Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

500 Seniman dari Tiga Provinsi Gelar Aksi Damai, Minta Pelaku Penganiaya Penabuh Ketipung di Klaten Dihukum Berat

Angga Purenda • Rabu, 1 Oktober 2025 | 21:03 WIB

 

Aksi damai yang digelar oleh ratusan seniman di Alun-alun Klaten, Rabu (1/10/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)
Aksi damai yang digelar oleh ratusan seniman di Alun-alun Klaten, Rabu (1/10/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Ratusan seniman dari berbagai kota di Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi damai di Alun-Alun Klaten pada Rabu (1/10/2025) siang.

Mereka berdatangan dengan mengendarai kendaraan untuk berkumpul di pusat Kota Klaten tersebut.

Aksi itu digelar sebagai bentuk dukungan terhadap korban penabuh kendang Ryan Wahyu Saputra, 23, atau yang akrab dipanggil Kirun yang dianiaya pada Minggu (28/9/2025).

Saat tampil pada resepsi pernikahan di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten.

Bahkan penyanyi dan pencipta lagu Ojo Dibandingke Abah Lala ikut bergabung dalam aksi solidaritas tersebut.

Termasuk menyampaikan orasinya menanggapi kasus kekerasan tersebut di tengah ratusan seniman

Pada aksi itu, mereka membawa spanduk yang bertuliskan: Aksi Solodaritas Seniman Soloraya Nusantara. Tolak dan Kecam Segala Bentuk Kekerasan Kepada Seniman Hajatan. Adili dan Hukum Seberat-beratnya Pelaku Kekerasan.

Seusai menggelar aksi solidaritas di alun-alun, ratusan seniman langsung mendatangi kediaman korban di Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah.

Kemudian berlanjut beraudensi ke Mapolres Klaten dan Rumah Dinas Bupati Klaten.

“Seniman dan seniwati dari Klaten, Soloraya, Yogyakarta, Temanggung, Semarang dan lain sebagainya. Bersatu kita mengadakan aksi damai atau solidaritas karena meskipun kita banyak orang, beda nyawa tapi satu jiwa,” ujar Wakil Ketua Seniman dan Seniwati Klaten (Sekaten) Kombang, Rabu (1/10/2025).

Lebih lanjut, Kombang mengungkapkan, aksi yang diikuti sekira 500 seniman itu untuk menunjukan kepeduliannya kepada Kirun yang terkena musibah.

Termasuk menyampaikan harapan dan masukan kepada Kapolres Klaten saat beraundensi di Mapolres Klaten untuk kebaikan seniman saat bekerja.

“Kami sebagai seniman agar nanti lebih dijamin untuk kita dalam bekerja atau nyambut gawe itu bisa nyaman, aman dan selama. Tentu saja tidak ada aksi-aksi atau insiden yang merugikan bagi teman-teman seniman,” ujar Kombang.

Harapan yang sama juga diungkapkan oleh penyanyi dan pencipta lagu yakni Agus Purwanto atau yang lebih dikenal Abah Lala.

"Saya mewakili teman-teman yang ada di Boyolali, memberikan support dan dukungan kepada musisi seniman yang ada di Klaten. Biar ke depannya itu yang namanya musisi atau mungkin seniman lebih ada harga diri," ujar Abah Lala.

Lebih lanjut, Ia mendesak kepada jajaran hukum untuk lebih menegaskan bahwa pelaku kekerasan dalam dunia seni harus di adili dan dihukum seberat-beratnya. Guna memberikan kenyamanan ke depannya kepada para pelaku seni.

"Saya berharap untuk waktu perizinan harus ditepati. Katakanlah kita harus menghormati dari pihak jajaran keamanan. Tidak ada yang namanya overtime atau mungkin penambahan karena sudah dipikirkan dari resiko dan keamanannya," ujar Abah Lala.

Ia meminta penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa yang menimpa penabuh ketipung di Kalikotes tersebut. Harapannya bisa memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pelaku seniman. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#klaten #seniman #aksi solidaritas #Abah Lala #penabuh kendang