alexametrics
31.1 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Tiongkok Latihan Tempur, Taiwan Tak Gentar

Buntut Kunjungan Pelosi, Beijing Sanksi Taipei

Tiongkok langsung merespons kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan. Beijing menggelar latihan tempur di laut dan udara yang mengelilingi Taipei serta menjatuhkan sanksi perdagangan.

Bukan hanya itu, kemarin 27 jet tempur Tiongkok dilaporkan memasuki area pertahanan udara Taiwan. Negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping tersebut memang sudah memperingatkan agar Pelosi tidak berkunjung ke negara yang diklaim sebagai bagian wilayah mereka itu. Namun, Pelosi bergeming dan tetap datang.

Hanya beberapa jam setelah dia menginjakkan kaki di Taipei pada Selasa (2/8) malam, Beijing mengumumkan akan melakukan latihan militer selama enam hari ke depan. Latihan yang dimulai kemarin itu melibatkan jet tempur siluman J-20 dan uji tembak rudal konvensional.

Sebelum kedatangan Pelosi, Taiwan juga menjadi target peretasan. Pelakunya belum diketahui. Peretas itu berusaha masuk ke situs web kantor kepresidenan Taiwan.

Kantor berita Xinhua yang dikelola pemerintah Tiongkok juga melaporkan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) akan melakukan latihan tembakan langsung yang diperluas, terhitung mulai 4–7 Agustus di enam wilayah berbeda di sekitar Taiwan. Menurut Taiwan, tindakan Tiongkok itu melanggar aturan PBB, menginvasi ruang teritorialnya, dan serupa dengan blokade wilayah udara serta laut mereka.

Beijing juga menangguhkan beberapa perdagangan dengan Taiwan. Di antaranya, penghentian impor buah dan ikan dari Taiwan serta eskpor pasir alam ke Taipei. Selama ini, Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Taiwan. Perdagangan bilateral dua negara itu senilai USD 273 miliar (Rp 4,06 kuadriliun) tahun lalu, 33 persen dari total perdagangan Taiwan dengan seluruh dunia.

’’Mereka yang bermain api tidak akan berakhir dengan baik, dan mereka yang menyinggung Tiongkok akan dihukum,’’ ujar Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi kepada para jurnalis saat menghadiri KTT ASEAN di Kamboja.

Sementara itu, dalam kunjungannya, Pelosi mempertanyakan motif pemerintah Tiongkok yang akan merespons kunjungannya dengan serius. Menurut dia, perlu diperjelas bahwa AS berkomitmen atas keamanan Taiwan.

Kunjungan tersebut juga terkait berbagi nilai-nilai demokrasi dan kebebasan, serta bagaimana Taiwan telah menjadi contoh bagi dunia. ’’Delegasi kami datang ke Taiwan untuk menegaskan bahwa kami (AS, Red) tidak akan meninggalkan Taiwan dan kami bangga dengan persahabatan kami yang langgeng,’’ ujar Pelosi, seperti dikutip The Guardian.

Beberapa pengamat menilai bahwa peluang Tiongkok menyerang Taiwan ada, tapi kecil. Sebab, Beijing mempertimbangkan bantuan Washington ke Taipei. Presiden AS Joe Biden pada Mei lalu mengatakan bahwa Washington akan membela Taiwan dari setiap serangan Tiongkok. Meski beberapa jam setelahnya Gedung Putih mengklarifikasi bahwa pernyataan itu bermaksud bahwa AS akan menyediakan senjata militer sesuai dengan kesepakatan yang ada.

’’Kendala besar di kedua pihak masih berupa risiko perang yang akan terlalu mahal dari perspektif keduanya,’’ ujar Direktur Analisis untuk Tiongkok dan Asia Utara di Control Risks Andrew Gilholm, seperti dikutip Bloomberg TV.

Namun, ada kemungkinan salah satu pihak berani mengambil risiko jika ada dorongan dari dalam negeri. Jika Tiongkok sampai menyerang, perusahaan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) tidak akan beroperasi. Padahal, Taiwan merupakan salah satu penghasil semikonduktor terbesar di dunia.

Buntut Kunjungan Pelosi, Beijing Sanksi Taipei

Tiongkok langsung merespons kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan. Beijing menggelar latihan tempur di laut dan udara yang mengelilingi Taipei serta menjatuhkan sanksi perdagangan.

Bukan hanya itu, kemarin 27 jet tempur Tiongkok dilaporkan memasuki area pertahanan udara Taiwan. Negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping tersebut memang sudah memperingatkan agar Pelosi tidak berkunjung ke negara yang diklaim sebagai bagian wilayah mereka itu. Namun, Pelosi bergeming dan tetap datang.

Hanya beberapa jam setelah dia menginjakkan kaki di Taipei pada Selasa (2/8) malam, Beijing mengumumkan akan melakukan latihan militer selama enam hari ke depan. Latihan yang dimulai kemarin itu melibatkan jet tempur siluman J-20 dan uji tembak rudal konvensional.

Sebelum kedatangan Pelosi, Taiwan juga menjadi target peretasan. Pelakunya belum diketahui. Peretas itu berusaha masuk ke situs web kantor kepresidenan Taiwan.

Kantor berita Xinhua yang dikelola pemerintah Tiongkok juga melaporkan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) akan melakukan latihan tembakan langsung yang diperluas, terhitung mulai 4–7 Agustus di enam wilayah berbeda di sekitar Taiwan. Menurut Taiwan, tindakan Tiongkok itu melanggar aturan PBB, menginvasi ruang teritorialnya, dan serupa dengan blokade wilayah udara serta laut mereka.

Beijing juga menangguhkan beberapa perdagangan dengan Taiwan. Di antaranya, penghentian impor buah dan ikan dari Taiwan serta eskpor pasir alam ke Taipei. Selama ini, Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Taiwan. Perdagangan bilateral dua negara itu senilai USD 273 miliar (Rp 4,06 kuadriliun) tahun lalu, 33 persen dari total perdagangan Taiwan dengan seluruh dunia.

’’Mereka yang bermain api tidak akan berakhir dengan baik, dan mereka yang menyinggung Tiongkok akan dihukum,’’ ujar Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi kepada para jurnalis saat menghadiri KTT ASEAN di Kamboja.

Sementara itu, dalam kunjungannya, Pelosi mempertanyakan motif pemerintah Tiongkok yang akan merespons kunjungannya dengan serius. Menurut dia, perlu diperjelas bahwa AS berkomitmen atas keamanan Taiwan.

Kunjungan tersebut juga terkait berbagi nilai-nilai demokrasi dan kebebasan, serta bagaimana Taiwan telah menjadi contoh bagi dunia. ’’Delegasi kami datang ke Taiwan untuk menegaskan bahwa kami (AS, Red) tidak akan meninggalkan Taiwan dan kami bangga dengan persahabatan kami yang langgeng,’’ ujar Pelosi, seperti dikutip The Guardian.

Beberapa pengamat menilai bahwa peluang Tiongkok menyerang Taiwan ada, tapi kecil. Sebab, Beijing mempertimbangkan bantuan Washington ke Taipei. Presiden AS Joe Biden pada Mei lalu mengatakan bahwa Washington akan membela Taiwan dari setiap serangan Tiongkok. Meski beberapa jam setelahnya Gedung Putih mengklarifikasi bahwa pernyataan itu bermaksud bahwa AS akan menyediakan senjata militer sesuai dengan kesepakatan yang ada.

’’Kendala besar di kedua pihak masih berupa risiko perang yang akan terlalu mahal dari perspektif keduanya,’’ ujar Direktur Analisis untuk Tiongkok dan Asia Utara di Control Risks Andrew Gilholm, seperti dikutip Bloomberg TV.

Namun, ada kemungkinan salah satu pihak berani mengambil risiko jika ada dorongan dari dalam negeri. Jika Tiongkok sampai menyerang, perusahaan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) tidak akan beroperasi. Padahal, Taiwan merupakan salah satu penghasil semikonduktor terbesar di dunia.

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/