23.7 C
Surakarta
Saturday, 28 January 2023

Peringatan Hari Guru di Jateng, Ganjar Yakin Pengangkatan 1 Juta PPPK Terwujud

RADARSOLO.ID – Di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bercerita jika dia mendapat banyak keluhan dari guru soal PPPK. Namun, Ganjar pun mengatakan agar para guru tak perlu khawatir karena di era Presiden Jokowi, nasib guru honorer benar-benar diperhatikan melalui pengangkatan PPPK.

Presiden Jokowi dan Ganjar menghadiri acara HUT ke-77 PGRI dan peringatan Hari Guru Nasional yang dipusatka di Jawa Tengah. Tepatnya di Marina Convention Center, Semarang, Sabtu (3/12).

Mendikbudristek Nadiem Makarim dan Plt Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu juga hadir dalam acara itu. Serta diikuti sekitar 9.000 guru se Indonesia.

Ganjar mengawali sambutan dengan mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan ribuan guru yang gugur di masa pandemi Covid-19. Mereka, kata Ganjar, telah banyak membantu pemerintah menjaga kualitas pendidikan di tengah kesulitan.

Begitu besar dan pentingnya peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kemajuan bangsa, Ganjar pun menceritakan kisah di Jepang. Di mana saat itu, Kaisar Jepang menanyakan jumlah guru yang tersisa setelah negara itu dihantam bom atom.

“Pertanyaan sederhananya, bisa nggak kita menyamai capaian Jepang itu? Bisa nggak spirit Jepang itu kita tiru?” kata Ganjar.

Ganjar yakin pendidikan Indonesia akan kian maju dan berkualitas, didukung guru yang memiliki spirit tinggi. Apalagi selama ini pemerintah terus berupaya dan ikhtur untuk pemerataan akses pendidikan. Di antaranya melalui program Sekolah Garis Depan dan Guru Garis Depan, hingga Merdeka Belajar.

“Dengan program itu, ruang belajar mengajar serta pertukaran pikiran antara guru dan murid terjadi lebih intensif. Di sinilah peran dan kualitas guru jadi nomor satu,” ujarnya.

Dan disadari Ganjar, upaya meningkatkan kualitas pendidikan juga harus diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan guru. Selama ini, kesejahteraan guru menjadi persoalan krusial dalam dunia pendidikan.

Ganjar kemudian curhat jika dia menerima banyak keluhan dari guru soal PPPK. Saat itu, Ganjar mengingatkan agar para guru tak khawatir. Sebab hanya di era Presiden Jokowi, kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru mengalami peningkatan.

“Jadi bapak ibu tidak perlu khawatir. Saya yakin target pengangkatan satu juta PPPK akan mampu terpenuhi. Saya yakin tahun depan akan ada peningkatan lagi,” ujarnya.

Ganjar menyebut, pada 2021 sudah ada 300 ribu pengangkatan guru dan tahun ini ada 319 ribu pengangkatan.

Di Jawa Tengah, Ganjar telah melantik 5.788 guru PPPK. Selain itu pada 31 Oktober dibuka lagi penerimaan PPPK dengan total 4.361 lowongan untuk guru dari 4.600 lowongan yang disediakan.

Selain itu, ada 5.546 guru honorer di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah menerima gaji sesuai UMK kabupaten/kota masing-masing plus 7,5 sampai 10 persen.

“Maka sebelum kita melakukan pembangunan sumber daya manusia, para guru mesti sudah terbangun dengan kokoh terlebih dulu. Agar tempat terhormat yang sudah menempel di pundak guru, tidak terdegradasi karena keterbatasan ekonomi,” tegas Ganjar. (bay/ria)

RADARSOLO.ID – Di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bercerita jika dia mendapat banyak keluhan dari guru soal PPPK. Namun, Ganjar pun mengatakan agar para guru tak perlu khawatir karena di era Presiden Jokowi, nasib guru honorer benar-benar diperhatikan melalui pengangkatan PPPK.

Presiden Jokowi dan Ganjar menghadiri acara HUT ke-77 PGRI dan peringatan Hari Guru Nasional yang dipusatka di Jawa Tengah. Tepatnya di Marina Convention Center, Semarang, Sabtu (3/12).

Mendikbudristek Nadiem Makarim dan Plt Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu juga hadir dalam acara itu. Serta diikuti sekitar 9.000 guru se Indonesia.

Ganjar mengawali sambutan dengan mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan ribuan guru yang gugur di masa pandemi Covid-19. Mereka, kata Ganjar, telah banyak membantu pemerintah menjaga kualitas pendidikan di tengah kesulitan.

Begitu besar dan pentingnya peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kemajuan bangsa, Ganjar pun menceritakan kisah di Jepang. Di mana saat itu, Kaisar Jepang menanyakan jumlah guru yang tersisa setelah negara itu dihantam bom atom.

“Pertanyaan sederhananya, bisa nggak kita menyamai capaian Jepang itu? Bisa nggak spirit Jepang itu kita tiru?” kata Ganjar.

Ganjar yakin pendidikan Indonesia akan kian maju dan berkualitas, didukung guru yang memiliki spirit tinggi. Apalagi selama ini pemerintah terus berupaya dan ikhtur untuk pemerataan akses pendidikan. Di antaranya melalui program Sekolah Garis Depan dan Guru Garis Depan, hingga Merdeka Belajar.

“Dengan program itu, ruang belajar mengajar serta pertukaran pikiran antara guru dan murid terjadi lebih intensif. Di sinilah peran dan kualitas guru jadi nomor satu,” ujarnya.

Dan disadari Ganjar, upaya meningkatkan kualitas pendidikan juga harus diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan guru. Selama ini, kesejahteraan guru menjadi persoalan krusial dalam dunia pendidikan.

Ganjar kemudian curhat jika dia menerima banyak keluhan dari guru soal PPPK. Saat itu, Ganjar mengingatkan agar para guru tak khawatir. Sebab hanya di era Presiden Jokowi, kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru mengalami peningkatan.

“Jadi bapak ibu tidak perlu khawatir. Saya yakin target pengangkatan satu juta PPPK akan mampu terpenuhi. Saya yakin tahun depan akan ada peningkatan lagi,” ujarnya.

Ganjar menyebut, pada 2021 sudah ada 300 ribu pengangkatan guru dan tahun ini ada 319 ribu pengangkatan.

Di Jawa Tengah, Ganjar telah melantik 5.788 guru PPPK. Selain itu pada 31 Oktober dibuka lagi penerimaan PPPK dengan total 4.361 lowongan untuk guru dari 4.600 lowongan yang disediakan.

Selain itu, ada 5.546 guru honorer di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah menerima gaji sesuai UMK kabupaten/kota masing-masing plus 7,5 sampai 10 persen.

“Maka sebelum kita melakukan pembangunan sumber daya manusia, para guru mesti sudah terbangun dengan kokoh terlebih dulu. Agar tempat terhormat yang sudah menempel di pundak guru, tidak terdegradasi karena keterbatasan ekonomi,” tegas Ganjar. (bay/ria)

Populer

Berita Terbaru

spot_img