alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Pfizer Gugat Mantan Pegawai, Diduga Curi Rahasia Vaksin Covid

RADARSOLO.ID – Pfizer Inc telah menggugat pegawai lama dengan dugaan pencurian ‘angka-angka’ dari dokumen rahasia, termasuk yang berkaitan dengan vaksin Covid-19.

Dalam sebuah laporan yang diajukan di pengadilan distrik San Diego, Amerika Serikat pada Selasa (25/11), Pfizer mengatakan, pegawai lama mereka Chun Xiao Li melanggar perjanjian kerahasiaan, dengan mengunggah lebih dari 12.000 dokumen tanpa izin dari laptop milik perusahaan.

Bukti dari dugaan tersebut termasuk “buku pedoman” 24 September. Berisi penilaian dan rekomendasi internal tentang vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech (22UAy.DE), hubungan Pfizer dengan mitra vaksin Jerman, dan presentasi terkait antibodi kanker.

Pfizer mengatakan, Li mencoba berulang kali untuk menutupi jejaknya.

“Li telah menyesatkan Pfizer tentang apa yang dia ambil, bagaimana dia mengambilnya, kapan dan mengapa dia melakukannya, dan di mana file-file itu (dan mungkin yang lain) dapat ditemukan,” kata produsen obat yang berbasis di New York itu.

Pfizer menambahkan, Li mengundurkan diri setelah 15 tahun di perusahaan. Dan dia tampaknya mendapat tawaran untuk bergabung dengan Xencor Inc (XNCR.O), sebuah perusahaan tahap klinis California yang berfokus pada perawatan untuk kanker dan penyakit autoimun.

Li tidak bisa dihubungi untuk dimintai keterangan melalui akun LinkedIn nya. Sementara pihak Xencor menolak untuk berkomentar.

Diakui Pfizer, para pesaing telah berusaha merekrut karyawan mereka tanpa henti. Terutama sepanjang 2021.

Dalam perintah pada Selasa (25/11) malam, Hakim Distrik A.S. Cathy Ann Bencivengo untuk sementara memblokir Li menggunakan rahasia dagang Pfizer.

Cathy mengatakan, pengacara perusahaan dapat meninjau akun dan perangkat di mana Li mungkin menyimpannya.

Hakim menjadwalkan sidang kasus ini pada 9 Desember mendatang. Serta mempertimbangkan perintah pemblokiran akun Li untuk waktu yang lebih lama. (mgd/ria)

RADARSOLO.ID – Pfizer Inc telah menggugat pegawai lama dengan dugaan pencurian ‘angka-angka’ dari dokumen rahasia, termasuk yang berkaitan dengan vaksin Covid-19.

Dalam sebuah laporan yang diajukan di pengadilan distrik San Diego, Amerika Serikat pada Selasa (25/11), Pfizer mengatakan, pegawai lama mereka Chun Xiao Li melanggar perjanjian kerahasiaan, dengan mengunggah lebih dari 12.000 dokumen tanpa izin dari laptop milik perusahaan.

Bukti dari dugaan tersebut termasuk “buku pedoman” 24 September. Berisi penilaian dan rekomendasi internal tentang vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech (22UAy.DE), hubungan Pfizer dengan mitra vaksin Jerman, dan presentasi terkait antibodi kanker.

Pfizer mengatakan, Li mencoba berulang kali untuk menutupi jejaknya.

“Li telah menyesatkan Pfizer tentang apa yang dia ambil, bagaimana dia mengambilnya, kapan dan mengapa dia melakukannya, dan di mana file-file itu (dan mungkin yang lain) dapat ditemukan,” kata produsen obat yang berbasis di New York itu.

Pfizer menambahkan, Li mengundurkan diri setelah 15 tahun di perusahaan. Dan dia tampaknya mendapat tawaran untuk bergabung dengan Xencor Inc (XNCR.O), sebuah perusahaan tahap klinis California yang berfokus pada perawatan untuk kanker dan penyakit autoimun.

Li tidak bisa dihubungi untuk dimintai keterangan melalui akun LinkedIn nya. Sementara pihak Xencor menolak untuk berkomentar.

Diakui Pfizer, para pesaing telah berusaha merekrut karyawan mereka tanpa henti. Terutama sepanjang 2021.

Dalam perintah pada Selasa (25/11) malam, Hakim Distrik A.S. Cathy Ann Bencivengo untuk sementara memblokir Li menggunakan rahasia dagang Pfizer.

Cathy mengatakan, pengacara perusahaan dapat meninjau akun dan perangkat di mana Li mungkin menyimpannya.

Hakim menjadwalkan sidang kasus ini pada 9 Desember mendatang. Serta mempertimbangkan perintah pemblokiran akun Li untuk waktu yang lebih lama. (mgd/ria)

Populer

Berita Terbaru