Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pantangan yang Perlu Dihindari di Tahun Baru Imlek agar Tetap Hoki

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 28 Januari 2026 | 13:59 WIB
Ilustrasi pantangan di Tahun Baru Imlek.
Ilustrasi pantangan di Tahun Baru Imlek.

RADARSOLO.COM-Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa bukan sekadar perayaan meriah, melainkan momentum krusial untuk menarik energi positif.

Di balik hidangan lezat dan dekorasi merah, terdapat sejumlah pantangan atau larangan yang hingga kini masih dijaga ketat.

Mengutip penjelasan dari ahli metafisika, Shifu Po Fengshui, larangan-larangan ini bukanlah sekadar mitos kuno.

Melainkan simbol harapan agar rezeki, kesehatan, dan keharmonisan tetap terjaga sepanjang tahun.

Berikut adalah 8 pantangan utama saat Imlek dan filosofi di baliknya:

Hindari Menyantap Bubur di Hari Pertama

Dalam kepercayaan tradisional, bubur identik dengan simbol keterbatasan ekonomi di masa lampau.

Menyantap bubur pada pagi hari pertama Imlek dikhawatirkan membawa energi "kekurangan" sepanjang tahun.

Sebagai gantinya, masyarakat dianjurkan menyantap nasi atau kue keranjang yang melambangkan keberlimpahan.

Pantang Menangis dan Bertengkar

Awal tahun dianggap sebagai cermin dari sisa bulan berikutnya.

Tangisan dan konflik dipercaya dapat menarik energi kesedihan sepanjang tahun.

Baca Juga: Makna dan Asal-usul Mie Panjang Umur, Hidangan Wajib Imlek 2026 yang Sarat Filosofi

Imlek menjadi waktu untuk melatih pengendalian diri, menciptakan suasana rumah yang damai, penuh tawa, dan saling pengertian.

Jangan Mencuci Rambut dan Pakaian

Mencuci rambut (keramas) atau mencuci pakaian pada hari pertama Imlek dianggap sebagai tindakan "membilas" keberuntungan yang baru saja turun.

Air yang mengalir ke saluran pembuangan disimbolkan sebagai rezeki yang terbuang sia-sia.

Hindari Pinjam-Meminjam dan Menagih Utang

Imlek sebaiknya diawali dengan kondisi finansial yang tenang. Meminjamkan uang atau menagih utang di awal tahun dipercaya akan membawa siklus keuangan yang penuh tekanan dan konflik.

Segala urusan piutang sangat dianjurkan diselesaikan sebelum malam pergantian tahun.

Jauhkan Benda Tajam

Gunting, pisau, dan alat tajam lainnya dianggap sebagai simbol yang dapat "memotong" aliran rezeki serta memutus hubungan baik.

Banyak keluarga memilih menyiapkan bahan makanan (memotong sayur dan daging) sehari sebelumnya agar alat tajam tidak digunakan saat hari H Imlek.

Menunda Membeli Sepatu Baru

Secara fonetik dalam bahasa Mandarin, kata "sepatu" terdengar mirip dengan kata yang bermakna "kesialan" atau "keluhan".

Membeli sepatu di awal tahun dipercaya dapat mengundang energi keluhan. Solusinya, belilah sepatu baru jauh sebelum Imlek tiba.

Baca Juga: Sambut Tahun Baru Imlek, Grebeg Sudiro Solo 2026 Hadir Lebih Meriah, Catat Jadwalnya

Menjaga Ucapan dari Kata Negatif

Kata-kata adalah doa. Hindari mengucapkan kata "mati", "sakit", "habis", atau "sial".

Jika secara tidak sengaja terucap, segera netralkan dengan mengucapkan "Bu Suan" (tidak dihitung). Imlek adalah waktu untuk memperbanyak kalimat optimis dan pujian.

Larangan Menyapu dan Membuang Sampah

Menyapu rumah pada hari pertama Imlek dianggap sama dengan menyapu hoki keluar dari pintu.

Jika terdapat kotoran, cukup dikumpulkan di pojokan dan baru dibuang pada hari kedua atau ketiga sebagai simbol membuang nasib buruk yang lama.

Pantangan-pantangan ini sejatinya mengajarkan nilai kehati-hatian dan pentingnya memulai sesuatu dengan pikiran positif.

Terlepas dari aspek mistisnya, tradisi ini mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam bersikap, berbicara, dan bertindak demi menjaga keharmonisan keluarga. (agna)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#hoki #tahun baru imlek #Pantangan #mencuci rambut #Tahun Baru Cina #Pinjam uang #bubur