Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Siswa SD di Klaten Pamer Skill Coding Robot Barongsai untuk Meriahkan Tahun Baru Imlek

Angga Purenda • Senin, 16 Februari 2026 | 17:41 WIB
Carol dan Matthew memperlihatkan pertunjukan tiga robot barongsai di Gedung Cakra Square, Klaten Selatan, Senin (16/2/2026).
Carol dan Matthew memperlihatkan pertunjukan tiga robot barongsai di Gedung Cakra Square, Klaten Selatan, Senin (16/2/2026).

RADARSOLO.COM-Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 terasa berbeda dan penuh inovasi di tangan siswa-siswi sekolah robotik Autobot di Klaten.

Bukan barongsai konvensional yang tampil, melainkan deretan robot pintar yang telah diprogram khusus untuk melakukan atraksi khas Imlek.

Aurora Carol Natalie,8, dan Rafael Matthew Kristanto, 7, dua siswa kelas 2 SD Putra Bangsa Klaten menjadi sosok di balik layar pertunjukan memukau di Gedung Cakra Square, Klaten Selatan, Senin (16/2/2026).

Lewat jemari mungil mereka, keduanya menunjukkan kemahiran dalam mengoperasikan teknologi coding untuk menggerakkan robot barongsai.

Termasuk melalui suara dari gerakan tepukan tangan serta remote.

Diiringi dengan instrumen perkusi, terutama tambur (gendang besar), simbal, dan gong.

Pertunjukan itu menampilkan tiga jenis robot utama yang telah dimodifikasi dengan kostum barongsai berbahan kain yang meriah khas Imlek.

Pertama yakni Robot Jimu yang diprogram untuk bergerak kompleks seperti maju, mundur, mengangkat kaki hingga menggelengkan kepala layaknya barongsai.

Kemudian ada robot sensor suara yang bisa bereaksi dan berjalan saat mendeteksi tepukan tangan.

Lalu berhenti saat ditepuk kembali. Ada juga robot remote control yang dikendalikan agar dapat manuver yang lebih presisi.

Pendamping siswa sekaligus pengajar dari Autobot Benedicta Leony Anik Pudyaningsih menjelaskan, pertunjukan memukau dalam mengoperasikan robot barongsai itu untuk merayakan Imlek.

Sekaligus menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengimplementasikan teknologi sejak dini.

Baca Juga: Tatap 2026, Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa Targetkan 17,6 Juta Kunjungan Wisman

“Kami mengajari mereka meng-coding dan memberi kostum pada robot ini agar menyerupai barongsai asli. Persiapannya cukup intens, yakni empat kali pertemuan dalam satu minggu,” ujar Benedicta, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, belajar robotik bukan sekadar soal mesin. Tetapi bagi anak usia dini, kegiatan tersebut sangat efektif untuk melatih motorik halus.

Termasuk meningkatkan konsentrasi dan bisa memicu kreativitas.

Saat ini, terdapat 150 siswa yang belajar di pusat robotik tersebut, mulai dari usia 4 tahun hingga jenang SMP.

Untuk pembelajaran Autobot sendiri dibagi menjadi beberapa level. Untuk tingkat dasar, siswa belajar merakit lego.

“Sementara pada tingkat yang lebih lanjut. Mereka mulai mengenal kode RGB, Scratch, hingga Arduino,” ujarnya.

Sementara itu, bagi Aurora Carol Natalie, ini adalah karya robotik pertamanya yang dipamerkan ke publik. Ia menceritakan pengalamannya memprogram robot tersebut.

"Senang sekali bisa belajar coding robot barongsai untuk meriahkan Imlek. Gerakannya bisa maju, mundur, kanan, kiri, dan melompat seperti barongsai asli," kata Carol dengan bangga.

Meski terlihat rumit, Carol mengaku tidak merasa kesulitan karena ia sangat tertarik dengan dunia teknologi.

Terlebih lagi sudah empat tahun lamanya dirinya menjadi siswa dari sekolah robotik tersebut.

Di sisi lain, melalui kolaborasi antara Carol dan Matthew, pertunjukan ini membuktikan bahwa batasan usia bukanlah penghalang untuk menguasai teknologi masa kini.

Inovasi robotik barongsai tersebut pun menjadi simbol harmoni antara tradisi budaya dan kemajuan zaman di Tahun Kuda Api 2026. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#coding #tahun baru imlek #Rafael Matthew Kristanto #sd putra bangsa klaten #Aurora Carol Natalie #robot barongsai