alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Italia Peringatkan Penyalahgunaan Obat Herpes sebagai Obat Covid

RADARSOLO.ID – Badan Pengawas Obat Italia AIFA memeringatkan tentang penyalahgunaan obat antivirus ilegal sebagai pengobatan Covid-19. Hal ini berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Para pejabat badan pengawas mengatakan, kementerian kesehatan negara setempat telah memeringatkan mereka mengenai tingginya permintaan impor Parvulan. Yakni obat antivirus yang biasanya digunakan untuk Herpes Zoster.

Obat itu tidak mengantongi izin di Italia. Namun, resmi terdaftar dan dipasarkan di Brazil.

Menurut AIFA, permintaan dari pelanggan di Italia menunjukkan bahwa Parvulan sedang diusulkan digunakan tanpa ada persetujuan, untuk penggunaan lain di luar kegunaan aslinya. Yakni sebagai pengobatan pencegahan Covid-19, pengganti vaksin resmi.

“Penggunaan obat Parvulan dalam pencegahan penyakit infeksi Sars-COV-2 tidak didukung oleh bukti sekecil apapun, di bawah profil efikasi dan keamanan,” kata AIFA.

Badan tersebut menambahkan, komite ilmiah mereka bahkan belum mengizinkannya dalam uji klinis.

“Oleh karena itu, kemungkinan penggunaan obat tersebut sebagai pengganti vaksin resmi berpotensi membahayakan kesehatan manusia,” papar AIFA.

Bahayanya bukan hanya karena kurangnya keamanan dalam penggunaannya. Namun juga karena nalar perlindungan yang tidak dibenarkan untuk pasien. Mengingat minimnya data efikasi. (Antara)


RADARSOLO.ID – Badan Pengawas Obat Italia AIFA memeringatkan tentang penyalahgunaan obat antivirus ilegal sebagai pengobatan Covid-19. Hal ini berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Para pejabat badan pengawas mengatakan, kementerian kesehatan negara setempat telah memeringatkan mereka mengenai tingginya permintaan impor Parvulan. Yakni obat antivirus yang biasanya digunakan untuk Herpes Zoster.

Obat itu tidak mengantongi izin di Italia. Namun, resmi terdaftar dan dipasarkan di Brazil.

Menurut AIFA, permintaan dari pelanggan di Italia menunjukkan bahwa Parvulan sedang diusulkan digunakan tanpa ada persetujuan, untuk penggunaan lain di luar kegunaan aslinya. Yakni sebagai pengobatan pencegahan Covid-19, pengganti vaksin resmi.

“Penggunaan obat Parvulan dalam pencegahan penyakit infeksi Sars-COV-2 tidak didukung oleh bukti sekecil apapun, di bawah profil efikasi dan keamanan,” kata AIFA.

Badan tersebut menambahkan, komite ilmiah mereka bahkan belum mengizinkannya dalam uji klinis.

“Oleh karena itu, kemungkinan penggunaan obat tersebut sebagai pengganti vaksin resmi berpotensi membahayakan kesehatan manusia,” papar AIFA.

Bahayanya bukan hanya karena kurangnya keamanan dalam penggunaannya. Namun juga karena nalar perlindungan yang tidak dibenarkan untuk pasien. Mengingat minimnya data efikasi. (Antara)

Populer

Berita Terbaru