alexametrics
23.4 C
Surakarta
Thursday, 7 July 2022

Peringati Hari Buruh, Gubernur Jateng Datangi Dua Rusun

JAUH hari, pemerintah sudah mengimbau agar pada peringatan Hari Buruh Internasional, Sabtu (1/5), tidak dilakukan aksi yang melibatkan massa karena dikhawatirkan dapat menyebarkan Covid-19. Namun, itu bukan berarti perhatian terhadap kondisi buruh kendor. Apalagi di masa pandemi.

Seperti dilakukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dia mengunjungi dua rumah susun (rusun), yakni Rusun Pekunden di belakang Balai Kota Semarang dan Rusun Bandarharjo di Kecamatan Semarang Utara yang banyak ditempati buruh.

Di tempat itu, Ganjar membagikan paket sembako berisi beras, minyak, mi instan, teh, gula, snack lebaran dan lainnya. Ada pula ikan segar yang dibeli khusus para buruh.

Beberapa paket bahkan diantar langsung gubernur ke dalam kamar rusun. Ganjar menaiki tangga hingga lima lantai untuk langsung menyapa para buruh dan memberikan paket sembako. I

“Sehat bu, kok ndak pada kerja. Oh libur Hari Buruh thoKok nggak demo?” sapa Ganjar.

Nggak pak, lagi Covid. Mending di rumah saja daripada demo,” celetuk salah seorang buruh. Dalam obrolan santai itu, Ganjar mendapat masukan, termasuk aduan tentang banyak buruh yang di-PHK.

“Iya, May Day ini saya sengaja nengok rusun di Kota Semarang karena para penghuninya banyak yang buruh. Pada peringatan Hari Buruh ini kami mencoba membantu menunjukkan perhatian kami pada mereka,” ungkap Ganjar.

Gubernur berharap, buruh di Jawa Tengah tetap memiliki semangat untuk terus berkembang. Meskipun situasi pandemi belum bagus. “Terus semangat, karena Covid-19 tidak boleh membuat kita kalah,” tegasnya.

Ganjar menegaskan, sejumlah persoalan buruh akan segera dituntaskan. Mereka yang terkena PHK selama pandemi, diminta didata dan diberikan pelatihan.

“Ini saya bawa kepala dinas tenaga kerja, jadi langsung bisa ditindaklanjuti. Umpama tadi ada masukan banyak korban PHK, saya minta didata, dilatih sesuai keterampilan mereka. Kalau perlu peralatan, nanti kami sumbang, sehingga kalau mereka tidak bisa bekerja di tempat formal, mereka bisa mandiri dan jadi enterpreneur,” harapnya.

Erika, 29, salah seorang buruh yang rusunnya didatangi Ganjar tak menyangka bisa bertemu langsung gubernur dan mendapat bingkisan sembako.

Ndak pernah kepikiran didatangi Pak Ganjar. Alhamdulillah, sudah lama ingin bertemu. Ini didatangi dan dikasih bantuan juga. Senang sekali,” ujar buruh pabrik di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas ini.

Menurut Erika, kedatangan Ganjar ke rusun dan berdialog dengan buruh patut dicontoh kepala daerah lainnya sebagai bentuk perhatian nyata dari pemerintah.

“Jadi ndak usah demo. Kami pengen yang tenang. Soalnya ini masih Covid-19, takutnya kalau demo malah ketularan. Ini masih rawan, mending di rumah saja,” ujarnya. (eno/wa)

JAUH hari, pemerintah sudah mengimbau agar pada peringatan Hari Buruh Internasional, Sabtu (1/5), tidak dilakukan aksi yang melibatkan massa karena dikhawatirkan dapat menyebarkan Covid-19. Namun, itu bukan berarti perhatian terhadap kondisi buruh kendor. Apalagi di masa pandemi.

Seperti dilakukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dia mengunjungi dua rumah susun (rusun), yakni Rusun Pekunden di belakang Balai Kota Semarang dan Rusun Bandarharjo di Kecamatan Semarang Utara yang banyak ditempati buruh.

Di tempat itu, Ganjar membagikan paket sembako berisi beras, minyak, mi instan, teh, gula, snack lebaran dan lainnya. Ada pula ikan segar yang dibeli khusus para buruh.

Beberapa paket bahkan diantar langsung gubernur ke dalam kamar rusun. Ganjar menaiki tangga hingga lima lantai untuk langsung menyapa para buruh dan memberikan paket sembako. I

“Sehat bu, kok ndak pada kerja. Oh libur Hari Buruh thoKok nggak demo?” sapa Ganjar.

Nggak pak, lagi Covid. Mending di rumah saja daripada demo,” celetuk salah seorang buruh. Dalam obrolan santai itu, Ganjar mendapat masukan, termasuk aduan tentang banyak buruh yang di-PHK.

“Iya, May Day ini saya sengaja nengok rusun di Kota Semarang karena para penghuninya banyak yang buruh. Pada peringatan Hari Buruh ini kami mencoba membantu menunjukkan perhatian kami pada mereka,” ungkap Ganjar.

Gubernur berharap, buruh di Jawa Tengah tetap memiliki semangat untuk terus berkembang. Meskipun situasi pandemi belum bagus. “Terus semangat, karena Covid-19 tidak boleh membuat kita kalah,” tegasnya.

Ganjar menegaskan, sejumlah persoalan buruh akan segera dituntaskan. Mereka yang terkena PHK selama pandemi, diminta didata dan diberikan pelatihan.

“Ini saya bawa kepala dinas tenaga kerja, jadi langsung bisa ditindaklanjuti. Umpama tadi ada masukan banyak korban PHK, saya minta didata, dilatih sesuai keterampilan mereka. Kalau perlu peralatan, nanti kami sumbang, sehingga kalau mereka tidak bisa bekerja di tempat formal, mereka bisa mandiri dan jadi enterpreneur,” harapnya.

Erika, 29, salah seorang buruh yang rusunnya didatangi Ganjar tak menyangka bisa bertemu langsung gubernur dan mendapat bingkisan sembako.

Ndak pernah kepikiran didatangi Pak Ganjar. Alhamdulillah, sudah lama ingin bertemu. Ini didatangi dan dikasih bantuan juga. Senang sekali,” ujar buruh pabrik di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas ini.

Menurut Erika, kedatangan Ganjar ke rusun dan berdialog dengan buruh patut dicontoh kepala daerah lainnya sebagai bentuk perhatian nyata dari pemerintah.

“Jadi ndak usah demo. Kami pengen yang tenang. Soalnya ini masih Covid-19, takutnya kalau demo malah ketularan. Ini masih rawan, mending di rumah saja,” ujarnya. (eno/wa)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/