RADARSOLO.COM - Perayaan Hari Raya Imlek identik dengan suasana hangat, kebersamaan keluarga, serta simbol keberuntungan yang tercermin dari pilihan busana.
Seiring berkembangnya tren fashion, baju perempuan Imlek kini tidak hanya berfokus pada unsur tradisional, tetapi juga mengutamakan kenyamanan dan gaya modern.
Perpaduan tersebut membuat outfit Imlek semakin fleksibel dipakai untuk berbagai agenda, mulai dari kumpul keluarga hingga acara formal.
Berikut tren baju perempuan Imlek yang banyak diminati dan bisa menjadi inspirasi.
Cheongsam Modern dengan Desain Lebih Simpel
Cheongsam tetap menjadi ikon busana Imlek perempuan yang tak lekang oleh waktu.
Namun, tren terbaru menghadirkan cheongsam dengan potongan lebih modern dan minimalis.
Seperti slit yang tidak terlalu tinggi, lengan pendek, atau bahkan tanpa lengan. Motif yang digunakan pun cenderung lebih halus, seperti bunga peony atau ornamen oriental kecil.
Kelebihan cheongsam modern terletak pada kesan elegan tanpa terlihat kaku.
Potongannya dirancang agar lebih nyaman dipakai dalam waktu lama, sekaligus tetap menonjolkan siluet feminin.
Warna merah marun, dusty red, hingga emerald membuat tampilan terlihat dewasa dan anggun, cocok untuk berbagai usia.
Dress Satin dan Silk Look yang Memberi Kesan Mewah
Dress berbahan satin atau silk look menjadi salah satu tren favorit saat Imlek karena tampilannya yang berkilau dan terkesan eksklusif.
Model dress ini biasanya hadir dengan potongan sederhana, namun diperkaya detail oriental seperti kerah Mandarin, belahan halus, atau motif khas Tionghoa.
Kelebihan bahan satin dan silk look adalah kemampuannya menciptakan kesan mewah tanpa perlu banyak aksesori.
Selain itu, bahan ini terasa ringan dan jatuh, sehingga nyaman dipakai saat acara makan bersama keluarga atau perayaan yang berlangsung cukup lama.
Atasan Bernuansa Oriental dengan Bawahan Simpel
Bagi perempuan yang ingin tampil santai namun tetap bernuansa Imlek, kombinasi atasan oriental dan bawahan polos menjadi pilihan yang banyak diminati.
Atasan dengan kerah Shanghai, kancing pankou, atau motif oriental dipadukan dengan celana lurus, kulot, atau rok polos.
Kelebihan tren ini adalah fleksibilitasnya. Outfit terlihat rapi dan tematik tanpa terkesan terlalu formal.
Selain itu, padu padan ini memungkinkan pemakainya bergerak lebih leluasa, sehingga cocok untuk agenda silaturahmi atau kegiatan Imlek yang berlangsung seharian.
Outer Brokat atau Jacquard
Outer berbahan brokat atau jacquard juga menjadi tren baju Imlek perempuan karena mampu memberi sentuhan oriental secara instan.
Outer ini biasanya dikenakan di atas inner polos atau dress sederhana dengan motif floral atau ornamen khas Tionghoa.
Kelebihan outer brokat dan jacquard adalah kemampuannya membuat tampilan terlihat lebih berkelas tanpa perlu mengganti keseluruhan outfit.
Selain itu, outer dapat dilepas-pasang sesuai kebutuhan, sehingga praktis digunakan untuk acara formal maupun semi formal saat Imlek.
Layering
Busana dengan memadukan nuansa tradisional dan gaya modern dalam satu tampilan.
Layering biasanya menggunakan inner polos yang dipadukan dengan outer bernuansa oriental seperti brokat, jacquard, atau luaran bermotif khas Tionghoa dengan warna merah, emas, atau burgundy.
Selain memberi kesan elegan, gaya layering juga menawarkan fleksibilitas karena outer dapat dilepas sesuai kebutuhan, sehingga nyaman dikenakan saat acara keluarga yang berlangsung lama.
Pilihan ini cocok bagi perempuan yang ingin tampil rapi, anggun, dan tetap kekinian tanpa harus mengenakan busana tradisional penuh.
Dalam memilih baju Imlek, penting untuk menyesuaikan model dan bahan dengan agenda perayaan.
Untuk acara formal, cheongsam modern atau dress satin bisa menjadi pilihan tepat.
Sementara itu, untuk acara keluarga yang lebih santai, atasan oriental dengan bawahan simpel atau outer brokat akan terasa lebih nyaman. (agna)
Editor : Tri wahyu Cahyono