alexametrics
24.9 C
Surakarta
Wednesday, 26 January 2022

Jadi Perdebatan, Peneliti Siprus Yakin Temukan Covid Varian Baru Deltacron

RADARSOLO.ID – Temuan peneliti Siprus terkait varian baru Covid-19 yang diklaim olehnya menimbulkan kontroversi di dunia medis. Peneliti tersebut yakin dirinya sudah menemukan varian baru, gabungan dari Delta dan Omicron atau yang dia juluki sebagai Deltacron. Namun demikian, peneliti lain menyanggah anggapan tersebut.

Seorang ilmuwan Siprus tetap yakin dan membela pernyataannya bahwa ada jenis baru Covid-19 yang menggabungkan karakteristik varian Delta dan Omicron atau dijuluki Deltacron.

Sementara ilmuwan lain justru menilai temuan itu hanya kesalahan dari pemeriksaan di laboratorium. Peneliti lain berspekulasi bahwa temuan Profesor Leontios Kostrikis adalah hasil dari kontaminasi laboratorium.

“Infeksi Deltacron lebih tinggi di antara pasien yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 daripada di antara pasien yang tidak dirawat di rumah sakit, sehingga mengesampingkan hipotesis kontaminasi,” kata sang penemu Deltacron, Prof Kostrikis, seorang profesor ilmu biologi di Universitas Siprus dan kepala Laboratorium Bioteknologi dan Virologi Molekuler seperti dilansir dari Straits Times, Senin (10/1).

Terlebih lagi, sampel diproses dalam beberapa prosedur pengurutan di lebih dari satu negara. Setidaknya satu urutan dari Israel yang disimpan dalam database global menunjukkan karakteristik genetik Deltacron.

“Temuan ini membantah pernyataan tidak berdokumen bahwa Deltacron adalah hasil dari kesalahan teknis,” kata Kostrikis.

Gen virus menentukan bentuk protein yang melakukan sejumlah tugas spesifik. Omicron dan Delta masing-masing memiliki mutasi pada protein lonjakan yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk memasuki sel manusia, dengan Omicron menjadi lebih menular sebagai hasilnya.

Menteri Kesehatan Siprus Michael Hadjipantela mengatakan, varian baru tidak menjadi perhatian. Dan rincian lebih lanjut akan diberikan pada konferensi pers pekan ini. (JPG/ria)

 

RADARSOLO.ID – Temuan peneliti Siprus terkait varian baru Covid-19 yang diklaim olehnya menimbulkan kontroversi di dunia medis. Peneliti tersebut yakin dirinya sudah menemukan varian baru, gabungan dari Delta dan Omicron atau yang dia juluki sebagai Deltacron. Namun demikian, peneliti lain menyanggah anggapan tersebut.

Seorang ilmuwan Siprus tetap yakin dan membela pernyataannya bahwa ada jenis baru Covid-19 yang menggabungkan karakteristik varian Delta dan Omicron atau dijuluki Deltacron.

Sementara ilmuwan lain justru menilai temuan itu hanya kesalahan dari pemeriksaan di laboratorium. Peneliti lain berspekulasi bahwa temuan Profesor Leontios Kostrikis adalah hasil dari kontaminasi laboratorium.

“Infeksi Deltacron lebih tinggi di antara pasien yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 daripada di antara pasien yang tidak dirawat di rumah sakit, sehingga mengesampingkan hipotesis kontaminasi,” kata sang penemu Deltacron, Prof Kostrikis, seorang profesor ilmu biologi di Universitas Siprus dan kepala Laboratorium Bioteknologi dan Virologi Molekuler seperti dilansir dari Straits Times, Senin (10/1).

Terlebih lagi, sampel diproses dalam beberapa prosedur pengurutan di lebih dari satu negara. Setidaknya satu urutan dari Israel yang disimpan dalam database global menunjukkan karakteristik genetik Deltacron.

“Temuan ini membantah pernyataan tidak berdokumen bahwa Deltacron adalah hasil dari kesalahan teknis,” kata Kostrikis.

Gen virus menentukan bentuk protein yang melakukan sejumlah tugas spesifik. Omicron dan Delta masing-masing memiliki mutasi pada protein lonjakan yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk memasuki sel manusia, dengan Omicron menjadi lebih menular sebagai hasilnya.

Menteri Kesehatan Siprus Michael Hadjipantela mengatakan, varian baru tidak menjadi perhatian. Dan rincian lebih lanjut akan diberikan pada konferensi pers pekan ini. (JPG/ria)

 

Populer

Berita Terbaru