Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Manis Gurih Jenang Ayu Niten: Oleh-Oleh Ikonik Asal Wedi Klaten yang Jadi Incaran Pemudik

Angga Purenda • Senin, 23 Maret 2026 | 14:35 WIB

Beberapa pembeli oleh-oleh khas Klaten Jenang Ayu Niten di Desa Gadungan, Kecamatan Wedi, Klaten
Beberapa pembeli oleh-oleh khas Klaten Jenang Ayu Niten di Desa Gadungan, Kecamatan Wedi, Klaten

RADARSOLO.COM - Momentum libur Lebaran selalu menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha makanan tradisional di Kabupaten Klaten.

Salah satunya yang menjadi primadona adalah Jenang Ayu Niten.

Kudapan legendaris khas Desa Gadungan, Kecamatan Wedi, yang terus diburu pemudik sebagai buah tangan wajib sebelum kembali ke perantauan. Terutama pada musim libur Lebaran kali ini.

Sri Lestari, 50, salah satu tenaga produksi, mengungkapkan bahwa selama masa Lebaran, intensitas memasak meningkat tajam dibandingkan hari biasa.

Menurutnya dalam seminggu terakhir mereka bisa memasak jenang ayu hingga dua kali dengan kapasitas bahan baku mencapai 45-50 Kg.

"Kalau hari biasa itu kadang seminggu sekali, bahkan dua minggu sekali baru masak. Tapi kalau menghadapi Lebaran seperti ini, seminggu bisa dua kali masak," ujar Sri Lestari saat ditemui di lokasi produksi, Senin (23/3/2026).

Meski demikian, Sri mengakui adanya sedikit penurunan jika dibandingkan tahun lalu yang bisa mencapai tiga kali masak dalam seminggu.

Salah satu tenaga produksi sedang mengiris Jenang Ayu Niten menjadi beberapa ukuran untuk dikemas
Salah satu tenaga produksi sedang mengiris Jenang Ayu Niten menjadi beberapa ukuran untuk dikemas

Hal ini diduga karena banyaknya variasi pilihan oleh-oleh khas Klaten saat ini. Termasuk jumlah pemudik yang pulang kampung mengalami penurunan.

Jenang Ayu Niten, tetap mempertahankan resep tradisional tanpa bahan campuran lainnya.

Sri Lestari menjelaskan bahwa kunci kelezatannya terletak pada penggunaan gula Jawa asli dan santan murni.

Selain menjual jenang ayu, juga terdapat krasikan dan permen tape sehingga pembeli bisa memilih produk yang disukainya.

Meski begitu, jenang ayu tetap jadi primadona pembeli.

“Untuk jenang ayu terbuat dari campuran tepung ketan, kelapa dan gula jawa asli. Sedangkan untuk krasikan menggunakan bahan ketan yang disangrai, lalu ditumbuk menjadi tepung kasar. Lalu dicampur gula dan santan,” jelasnya.

Harga Jenang Ayu Niten sendiri dibanderol seharga Rp100.000 per Kg.

Namun, tersedia berbagai pilihan kemasan praktis yang sudah dipotong-potong sehingga siap untuk langsung disantap.

Untuk kemasan dua ons mulai Rp 23.000- Rp 25.000 (tergantung jenis wadahnya).

Sedangkan untuk kemasan 0,5 Kg dibandrol Rp 50.000 dan krasikan untuk kemasan 0,5 Kg juga dibandrol Rp 50.000.

Ia menyebutkan, jika mayoritas pembeli adalah para pemudik yang datang dari wilayah Jabodetabek.

Seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Bogor. Mereka biasanya langsung mendatangi lokasi produksi karena sudah menjadi pelanggan setia selama bertahun-tahun.

"Kebanyakan memang langganan. Sekali beli ada yang borong sampai 10 mika untuk dibawa ke Jakarta sebagai oleh-oleh," tambahnya

Salah satu pembeli, Dasanto Atmojo, 50, pemudik asal Tangerang yang sedang pulang kampung ke Gantiwarno, Klaten, mengaku sengaja datang ke Wedi demi mencari kudapan klasik tersebut.

"Ini kue tradisional yang klasik. Saya cari jenang ayu dan krasikan karena memang beda dengan dodol di luar sana. Di sini teksturnya lebih mantap, aromanya keluar karena masaknya lama sampai keluar minyak dan rasanya manis gurih," kata Dasanto.

Bagi Dasanto, Jenang Ayu Niten memiliki cita rasa yang konsisten berkat penggunaan bahan berkualitas.

"Kalau kualitas bahan dan gulanya tidak bagus, rasanya pasti beda. Makanya saya bela-belain ke sini, ini beli enam bungkus buat oleh-oleh ke Tangerang," ujarnya.(ren)

Editor : Nur Pramudito
#libur Lebaran 2026 #klaten #Jenang Ayu Niten #oleh oleh