RADARSOLO.COM- Puluhan ayah di Klaten menggelar sejumlah kegiatan di Taman Lampion, Kelurahan Bareng Lor, Klaten Utara bersama anaknya masing-masing, Sabtu (22/11/2025).
Salah satunya membacakan buku cerita dalam acara bertajuk Sabtu Bersama Ayah.
Acara yang digelar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Gajah Mada itu dalam rangka memperingati Hari Ayah.
Secara khusus dirancang untuk meningkatkan keterlibatan aktif sosok ayah dalam tumbuh kembang anak.
Ketua Penyelenggara PAUD Gajah Mada Dwi Kurniasih atau akrab di panggil Nunik menjelaskan, bahwa titik berat acara kali ini adalah keterlibatan ayah.
"Kami benar-benar berusaha bersama di Indonesia ini yang dikatakan fatherless. Atau paling tidak kita ada semangat bersama-sama untuk menghadirkan ayah. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga ikut membersamai tumbuh kembang anak," papar Nunik.
Perempuan yang juga pemerhati PAUD asal Klaten ini menuturkan, aksi puluhan ayah itu dikemas dengan acara unik dan edukatif.
Dimulai dari seluruh keluarga diajak grounding (tapak bumi) dengan bertelanjang kaki di rumput.
Kemudian terdapat kegiatan ayah membacakan buku cerita. Kegiatan itu juga bertujuan menguatkan literasi.
"Selama ini yang membacakan lebih sering atau lebih banyak bundanya atau di sekolah adalah ibu guru. Nah kami ingin sosok ayah, tetapi tidak hanya ketika event. Saat di rumah juga dengan sukacita bisa membacakan buku cerita untuk anaknya," paparnya.
Dipilihnya Taman Lampion sebagai lokasi acara, Nunik menyebut, Ruang Terbuka Hijau (RTH ) itu menjadi salah satu ikon di Klaten.
"Kami melihat Taman Lampion ini terawat dengan baik. Areanya aman dan nyaman sehingga sebagai salah satu tempat untuk belajar apa pun itu, " ujar Nunik.
Event tersebut disambut baik dan mendapatkan apresiasi tinggi para peserta.
Salah satunya datang dari peserta, Mustofa, 35, asal Desa Klepu, Kecamatan Ceper.
"Program ini sangat bagus terutama untuk memperingati Hari Ayah. Cinta kasih seorang anak kepada ayahnya itu memang tidak bisa terlupakan," ujar Mustofa yang juga Kepala Desa (Kades) Klepu ini.
Ia menekan bahwa anak memang sangat membutuhkan peran seorang ayah. Terutama ketika interaksi sehari-hari lebih banyak didominasi oleh figur ibu.
Mustofa juga membagikan caranya membangun interaksi berkualitas dengan anak-anaknya. Ia menjelaskan, bahwa Ia selalu meluangkan waktu untuk bepergian bersama Istri dan anaknya.
"Selain itu, saya juga sering menjemput anak sepulang sekolah. Apalagi cinta seorang anak perempuan itu adalah cinta pertamanya kepada seorang ayahnya," tambahnya.
Senada diungkapkan Toni, 33, asal Desa Tegalrejo, Ceper. "Saya harapkan acara semacam seperti ini untuk terus digiatkan. Apalagi bisa mempersatukan ayah dengan anak," ujar Toni.
Lebih lanjut, Toni mengatakan, upayanya membangun interaksi dengan anak dan istrinya seusai pulang bekerja dan saat akhir pekan. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono