Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Daging Buahnya Dibagikan Gratis, Petani Muda di Karangnongko Klaten Hanya Jual Benih Melon Per Gram Rp230 Ribu

Angga Purenda • Rabu, 4 Februari 2026 | 16:35 WIB
Kegiatan panen buah melon untuk diambil bijinya yang dibudidayakan di greenhouse Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten.
Kegiatan panen buah melon untuk diambil bijinya yang dibudidayakan di greenhouse Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten.

RADARSOLO.COM– Para pemuda di Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Klaten sukses melakukan terobosan di bidang pertanian.

Melalui sentuhan teknologi greenhouse, para petani milenial menjadikan bisnis benih bernilai ekonomi tinggi.

Meski lahan yang digunakan hanya seluas 6 x 12 meter, hasil panen perdana pada Jumat (30/1/2026) membuktikan kualitas benih mampu menembus pasar perusahaan besar.

Jual Benih, Bagikan Daging Buah Gratis

Berbeda dengan budidaya melon pada umumnya yang mengejar bobot buah untuk konsumsi.

Kelompok tani milenial ini fokus pada produksi benih rock melon.

Pilihan ini diambil karena nilai jual benih jauh lebih menguntungkan dibandingkan menjual buah secara utuh.

Kepala Desa Demakijo Ery Karyatno mengungkapkan, dari sisi ekonomi, bisnis benih melon sangat menjanjikan bagi kesejahteraan petani muda.

"Kami fokus mengambil bijinya untuk bibit. Harganya per 15 gram Rp230 ribu. Jadi hitungannya per gram, jauh lebih mahal dibanding dijual sebagai buah konsumsi biasa," beber Ery.

Uniknya, karena hanya biji yang diambil, daging buah melon yang tebal dan manis dibagikan secara cuma-cuma kepada warga sekitar.

"Dagingnya silakan diambil masyarakat secara gratis," tambahnya.

Teknologi Greenhouse: Efisien dan Anti-Gagal

Baca Juga: Wonogiri Historical Trip: Menyingkap Rahasia Dusun Mendak yang Berdiri di Bekas Bengawan Solo Purba

Proyek ini merupakan langkah nyata Pemerintah Desa Demakijo mendorong regenerasi petani melalui Dana Desa tahun 2025 senilai Rp 25 juta.

Penggunaan sistem greenhouse dipilih untuk mengatasi tantangan cuaca ekstrem dan hama.

Beberapa keunggulan teknologi ini antara lain:

Pengendalian Hama: Lingkungan tertutup meminimalkan serangan penyakit, sehingga penyemprotan pestisida sangat jarang dilakukan.

Efisiensi Air: Menggunakan sistem keran yang terkontrol, sangat hemat air dibanding sistem siram manual.

Produksi Sepanjang Tahun: Petani tidak lagi bergantung pada musim karena suhu dan kelembapan di dalam greenhouse dapat dikendalikan.

Pertanian Sebagai Profesi Menjanjikan

Saat ini, terdapat sekitar 20 petani milenial yang terlibat aktif. Pengelolaan greenhouse dilakukan secara bergilir, sementara anggota lainnya tetap menggarap komoditas padi, cabai, dan semangka di lahan terbuka.

Ery Karyatno berharap keberhasilan ini dapat menghapus stigma bahwa bertani adalah pekerjaan kelas dua.

"Pemerintah desa memiliki impian bahwa menjadi petani adalah sebuah profesi yang keren dan menjanjikan secara ekonomi bagi anak muda," pungkasnya. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#karangnongko #klaten #jual benih melon #Desa Demakijo #dibagikan gratis #per gram #Petani Muda #Daging buah #Melon