SIAPA bilang kuku cantik hanya yang berukuran panjang dan jari lentik? Bagi pemilik kuku kecil atau pendek, bisa coba Nail Art pakai teknik polygel extension. Dijamin tidak kalah memesona.
Semua jenis kuku bisa dipercantik dengan Nail Art. Mulai dari kuku yang kecil, pendek, bahkan jari yang tidak punya kuku sekalipun. Jadi tidak harus kuku yang panjang jika ingin dihias. Ada dua teknik, polygel extension dan fake nail extension.
”Bedanya kalau fake nail extension, kuku ditempel pakai fake nail pakai lem. Kalau polygel extension, kuku dibentuk pakai gel,” ungkap Nail Artist asal Kota Bengawan, Tri Astuti kepada Jawa Pos Radar Solo.
Nah, teknik polygel extension bisa bertahan lebih dari sebulan. Bahkan bisa mencapai tiga bulan. Selain awet, karakter kuku polygel extension sangat menyerupai kuku asli. Bahkan mengikuti pertumbuhan kuku. Sehingga risiko patahnya minim. Alhasil, pemilik kuku merasa lebih nyaman untuk beraktivitas apapun. Jika mulai bosan dengan warna atau motifnya, kuku bisa di-remover ulang.
”Jadi tidak perlu bikin lagi polygel extension di bulan selanjutnya. Tinggal ganti warnanya saja. Kalau fake nail extension kan ditempel. Jadi ada proses fitting-nya. Disesuaikan dengan karakter kuku,” sambungnya.
Sebelum treatment Nail Art, kuku dilakukan manicure terlebih dahulu. Kemudian kuku dibersihkan. Didorong kutikulanya. Oleskan krim agar kutikula lembab. Lalu bentuk kuku yang diinginkan. Lanjut proses pemolesan kuku pakai nail gel dan dikeringkan dengan UV lamp.
”Kalau dikeringkan pakai UV lamp, hasilnya antigores. Setelah itu kasih vitamin untuk kutikula kuku. Biar sehat dan lembab,” imbuhnya.
Idealnya, seberapa sering kuku diganti warna atau model Nail Art? Sebenarnya tidak ada aturan tertentu. Alias disesuaikan dengan kebutuhan saja. Sebab, dalam kurun waktu sebulan, kuku asli pasti sudah memanjang. Biasanya, saat kuku asli sudah mulai tumbuh, pemilik kuku sudah tidak sabar ingin mengganti warna atau model Nail Art-nya.
”Kuku tidak harus selalu di Nail Art. Tapi mayoritas orang yang sudah pernah di Nail Art akan merasa sepi kalau kukunya tidak di Nail Art. Pasti ada keinginan untuk mencoba motif atau warna lain,” bebernya.
Namun dari sekian banyak warna dan motif yang ditawarkan, Nail Art polos justru jadi favorit. Biasa disebut french manicure. Kuku clear lalu ujungnya diberi warna putih segaris mengikuti lekuk kuku. Nail Art jenis ini paling banyak diminati. Karena memberikan kesan natural dan bersih.
”Kalau proses pemanjangan kuku juga tidak terlalu kelihatan. Jadi tetep cantik meskipun sudah bertahan dua sampai tiga bulan. Selain itu, antara kuku asli dan nail gel yang clear tadi tidak begitu kontras warnanya. Itu yang bikin french manicure sering dipilih,” terangnya.
Semakin berkembangnya fashion, tren nail art juga bisa diaplikasikan di kuku anak-anak. Nah pertanyaannya, apakah nail art aman untuk anak? Tuti menjawab, aman. Ada produk nail gel yang didesain khusus untuk anak. Namun yang wajib diperhatikan adalah teknik saat proses Nail Art.
”Kuku anak-anak kan dalam masa pertumbuhan. Tidak bisa disamakan dengan kuku orang dewasa. Jadi perbedaannya saat proses pengikiran. Tidak boleh sembarangan. Lebih halus. Alatnya juga lebih lembut. Nail gel-nya juga cuma dua atau tiga lapis saja. Untuk menjaga kesehatan kuku anak,” tandasnya. (aya/adi) Editor : Damianus Bram