alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Pimpin Pertemuan Menlu ASEAN-Rusia, Retno Dorong Kerja Sama Vaksin

RADARSOLO.ID – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mendorong kerja sama produksi vaksin Covid-19 pada Pertemuan Khusus Tingkat Menteri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Rusia yang berlangsung secara virtual, Selasa (6/7).

Dalam pertemuan yang dipimpin bersama oleh Menlu Retno dan Menlu Rusia Sergey Lavrov, para menlu yang hadir membahas kerja sama kemitraan strategis ASEAN-Rusia yang pada 2021 memasuki tahun ke-25.

Retno juga mendorong penguatan kerja sama dalam sektor kesehatan. Khususnya penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.

“Kenaikan kasus Covid-19, kemunculan berbagai varian baru dan kesenjangan vaksinasi global merupakan pengingat bahwa ASEAN dan Rusia harus bekerja sama dengan lebih baik dalam menghadapi pandemi,” ujar Menlu Retno dalam pidato pembukaannya.

“Namun di sisi lain, upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan tetap harus menjadi perhatian utama,” imbuh dia.

Untuk itu, Retno menyoroti pentingnya kerja sama penanganan pandemi dengan mendorong Rusia agar mendukung pemenuhan kebutuhan vaksin di kawasan melalui skema berbagi dosis (doses-sharing). Memprioritaskan negara ASEAN sebagai penerima vaksin Rusia, serta menjajaki kemungkinan produksi vaksin bersama (joint-production) dengan negara anggota ASEAN.

Menlu juga mengajak ASEAN dan Rusia untuk bersama-sama memperkuat dukungan terhadap fasilitas berbagi vaksin global COVAX, negosiasi penghapusan paten vaksin (TRIPS Waiver), serta kesetaraan pengakuan terhadap vaksin.

Selain itu, Retno menegaskan pentingnya penguatan ketahanan kesehatan kawasan. Kolaborasi dengan Rusia diharapkan dapat meningkatkan kemandirian kawasan dalam industri kesehatan dan farmasi, penelitian serta penguatan sistem pencegahan dini kawasan.

“ASEAN-Rusia juga memiliki tanggung jawab untuk memperkuat WHO dan tatanan kesehatan global guna mengantisipasi munculnya pandemi di masa mendatang,” kata Retno, merujuk pada Organisasi Kesehatan Dunia.

Terkait arsitektur kawasan, Retno melihat persamaan prinsip-prinsip visi Rusia mengenai arsitektur kawasan dan pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik (ASEAN Outlook on The Indo Pacific/AOIP), yang menjadi semakin relevan pada masa pandemi.

“Saatnya kita mengedepankan kerja sama dibandingkan persaingan, kolaborasi dibandingkan kompetisi,” imbuh Retno.

Indonesia juga mengajak Rusia untuk mendukung sentralitas ASEAN serta upaya mengatasi situasi di Myanmar, termasuk implementasi konsensus lima poin.

Terkait usulan Rusia untuk menyelenggarakan Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN Rusia pada Oktober 2021, Menlu Retno menekankan bahwa KTT harus menjadi momentum penguatan kemitraan ASEAN dan Rusia. Ini guna mengatasi berbagai tantangan dan juga meningkatkan kontribusi Rusia di kawasan.

Pertemuan yang diselenggarakan untuk mendorong komitmen dan peran aktif Rusia di kawasan Asia Tenggara tersebut telah menghasilkan dokumen berupa co-chairs summary, yang pada intinya menyepakati untuk mempercepat proses pemulihan pascapandemi. Termasuk menekan dampak-dampak sosio-ekonomi, mengembalikan stabilitas makroekonomi dan finansial, rantai pasok, konektivitas, dan memperkuat ketahanan lingkungan.

Pertemuan juga menyepakati rencana diselenggarakannya KTT ASEAN-Russia pada Oktober 2021, dan berbagai kesepakatan kerja sama di berbagai bidang. Antara lain keamanan maritim, keamanan teknologi komunikasi dan informasi, penanganan bencana, serta penanggulangan terorisme dan kejahatan lintas batas.

Rusia telah menjadi mitra strategis ASEAN sejak 1996. Dalam kurun waktu 25 tahun tersebut telah mengembangkan hubungan dan kerja sama yang erat di berbagai bidang, termasuk politik dan keamanan, ekonomi, sosial dan budaya. Indonesia menjadi negara koordinator kemitraan ASEAN-Rusia untuk periode 2018-2021. (Antara)


RADARSOLO.ID – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mendorong kerja sama produksi vaksin Covid-19 pada Pertemuan Khusus Tingkat Menteri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Rusia yang berlangsung secara virtual, Selasa (6/7).

Dalam pertemuan yang dipimpin bersama oleh Menlu Retno dan Menlu Rusia Sergey Lavrov, para menlu yang hadir membahas kerja sama kemitraan strategis ASEAN-Rusia yang pada 2021 memasuki tahun ke-25.

Retno juga mendorong penguatan kerja sama dalam sektor kesehatan. Khususnya penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.

“Kenaikan kasus Covid-19, kemunculan berbagai varian baru dan kesenjangan vaksinasi global merupakan pengingat bahwa ASEAN dan Rusia harus bekerja sama dengan lebih baik dalam menghadapi pandemi,” ujar Menlu Retno dalam pidato pembukaannya.

“Namun di sisi lain, upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan tetap harus menjadi perhatian utama,” imbuh dia.

Untuk itu, Retno menyoroti pentingnya kerja sama penanganan pandemi dengan mendorong Rusia agar mendukung pemenuhan kebutuhan vaksin di kawasan melalui skema berbagi dosis (doses-sharing). Memprioritaskan negara ASEAN sebagai penerima vaksin Rusia, serta menjajaki kemungkinan produksi vaksin bersama (joint-production) dengan negara anggota ASEAN.

Menlu juga mengajak ASEAN dan Rusia untuk bersama-sama memperkuat dukungan terhadap fasilitas berbagi vaksin global COVAX, negosiasi penghapusan paten vaksin (TRIPS Waiver), serta kesetaraan pengakuan terhadap vaksin.

Selain itu, Retno menegaskan pentingnya penguatan ketahanan kesehatan kawasan. Kolaborasi dengan Rusia diharapkan dapat meningkatkan kemandirian kawasan dalam industri kesehatan dan farmasi, penelitian serta penguatan sistem pencegahan dini kawasan.

“ASEAN-Rusia juga memiliki tanggung jawab untuk memperkuat WHO dan tatanan kesehatan global guna mengantisipasi munculnya pandemi di masa mendatang,” kata Retno, merujuk pada Organisasi Kesehatan Dunia.

Terkait arsitektur kawasan, Retno melihat persamaan prinsip-prinsip visi Rusia mengenai arsitektur kawasan dan pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik (ASEAN Outlook on The Indo Pacific/AOIP), yang menjadi semakin relevan pada masa pandemi.

“Saatnya kita mengedepankan kerja sama dibandingkan persaingan, kolaborasi dibandingkan kompetisi,” imbuh Retno.

Indonesia juga mengajak Rusia untuk mendukung sentralitas ASEAN serta upaya mengatasi situasi di Myanmar, termasuk implementasi konsensus lima poin.

Terkait usulan Rusia untuk menyelenggarakan Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN Rusia pada Oktober 2021, Menlu Retno menekankan bahwa KTT harus menjadi momentum penguatan kemitraan ASEAN dan Rusia. Ini guna mengatasi berbagai tantangan dan juga meningkatkan kontribusi Rusia di kawasan.

Pertemuan yang diselenggarakan untuk mendorong komitmen dan peran aktif Rusia di kawasan Asia Tenggara tersebut telah menghasilkan dokumen berupa co-chairs summary, yang pada intinya menyepakati untuk mempercepat proses pemulihan pascapandemi. Termasuk menekan dampak-dampak sosio-ekonomi, mengembalikan stabilitas makroekonomi dan finansial, rantai pasok, konektivitas, dan memperkuat ketahanan lingkungan.

Pertemuan juga menyepakati rencana diselenggarakannya KTT ASEAN-Russia pada Oktober 2021, dan berbagai kesepakatan kerja sama di berbagai bidang. Antara lain keamanan maritim, keamanan teknologi komunikasi dan informasi, penanganan bencana, serta penanggulangan terorisme dan kejahatan lintas batas.

Rusia telah menjadi mitra strategis ASEAN sejak 1996. Dalam kurun waktu 25 tahun tersebut telah mengembangkan hubungan dan kerja sama yang erat di berbagai bidang, termasuk politik dan keamanan, ekonomi, sosial dan budaya. Indonesia menjadi negara koordinator kemitraan ASEAN-Rusia untuk periode 2018-2021. (Antara)

Populer

Berita Terbaru