Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ikut Rebutan Koin di Kalitengah Buat Beli Skincare: Cerita Unik Milenial Klaten Lestarikan Tradisi Udik-Udik sebelum Ramadhan

Angga Purenda • Minggu, 15 Februari 2026 | 11:51 WIB

 

Tradisi unik sadranan di Dusun Dalangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Klaten dengan menyebar koin sebagai wujud rasa syukur.
Tradisi unik sadranan di Dusun Dalangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Klaten dengan menyebar koin sebagai wujud rasa syukur.

RADARSOLO.COM - Pasca khidmat berdoa bersama, suasana Dusun Dalangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Klaten, bertambah ceria.

Ratusan warga yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa, bersiaga di pelataran yang dikenal sebagai area Mbah Dolu, Jumat (13/2/2026) sore.

Mereka menantikan momen puncak tradisi Sadranan yakni udik-udik.

Udik-udik adalah prosesi menyebar uang koin sebagai bentuk sedekah dan syukur yang dilakukan secara turun-temurun oleh warga setempat setiap menjelang bulan suci Ramadhan.

Tokoh masyarakat Dusun Dalangan Heri Susanto mengungkapkan, tradisi tersebut telah berlangsung sangat lama.

Jadwal pelaksanaannya pun unik, tidak mematok tanggal kalender tertentu.

Melainkan memilih hari Jumat terakhir sebelum memasuki bulan puasa.

"Sejarah pastinya tidak ada yang tahu. Kami hanya meneruskan budaya leluhur. Intinya ini adalah sedekah untuk kumpul-kumpul. Sekaligus mendoakan para leluhur yang dimakamkan di sini (Dusun Dalangan)," ujar Heri kepada radarsolo.com.

Selain uang koin, warga juga membawa tenongan atau bungkusan makanan sebagai simbol sedekah makanan yang bisa dinikmati siapa saja yang hadir.

Uang yang disebar dalam prosesi udik-udik ini berasal dari warga yang merasa memiliki kelebihan rezeki.

Termasuk mereka yang hajatnya di tahun tersebut telah dikabulkan Allah SWT.

Baca Juga: Kirab Gunungan Palawija Warnai Napak Tilas 271 Tahun Perjanjian Giyanti di Jantiharjo Karanganyar

Meskipun nilai nominalnya tidak bisa dipastikan secara rinci, Heri memperkirakan total uang koin yang berputar dalam tradisi ini bisa mencapai belasan juta rupiah.

Mengingat banyaknya warga yang antusias bersedekah.

Doni, 43, salah satu warga asli Dalangan yang ikut menyebar uang koin, menceritakan pengalamannya.

Dahulu ia adalah anak-anak yang ikut berebut koin, namun kini setelah dewasa dan bekerja, ia berganti peran menjadi pemberi sedekah.

"Alhamdulillah ada rezeki, kita sedekahkan. Ini tradisi turun-temurun dari nenek kita. Sekarang saya sudah kerja, dapat rezeki sedikit-sedikit buat sedekah setiap tahun sekali," kata Doni yang menyebar pecahan koin Rp 500 hingga Rp 1.000.

Keseruan udik-udik tidak hanya dirasakan oleh para pemberi sedekah, tetapi juga para pemburu koin.

Salah satunya adalah Isa Dwi Romahwati, 18, siswi SMK Negeri 1 Klaten yang merupakan warga lokal.

Meski harus berdesakan dan beradu tenaga untuk mendapatkan koin, ia merasa senang bisa membawa pulang berkah Sadranan.

"Dapatnya rebutan, susah banget! Tenaga sampai habis buat teriak-teriak. Tadi dapat sekitar Rp 30.000," ungkap Isa sambil tertawa.

Saat ditanya akan digunakan untuk apa uang tersebut, ia menjawab dengan jenaka, "Buat beli skincare biar cantik!"

Bagi warga Dusun Dalangan, Sadranan bukan sekadar ritual tahunan.

Hal itu sebagai momen pengingat akan pentingnya berbagi dan menjaga silaturahmi.

Baik dengan sesama yang masih hidup maupun penghormatan kepada mereka yang telah tiada.

Baca Juga: Duduk Perkara Dugaan Kasus Taqy Malik, Polemik Donasi dan Wakaf Al-Qur’an di Arab Saudi Dipertanyakan

Tradisi ini diharapkan terus lestari hingga anak cucu, menjadi identitas budaya yang mempererat kekeluargaan di Desa Kalitengah. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#puasa #Desa Kalitengah #klaten #udik udik #sedekah #Kecamatan Wedi #ramadhan #tradisi jelang ramadhan