alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Pengedar Serial Squid Game Bajakan di Korea Utara Diganjar Hukuman Mati

RADARSOLO.ID – Seorang pria di Korea Utara dijatuhi hukuman mati setelah ditangkap atas kasus penyelundupan dan menjual salinan serial Netflix paling populer, Squid Game. Hukuman mati itu didasari atas penangkapan tujuh siswa sekolah menengah yang sedang menonton serial tersebut di sekolah.

“Kasus ini dimulai pada Minggu lalu, di mana seorang siswa sekolah menengah secara diam-diam membeli USB flash drive berisi serial Squid Game dan menontonnya dengan salah satu sahabatnya di kelas,” ungkap salah seorang penegak hukum di provinsi Hamgyong Utara.

Salinan dari serial yang mulai debut pada 17 September lalu itu dibawa oleh penyelundup dari Tiongkok ke Korea Utara. Pelaku akan mendapatkan hukuman mati.

Sementara itu, seorang siswa yang membeli video bajakan tersebut akan menerima hukuman seumur hidup. Sedangkan keenam teman lain yang ikut menonton Squid Game ini dijatuhi hukuman kerja paksa selama lima tahun.

Tak hanya itu, guru dan pihak administrasi sekolah tempat siswa-siswa itu belajar, telah dipecat dan akan menghadapi hukuman kerja paksa di tambang terpencil. Kasus ini mengacu pada Undang-Undang Penghapusan Pemikiran dan Budaya Reaksioner yang diberlakukan sejak 2020 lalu.

Undang-undang ini berfungsi untuk mencegah warga dari menonton, menyimpan, serta mendistribusikan baik media maupun informasi dari negara kapitalis, di antaranya Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Sebenarnya Tiongkok tidak memiliki layanan streaming Netflix. Namun, serial ini telah dibajak dan tersebar di 60 situs streaming di negara tersebut. Pembajakan ini dikarenakan Squid Game merupakan acara yang paling banyak ditonton dan telah mencapai 1,65 miliar jam tayang dalam empat minggu pertama. (Antara/mga/ria)

RADARSOLO.ID – Seorang pria di Korea Utara dijatuhi hukuman mati setelah ditangkap atas kasus penyelundupan dan menjual salinan serial Netflix paling populer, Squid Game. Hukuman mati itu didasari atas penangkapan tujuh siswa sekolah menengah yang sedang menonton serial tersebut di sekolah.

“Kasus ini dimulai pada Minggu lalu, di mana seorang siswa sekolah menengah secara diam-diam membeli USB flash drive berisi serial Squid Game dan menontonnya dengan salah satu sahabatnya di kelas,” ungkap salah seorang penegak hukum di provinsi Hamgyong Utara.

Salinan dari serial yang mulai debut pada 17 September lalu itu dibawa oleh penyelundup dari Tiongkok ke Korea Utara. Pelaku akan mendapatkan hukuman mati.

Sementara itu, seorang siswa yang membeli video bajakan tersebut akan menerima hukuman seumur hidup. Sedangkan keenam teman lain yang ikut menonton Squid Game ini dijatuhi hukuman kerja paksa selama lima tahun.

Tak hanya itu, guru dan pihak administrasi sekolah tempat siswa-siswa itu belajar, telah dipecat dan akan menghadapi hukuman kerja paksa di tambang terpencil. Kasus ini mengacu pada Undang-Undang Penghapusan Pemikiran dan Budaya Reaksioner yang diberlakukan sejak 2020 lalu.

Undang-undang ini berfungsi untuk mencegah warga dari menonton, menyimpan, serta mendistribusikan baik media maupun informasi dari negara kapitalis, di antaranya Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Sebenarnya Tiongkok tidak memiliki layanan streaming Netflix. Namun, serial ini telah dibajak dan tersebar di 60 situs streaming di negara tersebut. Pembajakan ini dikarenakan Squid Game merupakan acara yang paling banyak ditonton dan telah mencapai 1,65 miliar jam tayang dalam empat minggu pertama. (Antara/mga/ria)

Populer

Berita Terbaru