alexametrics
29 C
Surakarta
Monday, 4 July 2022

Kemenlu Pastikan Tak Ada WNI Terdampak Kontroversi Antimuslim di India

RADARSOLO.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak situasi di India. Menyusul kontroversi pernyataan politikus India yang menghina Nabi Muhammad.

“Kami bisa menjamin tidak ada WNI yang sampai sekarang menghadapi permasalahan dengan adanya kontroversi yang terjadi,” kata Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah, Kamis (9/6).

Merespons pernyataan antimuslim tersebut, pejabat Kemenlu telah bertemu dengan duta besar India di Jakarta guna mendapatkan penjelasan. Dan telah mencatat bahwa politikus yang mengeluarkan pernyataan itu sudah diberhentikan dari Partai Bharatiya Janata (BJP), pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.

“Dengan demikian kita berharap kondisi di India bisa lebih baik lagi. Ini tentunya merupakan satu tantangan tersendiri bagi India dan Indonesia sebagai negara yang pluralistik dalam mengelola keberagaman antarsuku, agama, kelompok, dan kebudayaan,” ujar Faizasyah.

Sebagai informasi, India telah memperketat keamanan publik setelah beredarnya surat peringatan serangan gerilyawan Islam. Hal itu untuk membalas pernyataan yang menghina Nabi Muhammad oleh juru bicara BJP Nupur Sharma.

Pernyataan Sharma dalam debat di stasiun televisi memicu kegemparan di antara muslim di India dan memicu protes diplomatik dari negara-negara Islam yang menuntut permintaan maaf dari Pemerintah India.

Sharma telah diskors dari partai. Sementara juru bicara lain, yaitu Naveen Kumar Jindal dikeluarkan karena komentarnya tentang Islam di media sosial.

Polisi di India utara menangkap seorang pemimpin pemuda BJP karena mengunggah komentar antimuslim di media sosial, bersama 50 orang lainnya yang ambil bagian dalam kerusuhan sporadis di kalangan minoritas muslim di beberapa bagian India pekan lalu.

Pada Senin (6/6), Kementerian Luar Negeri India mengatakan bahwa cuitan dan komentar menghina sama sekali tidak mencerminkan pandangan pemerintah.

Instruksi telah dikeluarkan kepada beberapa anggota senior BJP untuk sangat berhati-hati ketika berbicara tentang agama di ruang publik.

Sejumlah pemimpin dari negara Islam termasuk Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Iran, dan Afghanistan menuntut permintaan maaf dari India dan memanggil diplomat untuk memprotes pernyataan anti-Islam tersebut.

Sebanyak 57 anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang berpengaruh mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penghinaan itu datang dalam konteks suasana kebencian yang semakin intens terhadap Islam di India dan pelecehan sistematis terhadap umat Islam. (Antara)

RADARSOLO.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak situasi di India. Menyusul kontroversi pernyataan politikus India yang menghina Nabi Muhammad.

“Kami bisa menjamin tidak ada WNI yang sampai sekarang menghadapi permasalahan dengan adanya kontroversi yang terjadi,” kata Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah, Kamis (9/6).

Merespons pernyataan antimuslim tersebut, pejabat Kemenlu telah bertemu dengan duta besar India di Jakarta guna mendapatkan penjelasan. Dan telah mencatat bahwa politikus yang mengeluarkan pernyataan itu sudah diberhentikan dari Partai Bharatiya Janata (BJP), pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.

“Dengan demikian kita berharap kondisi di India bisa lebih baik lagi. Ini tentunya merupakan satu tantangan tersendiri bagi India dan Indonesia sebagai negara yang pluralistik dalam mengelola keberagaman antarsuku, agama, kelompok, dan kebudayaan,” ujar Faizasyah.

Sebagai informasi, India telah memperketat keamanan publik setelah beredarnya surat peringatan serangan gerilyawan Islam. Hal itu untuk membalas pernyataan yang menghina Nabi Muhammad oleh juru bicara BJP Nupur Sharma.

Pernyataan Sharma dalam debat di stasiun televisi memicu kegemparan di antara muslim di India dan memicu protes diplomatik dari negara-negara Islam yang menuntut permintaan maaf dari Pemerintah India.

Sharma telah diskors dari partai. Sementara juru bicara lain, yaitu Naveen Kumar Jindal dikeluarkan karena komentarnya tentang Islam di media sosial.

Polisi di India utara menangkap seorang pemimpin pemuda BJP karena mengunggah komentar antimuslim di media sosial, bersama 50 orang lainnya yang ambil bagian dalam kerusuhan sporadis di kalangan minoritas muslim di beberapa bagian India pekan lalu.

Pada Senin (6/6), Kementerian Luar Negeri India mengatakan bahwa cuitan dan komentar menghina sama sekali tidak mencerminkan pandangan pemerintah.

Instruksi telah dikeluarkan kepada beberapa anggota senior BJP untuk sangat berhati-hati ketika berbicara tentang agama di ruang publik.

Sejumlah pemimpin dari negara Islam termasuk Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Iran, dan Afghanistan menuntut permintaan maaf dari India dan memanggil diplomat untuk memprotes pernyataan anti-Islam tersebut.

Sebanyak 57 anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang berpengaruh mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penghinaan itu datang dalam konteks suasana kebencian yang semakin intens terhadap Islam di India dan pelecehan sistematis terhadap umat Islam. (Antara)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/