2025 | 17:49 WIB
Paparan laporan akhir penyusunan dossier calon Geopark Nasional Klaten di Ruang Rapat Banggar DPRD Klaten. (Dokumentasi Diskominfo Klaten)
Paparan laporan akhir penyusunan dossier calon Geopark Nasional Klaten di Ruang Rapat Banggar DPRD Klaten. (Dokumentasi Diskominfo Klaten)

RADARSOLO.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten segera mengajukan proposal pengusulan Geopark Klaten ke pemerintah pusat.

Hal itu menjadi tindaklanjut dari penyiapan kawasan pendukung taman bumi di wilayah Kota Bersinar.

Kepastian itu diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Klaten Pandu Wirabangsa dalam kegiatan paparan laporan akhir penyusunan dossier calon Geopark Nasional Klaten di Ruang Rapat Banggar DPRD Klaten, Kamis (4/9/2025).

“Pengusulan Geopark Klaten sebagai geopark nasional merupakan kelanjutan program dari Geoheritage Bayat Purba. Pengusulan geopark ini tidak hanya mencakup situs warisan geologi di suatu wilayah saja. Tetapi mengintegrasikan berbagai keragaman,” ujar Pandu.

Pandu menjelaskan, Geopark Klaten terintegrasi dengan keragaman geologi (geodiversity), hayati (biodiversity) dan budaya (Cultural diversity).

Tujuannya untuk konservasi, edukasi dan pengembangan ekonomi berkelanjutan melalui konsep geowisata.

“Geopark tidak hanya fokus pada warisan geologi saja, tetapi juga mencakup aspek arkeologi, ekologi dan sejarah. Begitu juga mencakup aspek budaya masyarakat di dalamnya,” tambah Pandu.

Lebih lanjut, Pandu menjelaskan, cakupan geopark di Klaten tersebar di berbagai wilayah kecamatan.

Hal itu pula yang kemudian melatarbelakangi usulan Geopark Nasional Klaten ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Kami mengapresiasi dukungan dari masing-masing perwakilan yang terlibat dalam pengusulan Geopark Klaten ini. Banyak masukan terkait cakupan yang disampaikan dalam dossier ini. Hal ini menunjukkan semangat bersama dalam kaitannya aspiring Geopark Klaten,” ujar Pandu.

Pada kesempatan tersebut, pendamping tim percepatan Geopark Klaten sekaligus peneliti Pusat Riset Sumberdaya Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Chusni Ansori mengungkapkan pengajuan dossier merupakan salah satu tahap akhir dalam pengusulan geopark.

“Pengusulan ini merupakan tahapan menuju geopark. Kami berharap persiapan di masing-masing kawasan dapat dimaksimalkan saat tahap visitasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia berharap Pemkab Klaten bersama masyarakat dapat memaksimalkan persiapan di wilayah. Harapannya usulan tersebut mendapatkan hasil terbaik.

Menurutnya, Kabupaten Klaten memiliki modal besar untuk ditetapkan sebagai geopark.

Di antaranya banyak terdapat warisan budaya baik benda maupun tak benda. Mengingat hal itu tidak ditemukan di kawasan geopark nasional lainnya.

“Klaten ini sangat beruntung sekali karena penunjang sangat lengkap. Baik warisan budaya benda maupun tak benda. Seperti warisan budaya benda yakni banyak candi Hindu-Budha hingga peninggalan Mataram Islam yang tersebar di berbagai wilayah Klaten," ujarnya.

Sedangkan untuk warisan tak benda terdapat gerabah Teknik putaran miring hingga angkringan.

Hal ini menunjukan banyaknya aspek yang dapat dikembangkan melalui geopark.(ren/adi) 

Editor : Adi Pras
#angkringan #klaten #bayat #geopark #kementerian esdm #dprd klaten #candi prambanan