Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Anggrek Bulan Masih Jadi Primadona

Damianus Bram • Minggu, 6 Maret 2022 | 19:59 WIB
MENAWAN: Merawat anggrek bunga gampang-gampang susah. Harus perhatikan kebutuhan cahaya matahari, suhu, kelembaban udara, pemupukan, hingga penyiraman. (ANTI NATASYA/RADAR SOLO)
MENAWAN: Merawat anggrek bunga gampang-gampang susah. Harus perhatikan kebutuhan cahaya matahari, suhu, kelembaban udara, pemupukan, hingga penyiraman. (ANTI NATASYA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Bunga anggrek tengah digandrungi emak-emak beberapa waktu terakhir. Jenis yang paling dicari anggrek bulan dengan harga terjangkau.

Farida Romanti, 39, telah membudidayakan anggrek sejak 6 tahun lalu hingga menghasilkan cuan. Berawal dari hobi, kini Farida membuka budidaya anggrek di rumahnya di Griya Wonorejo Blok L-12 Rt. 04/16 Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar.

”Dulu awalnya cuman koleksi saja. Terus ada yang beli akhirnya memiliki ide untuk dikembangkan dan dijual,” kata Farida, kemarin (3/2).

Awalnya Farida hanya memiliki dua jenis anggrek. Yaitu dendrobium dan anggrek bulan. Kemudian usahanya berkembang dan memiliki berbagai jenis lainnya seperti papio, vanda, pandurata, cattleya dan lain lain. Dari berbagai jenis anggrek itu, anggrek bulan yang paling laris.

Kebanyakan dijadikan hampers ulang tahun, wisuda, atau hadiah formal untuk orang terdekat. Anggrek miliknya laris terjual hingga berbagai daerah. Anggrek bulan doritis misalnya, dibanderol seharga Rp 40.000. Itu bisa naik Rp 100.000 hingga Rp.150.000, tergantung corak dan kelangkaannya saat ini.

Soal perawatan, anggrek lebih susah dari pada bunga lainnya. Untuk penyiraman, tidak harus setiap hari. Karena anggrek bulan tidak terlalu membutuhkan air. Selain itu kebutuhan sinar matahari anggrek juga berbeda dari bunga yang lain.

”Penyiraman dilakukan di pagi, sore dan lebih bagus pada malam hari. Sangat tidak disarankan menyiram pada siang hari karena menyebabkan tanaman layu,” paparnya.

Pemberian pupuk dilakukan satu sampai dua kali dalam seminggu. Pupuk yang biasa digunakan yaitu pupuk growmore, gandasil, dan memakai pupuk organik cair (poc). Pada tanaman anggrek bulan, bisa dirawat di dalam ruangan selagi ruangan tersebut lembab dan tidak panas.

”Saya juga menyewakan anggrek bulan di kantor instansi. Dua minggu hanya disiram satu kali saat di rumah ini. Saat dibawa ke kantor masih aman dan mekar. Mungkin karena ruangannya ber-AC, tetapi kalau mau dibungakan lagi harus ditaruh di luar ruangan,” bebernya.

Farida menambahkan, anggrek bulan memerlukan cahaya matahari kurang lebih 60 persen, sirkulasi udara yang baik agar bisa berbunga. Tips jika ingin merawat anggrek bulan agar berkembang dengan baik yaitu harus memperhatikan kebutuhan cahaya matahari, suhu, kelembaban udara, pemupukan, dan penyiraman.

”Harus diperhatikan betul agroklimatnua. Kalau agroklimatnya cocok insyaallah akan berkembang dengan sangat baik meskipun minim pupuk. Karena contohnya anggrek di hutan itu tidak pernah dipupuk bisa berbunga, itu karena agroklimatnya sudah sangat baik,” tandasnya. (mg1/mg2/mg3/adi) Editor : Damianus Bram
#Anggrek Paling Dicari #Bisnis Anggrek #Anggrek Bulan #Budidaya Anggrek #Bunga Anggrek