RADARSOLO.COM – Dunia berduka atas wafatnya Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik, yang berpulang pada Senin (21/4/2025) pagi waktu Vatikan.
Hanya sehari sebelumnya, beliau masih menyampaikan pesan damai yang menggetarkan hati dalam Pidato Paskah 2025.
Dalam pidato yang disampaikan pada Minggu (20/4/2025) di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Paus Fransiskus menyerukan perdamaian untuk Gaza, Ukraina, dan seluruh wilayah yang tengah dilanda konflik bersenjata.
"Saya menyerukan gencatan senjata segera, pembebasan para sandera, dan pengiriman bantuan kemanusiaan bagi warga sipil di Gaza yang menderita, termasuk komunitas Kristiani di sana," demikian isi pidato yang dibacakan oleh Uskup Agung Diego Ravelli mewakili Paus yang belum sepenuhnya pulih dari sakit.
Meski suaranya tidak terdengar langsung, Paus Fransiskus tetap hadir secara fisik dan memberikan berkat kepada lebih dari 35 ribu umat yang memadati Basilika Santo Petrus.
Pidato tersebut menjadi yang terakhir bagi Paus Fransiskus, sebelum akhirnya beliau menghembuskan napas terakhir keesokan paginya, yakni Senin (21/4/2025) pada pukul 07.35 waktu Vatikan.
Wafat Usai Pidato Damai
Wafatnya sang pemimpin Gereja Katolik ini diumumkan oleh Vatikan dalam pernyataan resmi:
"Dengan duka mendalam, kami mengumumkan wafatnya Bapa Suci kita Fransiskus. Ia telah kembali ke rumah Bapa pada pukul 07.35 pagi ini. Seluruh hidupnya didedikasikan untuk Tuhan dan Gereja-Nya," bunyi pernyataan Vatikan yang dikutip dari Reuters.
Paus Fransiskus, yang memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio, lahir di Buenos Aires, Argentina, pada 17 Desember 1936.
Ia merupakan Paus pertama dari Ordo Serikat Yesus (Jesuit), Paus pertama dari Amerika Latin, serta dari belahan bumi selatan.
Ia juga mencatat sejarah sebagai Paus pertama dari luar Eropa sejak abad ke-8.
Sepanjang pelayanannya, Fransiskus dikenal sebagai figur rendah hati dan vokal membela kaum tertindas, isu lingkungan, keadilan ekonomi, hingga hak imigran.
Paus Fransiskus sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Gemelli, Roma, sejak 14 Februari 2025 karena bronkitis.
Kondisinya memburuk dan didiagnosis pneumonia bilateral. Setelah 38 hari perawatan, beliau kembali ke kediaman Vatikan dan menjalani pemulihan intensif.
Sesuai permintaannya, jenazah ditempatkan di peti di kapel Vatikan dan upacara pemakaman dirancang sederhana.
"Paus Fransiskus menginginkan pemakaman yang menekankan imannya sebagai pendeta dan murid Kristus, bukan sebagai sosok berkuasa duniawi," ujar Uskup Agung Ravelli. (dam)
Editor : Damianus Bram