alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Covid Varian Delta Melanda Asia, Negara-Negara Perketat Pembatasan

RADARSOLO.ID – Varian Delta yang sangat menular dari Covid-19 melonjak di seluruh Asia pekan ini, dengan rekor jumlah infeksi tercatat di Australia dan Korea Selatan. Hal ini hingga mendorong beberapa negara memperketat pembatasan dan yang lainnya mempercepat vaksinasi.

Varian tersebut kali pertama terdeteksi di India pada Desember tahun lalu. Dan telah menyebar ke sekitar 100 negara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini memperingatkan bahwa varian itu bisa segera menjadi bentuk virus yang dominan. Varian Delta juga mendorong lonjakan kasus di Jepang dan membuat acara Olimpiade bulan ini menjadi suram.

Pada Jumat (2/7), Negara Bagian New South Wales Australia yang paling padat penduduknya melaporkan kenaikan harian terbesar dalam kasus baru Covid-19 sepanjang tahun ini. Total kasus di negara bagian itu dalam wabah terbaru telah mencapai 200 orang, mayoritas disebabkan oleh varian Delta.

Sydney, yang ditinggali oleh seperlima dari 25 juta penduduk negara itu, sedang menjalani penguncian dua pekan untuk menahan wabah tersebut. Wabah itu telah mengkhawatirkan pihak berwenang di tengah upaya vaksinasi nasional yang lamban.

“Menurut saya, vaksin pasti akan mengurangi penyakit, itu pasti akan mengurangi rawat inap. Tapi tentunya virus beredar di masyarakat di kalangan orang-orang yang tidak divaksin,” kata Profesor Jill Carr, ahli virus dari College of Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat di Flinders University.

Australia, seperti beberapa negara lain di Asia, telah berjuang untuk menyuntik penduduk. Sementara itu, keberhasilan awal dalam mengatasi pandemi menyebabkan keraguan terhadap vaksin, dan produsen lambat mengirimkan dosis.

Australia telah melakukan vaksinasi penuh hanya 6 persen dari populasinya. Sementara Jepang telah memvaksin 12 persen.

Pada Rabu (30/6), Jepang melaporkan bahwa varian Delta sekarang menyumbang hampir sepertiga dari semua kasus di bagian timur negara itu, termasuk Tokyo. Angka itu bisa tumbuh hingga 50 persen pada pertengahan Juli.

Tokyo dan tiga prefektur tetangga termasuk di antara daerah-daerah di bawah keadaan darurat semu–yang akan berlangsung hingga 11 Juli–. Peningkatan infeksi baru-baru ini membuat para pejabat cenderung mempertahankan pembatasan.Pada Jumat (2/7), Gubernur Tokyo Yuriko Koike menegaskan bahwa larangan penonton untuk Olimpiade, yang dimulai pada 23 Juli, akan menjadi pilihan jika situasi virus Corona memburuk.

Di Korea Selatan, para pejabat mengatakan bahwa kasus virus Corona mencapai 800 orang. Jumlah itu menjadi yang tertinggi dalam hampir enam bulan, dengan vaksinasi di bawah 10 persen. Jumlah rata-rata kasus baru di negara itu telah meningkat selama 10 hari berturut-turut. Pihak berwenang di Seoul pun telah menunda pelonggaran pembatasan sosial.

“Varian Delta adalah jenis yang paling efektif untuk penularan luas,” kata Chun Eun-mi, spesialis penyakit pernapasan di Pusat Medis Universitas Wanita Ewha di Seoul.

“Kasus Indonesia, India, dan Inggris menunjukkan bahwa bukan hanya Korea, tetapi banyak negara lain perlu memikirkan kembali strategi vaksin mereka dan rencana pembukaan kembali,” katanya.

Indonesia, negara terpadat keempat di dunia, menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang dimulai pada 3-20 Juli untuk menahan lonjakan kasus.

Di India, jumlah infeksi baru telah berkurang ke posisi terendah dua bulan sejak mencapai puncaknya 400.000 sehari pada  Mei. Pemerintah India saat ini berfokus pada vaksinasi masal.


RADARSOLO.ID – Varian Delta yang sangat menular dari Covid-19 melonjak di seluruh Asia pekan ini, dengan rekor jumlah infeksi tercatat di Australia dan Korea Selatan. Hal ini hingga mendorong beberapa negara memperketat pembatasan dan yang lainnya mempercepat vaksinasi.

Varian tersebut kali pertama terdeteksi di India pada Desember tahun lalu. Dan telah menyebar ke sekitar 100 negara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini memperingatkan bahwa varian itu bisa segera menjadi bentuk virus yang dominan. Varian Delta juga mendorong lonjakan kasus di Jepang dan membuat acara Olimpiade bulan ini menjadi suram.

Pada Jumat (2/7), Negara Bagian New South Wales Australia yang paling padat penduduknya melaporkan kenaikan harian terbesar dalam kasus baru Covid-19 sepanjang tahun ini. Total kasus di negara bagian itu dalam wabah terbaru telah mencapai 200 orang, mayoritas disebabkan oleh varian Delta.

Sydney, yang ditinggali oleh seperlima dari 25 juta penduduk negara itu, sedang menjalani penguncian dua pekan untuk menahan wabah tersebut. Wabah itu telah mengkhawatirkan pihak berwenang di tengah upaya vaksinasi nasional yang lamban.

“Menurut saya, vaksin pasti akan mengurangi penyakit, itu pasti akan mengurangi rawat inap. Tapi tentunya virus beredar di masyarakat di kalangan orang-orang yang tidak divaksin,” kata Profesor Jill Carr, ahli virus dari College of Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat di Flinders University.

Australia, seperti beberapa negara lain di Asia, telah berjuang untuk menyuntik penduduk. Sementara itu, keberhasilan awal dalam mengatasi pandemi menyebabkan keraguan terhadap vaksin, dan produsen lambat mengirimkan dosis.

Australia telah melakukan vaksinasi penuh hanya 6 persen dari populasinya. Sementara Jepang telah memvaksin 12 persen.

Pada Rabu (30/6), Jepang melaporkan bahwa varian Delta sekarang menyumbang hampir sepertiga dari semua kasus di bagian timur negara itu, termasuk Tokyo. Angka itu bisa tumbuh hingga 50 persen pada pertengahan Juli.

Tokyo dan tiga prefektur tetangga termasuk di antara daerah-daerah di bawah keadaan darurat semu–yang akan berlangsung hingga 11 Juli–. Peningkatan infeksi baru-baru ini membuat para pejabat cenderung mempertahankan pembatasan.Pada Jumat (2/7), Gubernur Tokyo Yuriko Koike menegaskan bahwa larangan penonton untuk Olimpiade, yang dimulai pada 23 Juli, akan menjadi pilihan jika situasi virus Corona memburuk.

Di Korea Selatan, para pejabat mengatakan bahwa kasus virus Corona mencapai 800 orang. Jumlah itu menjadi yang tertinggi dalam hampir enam bulan, dengan vaksinasi di bawah 10 persen. Jumlah rata-rata kasus baru di negara itu telah meningkat selama 10 hari berturut-turut. Pihak berwenang di Seoul pun telah menunda pelonggaran pembatasan sosial.

“Varian Delta adalah jenis yang paling efektif untuk penularan luas,” kata Chun Eun-mi, spesialis penyakit pernapasan di Pusat Medis Universitas Wanita Ewha di Seoul.

“Kasus Indonesia, India, dan Inggris menunjukkan bahwa bukan hanya Korea, tetapi banyak negara lain perlu memikirkan kembali strategi vaksin mereka dan rencana pembukaan kembali,” katanya.

Indonesia, negara terpadat keempat di dunia, menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang dimulai pada 3-20 Juli untuk menahan lonjakan kasus.

Di India, jumlah infeksi baru telah berkurang ke posisi terendah dua bulan sejak mencapai puncaknya 400.000 sehari pada  Mei. Pemerintah India saat ini berfokus pada vaksinasi masal.

Populer

Berita Terbaru