RADARSOLO.COM - Gelombang panas (heat wave) melanda sejumlah negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan dalam beberapa hari ke depan.
Cuaca ekstrem gelombang panas dengan suhu hampir mencapai 45 derajat Celcius, menyebabkan ditutupnya sekolah-sekolah dan dikeluarkannya peringatan kesehatan oleh otoritas setempat.
Gelombang panas yang melanda Filipina hingga Thailand dan dari India hingga Bangladesh itu diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Badan metereologi setempat memperingatkan suhu udara bisa menembus 40 derajat Celcius.
Di Manila, Filipina, suhu panas mencapai rekor tertinggi hingga 38,3 derajat Celcius pada Sabtu (27/4) lalu.
Puluhan ribu sekolah negeri terpaksa ditutup karena cuaca ekstrem ini.
Di mana transportasi masal rencananya juga berhenti beroperasi sementara secara nasional.
“Mengingat prakiraan indeks panas terkini… dan rencana pemogokan transportasi nasional, semua sekolah negeri akan menerapkan pembelajaran jarak jauh pada 29 dan 30 April 2024,” kata Departemen Pendidikan Filipina.
Cuaca ekstrem ini diperkirakan masih terus berlangsung hingga pertengahan Mei.
Penutupan sementara sekolah-sekolah juga terjadi di Bangladesh, akibat gelombang panas atau heat wave.
Menyusul prediksi badan metereologi setempat bahwa gelombang panas masih akan terjadi hingga tiga hari ke depan, tanpa adanya hujan.
Salah satu media lokal di negara itu melaporkan, sedikitnya delapan orang, termasuk dua guru sekolah, meninggal pada hari pertama sekolah.
Suhu di Ibu Kota Dhaka dilaporkan mencapai 39 derajat Celcius pada Senin (29/4).
Sementara suhu tertinggi musim ini mencapai 42,7 derajat Celcius, terjadi di distrik Chuadanga pada Jumat (26/4).
Di sisi lain, suhu panas ekstrem mencapai 44,1 derajat Celcius terjadi di Thailand.
Bahkan, tercatat sedikitnya 30 orang meninggal karena gelombang panas di Thailand sepanjang tahun ini.
Kamboja, Myanmar dan Vietnam juga mengeluarkan peringatan suhu yang bisa mencapai 40 derajat Celcius dalam beberapa hari ke depan.
Suhu global mencapai rekor tertinggi pada tahun lalu. Badan cuaca dan iklim PBB mengatakan bahwa Asia mengalami pemanasan dengan sangat cepat.
Lalu, bagaimana dengan Indonesia?
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, suhu maksimum di Indonesia berada di atas 36.5 derajat Celcius, terjadi di sejumlah wilayah.
Peningkatan suhu udara di Indonesia, di antaranya terjadi di sebagian besar Sumatera, Jawa bagian barat dan tengah, sebagian Kalimantan dan Sulawesi, Maluku dan sebagian besar Papua.
Misalnya di Saumlaki, Maluku, suhu udara sempat mencapau 37,7 derajat Celcius.
Kemudian, di Palu, Sulawesi Tengah, suhu maksimal mencapai 36,8 derajat Celcius pada Selasa (23/4) lalu
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menyampaikan, fenomena suhu panas di Indonesia terjadi karena posisi semu matahari pada bulan April berada dekat sekitar khatulistiwa.
Sehingga suhu udara di sebagian wilayah Indonesia menjadi relatif cukup terik di siang hari.
Menurut Guswanto, fenomena suhu panas di Indonesia bukan merupakan heat wave.
"Jika ditinjau secara karakteristik fenomena maupun indikator statistik pengamatan suhu, tidak termasuk dalam kategori gelombang panas (heat wave), karena tidak memenuhi kriteria untuk disebut gelombang panas," ujar dia. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria