23.7 C
Surakarta
Saturday, 28 January 2023

Soal Kesaksian Bharada E Pergoki Perempuan Nangis di Rumah Sambo, Ini Kata LPSK

RADARSOLO.ID – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengungkapkan, cerita Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E yang pernah memergoki perempuan menangis keluar dari rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka, memang sudah disampaikan sejak awal.

Wakil Ketua LPSK  Edwin Partogi mengatakan, sejak awal pengajuan menjadi justice collaborator (JC), Bharada E telah menceritakan sosok perempuan tersebut kepada LPSK.

“Iya. Kami sudah dengar sebelumnya,” kata Edwin kepada wartawan, Sabtu (3/12).

Edwin mengatakan, sejak awal LPSK telah meminta Bharada E memberikan kesaksian sejujur-jujurnya sebagai syarat menjadi JC. Mantan ajudan Ferdy Sambo itu pun menyanggupi permintaan tersebut.

“Memang itu pengetahuan Bharada E,” jelas Edwin.

Sebelumnya, pengacara Ferdy Sambo, Arman Hanis membantah kesaksian Bharada E yang melihat seorang perempuan menangis saat keluar dari rumah Bangka. Arman menuding Bharada E memberikan kesaksian palsu.

Terkait keterangan RE (Richard Eliezer) di persidangan, saya tegaskan keterangan itu tidak benar,” kata Arman saat dikonfirmasi, Jumat (2/12).

Arman mengatakan, kesaksian mantan ajudan Sambo itu juga tidak ada dalam dakwaan. “Hanya karangan RE saja dan juga tidak ada dalam dakwaan klien kami,” jelasnya.

Arman juga membantah ada Bharada E di rumah Bangka. “Tidak benar. Karena kalau RE tidak berdinas, dia tidak di Saguling tapi di rumah posko Duren Tiga,” tegasnya. (jpg/ria)

RADARSOLO.ID – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengungkapkan, cerita Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E yang pernah memergoki perempuan menangis keluar dari rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka, memang sudah disampaikan sejak awal.

Wakil Ketua LPSK  Edwin Partogi mengatakan, sejak awal pengajuan menjadi justice collaborator (JC), Bharada E telah menceritakan sosok perempuan tersebut kepada LPSK.

“Iya. Kami sudah dengar sebelumnya,” kata Edwin kepada wartawan, Sabtu (3/12).

Edwin mengatakan, sejak awal LPSK telah meminta Bharada E memberikan kesaksian sejujur-jujurnya sebagai syarat menjadi JC. Mantan ajudan Ferdy Sambo itu pun menyanggupi permintaan tersebut.

“Memang itu pengetahuan Bharada E,” jelas Edwin.

Sebelumnya, pengacara Ferdy Sambo, Arman Hanis membantah kesaksian Bharada E yang melihat seorang perempuan menangis saat keluar dari rumah Bangka. Arman menuding Bharada E memberikan kesaksian palsu.

Terkait keterangan RE (Richard Eliezer) di persidangan, saya tegaskan keterangan itu tidak benar,” kata Arman saat dikonfirmasi, Jumat (2/12).

Arman mengatakan, kesaksian mantan ajudan Sambo itu juga tidak ada dalam dakwaan. “Hanya karangan RE saja dan juga tidak ada dalam dakwaan klien kami,” jelasnya.

Arman juga membantah ada Bharada E di rumah Bangka. “Tidak benar. Karena kalau RE tidak berdinas, dia tidak di Saguling tapi di rumah posko Duren Tiga,” tegasnya. (jpg/ria)

Populer

Berita Terbaru

spot_img