Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tatap 2026, Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa Targetkan 17,6 Juta Kunjungan Wisman

Angga Purenda • Senin, 16 Februari 2026 | 17:22 WIB

 

Wisatawan mancanegara dan domestik padati kawasan Taman Wisata Candi Prambanan.
Wisatawan mancanegara dan domestik padati kawasan Taman Wisata Candi Prambanan.

 

RADARSOLO.COM- Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga menembus angka 17,6 juta kunjungan.

Setelah mencatatkan performa gemilang sepanjang tahun 2025, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengungkapkan bahwa keberhasilan melampaui target di tahun 2025 menjadi modal kuat untuk menghadapi tantangan tahun depan.

Sebagai catatan, pada 2025, kunjungan wisman naik 10,8 persen dibanding tahun sebelumnya dengan total 15,39 juta kunjungan. Melampaui target batas atas RPJMN.

Ni Luh Puspa menekankan bahwa fokus pemerintah tidak lagi sekadar pada kuantitas jumlah.

Melainkan pada quality of experience atau kualitas pengalaman yang dirasakan wisatawan selama berada di tanah air.

"Tentu yang paling penting dari itu semua adalah bagaimana quality of destinations, quality of experience yang dirasakan karena itu yang membuat orang akan spending lebih. Dan ini tidak bisa kerja sendiri. Ini adalah kerja kolaboratif, kerja bersama-sama," beber Ni Luh Puspa dalam sambutannya pada Prambanan Shiva Festival 2026 di Lapangan Wisnu Taman Wisata Candi Prambanan, Klaten, Minggu (15/2/2026) sore.

Kualitas pariwisata Indonesia pun telah diakui secara global. Sepanjang 2025, Indonesia berhasil meraih 154 penghargaan internasional. Mulai dari sektor gastronomi hingga perhotelan.

Salah satunya adalah predikat The New Destination Champion Award 2026 dari Lalis Prancis.

Memasuki tahun 2026, pemerintah telah menetapkan sasaran baru yang lebih tinggi untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi utama dunia.

Untuk target kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) sebesar 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Intai Wilayah Perbukitan di Wonogiri hingga Selasa Besok

Sedangkan untuk wisatawan nusantara (Wisnus) ditarget pergerakan mencapai 1,18 miliar perjalanan.

Untuk average of spending (rata-rata pengeluaran) ditargetkan terus meningkat melampaui pencapaian tahun lalu.

Ni Luh Puspa juga menyoroti peran penting desa wisata sebagai mesin ekonomi kerakyatan.

Penghargaan dari UN Tourism untuk Desa Wisata Pemuteran di Bali dan Desa Wisata di Banyuwangi membuktikan bahwa manfaat pariwisata kini menyentuh langsung lapisan masyarakat bawah.

"Ini membuktikan bahwa sektor pariwisata itu tidak hanya berada di level top management tapi menyentuh dan memberikan manfaat hingga ke masyarakat, ekonomi berputar langsung di masyarakat," tambahnya.

Menyesuaikan dengan tren pasca-pandemi, Wamen Pariwisata melihat adanya pergeseran minat wisatawan yang kini lebih mencari kedekatan dengan budaya lokal dan aspek spiritualitas.

Sebagai contoh, Puspa menyebutkan lonjakan pengunjung di Taman Wisata Candi Prambanan saat perayaan Siwaratri pada Januari lalu yang mencapai 13.000 orang.

Jauh di atas rata-rata harian normal. Hal ini menunjukkan bahwa wisata minat khusus seperti spiritual tourism memiliki pasar yang sangat besar.

Sementara itu, General Manager (GM) Prambanan & Ratu Boko Ratno Timur mengungkapkan, untuk kunjungan selama tiga hari terakhir ke TWC Prambanan dari Sabtu (14/2/2026) sudah ada peningkatan kunjungan wisatawan tetapi belum signifikan.

“Rata-rata yang biasanya 4.000-5.000 wisatawan waktu weekdays, tapi kemarin sudah 6.000-7.000 pengunjung. Sedangkan untuk Minggu (15/2/2026) sudah 10.000-an pengunjung. Ini Artinya memang puncaknya ya dua hari ini,” ujarnya.(ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#kunjungan #Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa #wisatawan mancanegara #candi prambanan #wisman