alexametrics
23.3 C
Surakarta
Wednesday, 17 August 2022

Ekonomi Jateng Kuartal II 2022 Tumbuh 5,66 Persen, Lampaui Angka Nasional

SEMARANG – Ekonomi Jawa Tengah (Jateng) pada kuartal II 2022 tumbuh 5,66 persen secara year to year (yoy).  Sementara secara triwulanan atau quartal to quartal (qtq), Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mencatat, ekonomi Jateng tumbuh 1,47 persen.

Ketua BPS Jateng Adhi Wiriana mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Jateng pada kuartal II 2022 ini mencapai 5,66 persen. Pertumbuhan ini lebih baik dari angka nasional.

“Kita pantau dari sekitar 17 lapangan usaha year on year, pertumbuhan ekonomi  Jawa Tengah sekitar 5,66 persen. Pertumbuhan ini relatif lebih baik dibanding angka nasional, 5,44 persen,” ujar Adhi Wiriana dalam konferensi pers daring, Jumat (5/8).

Berdasarkan catatan BPS, laju pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah sejak kuartal IV 2021 selalu berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Tercatat pada kuartal IV 2021, pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,42 persen. Sementara nasional 5,02 persen.

Kemudian pada kuartal I 2022 pertumbuhan ekonomi Jateng tercatat 5,12 persen. Angka yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional, 5,01 persen.

“Perbaikan ekonomi sejak triwulan IV 2021 sampai triwulan II 2022 relatif mengangkat Jateng di atas rata-rata angka nasional,” ujar Adhi.

Sementara itu, dilihat dari pertumbuhan ekonomi triwulanan atau quartal to quartal (qtq), ekonomi Jateng tumbuh 1,47 persen. Ini menunjukkan adanya sedikit perlambatan dibanding kuartal I 2022 yang tumbuh 1,71 persen.

Selanjutnya, dilihat dari per semester atau cemester to cemester (ctc), pertumbuhan ekonomi Jateng  pada semester I 2022 tercatat 5,39 persen. Sedangkan pada semester I 2021 tumbuh 2,58 persen.

Secara tahunan, lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah sektor transportasi dan pergudangan 89,34 persen, jasa lainnya 18,70 persen dan penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 18,44 persen.

Sementara secara qtq, lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah transportasi dan pergudangan sebesar 25,60 persen, administrasi pemerintahan, pertanahan dan jaminan sosial wajib sebesar 10,76 persen.

“Sektor transportasi dan pergudangan berperan tinggi dalam pertumbuhan ekonomi Jateng karena mencapai 89,34 persen (yoy). Ini perlu kita syukuri karena salah satu hikmah adanya tol Trans Jawa. Termasuk yang menghubungkan Semarang-Solo, sehingga mobilitas masyarakat untuk kerja, wisata dan sekolah terjadi peningkatan,” papar Adhi.

Adapun, perekonomian Jateng pada kuartal II 2022 berdasarkan besaran produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK), ekonomi Jateng pada kuartal I 2022 tercatat Rp 257,60 triliun. Sedangkan pada kuartal II 2022 mencapai Rp 261,40 triliun. Dibandingkan kuartal II 2021, ADHK tercatat Rp 247,40 triliun.

Kemudian, berdasar atas dasar harga berlaku (ADHB) pada kuartal II 2021 Rp sebesar 350,54 triliun, kuartal I 2022 Rp 375,68 triliun dan kuartal II 2022 tercatat Rp 385,12 triliun. (bay/ria)

SEMARANG – Ekonomi Jawa Tengah (Jateng) pada kuartal II 2022 tumbuh 5,66 persen secara year to year (yoy).  Sementara secara triwulanan atau quartal to quartal (qtq), Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mencatat, ekonomi Jateng tumbuh 1,47 persen.

Ketua BPS Jateng Adhi Wiriana mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Jateng pada kuartal II 2022 ini mencapai 5,66 persen. Pertumbuhan ini lebih baik dari angka nasional.

“Kita pantau dari sekitar 17 lapangan usaha year on year, pertumbuhan ekonomi  Jawa Tengah sekitar 5,66 persen. Pertumbuhan ini relatif lebih baik dibanding angka nasional, 5,44 persen,” ujar Adhi Wiriana dalam konferensi pers daring, Jumat (5/8).

Berdasarkan catatan BPS, laju pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah sejak kuartal IV 2021 selalu berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Tercatat pada kuartal IV 2021, pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,42 persen. Sementara nasional 5,02 persen.

Kemudian pada kuartal I 2022 pertumbuhan ekonomi Jateng tercatat 5,12 persen. Angka yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional, 5,01 persen.

“Perbaikan ekonomi sejak triwulan IV 2021 sampai triwulan II 2022 relatif mengangkat Jateng di atas rata-rata angka nasional,” ujar Adhi.

Sementara itu, dilihat dari pertumbuhan ekonomi triwulanan atau quartal to quartal (qtq), ekonomi Jateng tumbuh 1,47 persen. Ini menunjukkan adanya sedikit perlambatan dibanding kuartal I 2022 yang tumbuh 1,71 persen.

Selanjutnya, dilihat dari per semester atau cemester to cemester (ctc), pertumbuhan ekonomi Jateng  pada semester I 2022 tercatat 5,39 persen. Sedangkan pada semester I 2021 tumbuh 2,58 persen.

Secara tahunan, lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah sektor transportasi dan pergudangan 89,34 persen, jasa lainnya 18,70 persen dan penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 18,44 persen.

Sementara secara qtq, lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah transportasi dan pergudangan sebesar 25,60 persen, administrasi pemerintahan, pertanahan dan jaminan sosial wajib sebesar 10,76 persen.

“Sektor transportasi dan pergudangan berperan tinggi dalam pertumbuhan ekonomi Jateng karena mencapai 89,34 persen (yoy). Ini perlu kita syukuri karena salah satu hikmah adanya tol Trans Jawa. Termasuk yang menghubungkan Semarang-Solo, sehingga mobilitas masyarakat untuk kerja, wisata dan sekolah terjadi peningkatan,” papar Adhi.

Adapun, perekonomian Jateng pada kuartal II 2022 berdasarkan besaran produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK), ekonomi Jateng pada kuartal I 2022 tercatat Rp 257,60 triliun. Sedangkan pada kuartal II 2022 mencapai Rp 261,40 triliun. Dibandingkan kuartal II 2021, ADHK tercatat Rp 247,40 triliun.

Kemudian, berdasar atas dasar harga berlaku (ADHB) pada kuartal II 2021 Rp sebesar 350,54 triliun, kuartal I 2022 Rp 375,68 triliun dan kuartal II 2022 tercatat Rp 385,12 triliun. (bay/ria)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/