alexametrics
23.3 C
Surakarta
Wednesday, 17 August 2022

Kasus Kematian Brigadir J

Polri Jelaskan Soal Tempat Khusus bagi 4 Anggota yang Hambat Penyidikan

RADARSOLO.ID – Sebanyak empat anggota polisi dibawa ke tempat khusus dalam rangka pemeriksaan kasus kematian Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. Empat anggota tersebut merupakan bagian dari 25 anggota polisi yang dianggap tidak profesional menangani kasus tersebut.

Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, tempat khusus yang dimaksud tersebut diatur dalam Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia Pasal 1 angka 31.

Sesuai dalam Pasal 98 Ayat (3) menyatakan, dalam hal tertentu, penempatan pada tempat khusus dapat dilaksanakan sebelum sidang KKEP dengan pertimbangan:

  1. Keamanan / keselamatan terduga pelanggar dan masyarakat;
  2. Perkaranya menjadi atensi masyarakat luas;
  3. Terduga pelanggar dihawatirkan melarikan diri dan atau;
  4. Mengulangi pelanggaran kembali.

Kemudian Berdasarkan Perkap Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyelesaian Pelanggaran Disiplin Pasal (1) Angka 35 menyebut, tempat khusus yang selanjutnya disingkat Patsus adalah berupa markas, rumah kediaman, ruang tertentu, kapal, atau tempat yang ditunjuk oleh ankum.

Sesuai Pasal 25 Ayat (5) dijelaskan, pengamanan anggota Polri yang melakukan pelanggaran disiplin dilaksanakan pada patsus.

Diketahui, proses penanganan kasus kematian Brigadir Yoshua alias Brigadir J semakin berkembang. Setelah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E ditetapkan sebagai tersangka, kini 25 personel polisi ikut terseret pusaran kasus ini.

“Timsus telah memeriksa 25 personel dan proses masih berjalan, di mana 25 personel kita periksa terkait ketidakprofesionalan pananganan TKP dan beberapa hal yang kita anggap membuat olah TKP dan juga hambatan-hambatan dalam penanganan TKP dan penyidikan yang kita ingin bisa berjalan baik,” kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8).

Sebanyak 25 personel tersebut terdiri dari tiga personel Pati bintang satu, Kombes lima personel, AKBP tiga personel, Kompol dua personel, perwira pertama (pama) tujuh personel, Bintara dan Tamtama lima personel. Mereka berasal dari kesatuan Div Propam, Polres Metro Jakarta Selatan, Polda Metro Jaya dan Bareskrim.

“Terhadap 25 personel yang telah dilakukan pemeriksaan kita akan menjalankan proses pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik. Apabila ditemukan adanya proses pidana, kita juga akan memproses pidana yang dimaksud,” jelas Sigit. (JPG)

RADARSOLO.ID – Sebanyak empat anggota polisi dibawa ke tempat khusus dalam rangka pemeriksaan kasus kematian Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. Empat anggota tersebut merupakan bagian dari 25 anggota polisi yang dianggap tidak profesional menangani kasus tersebut.

Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, tempat khusus yang dimaksud tersebut diatur dalam Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia Pasal 1 angka 31.

Sesuai dalam Pasal 98 Ayat (3) menyatakan, dalam hal tertentu, penempatan pada tempat khusus dapat dilaksanakan sebelum sidang KKEP dengan pertimbangan:

  1. Keamanan / keselamatan terduga pelanggar dan masyarakat;
  2. Perkaranya menjadi atensi masyarakat luas;
  3. Terduga pelanggar dihawatirkan melarikan diri dan atau;
  4. Mengulangi pelanggaran kembali.

Kemudian Berdasarkan Perkap Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyelesaian Pelanggaran Disiplin Pasal (1) Angka 35 menyebut, tempat khusus yang selanjutnya disingkat Patsus adalah berupa markas, rumah kediaman, ruang tertentu, kapal, atau tempat yang ditunjuk oleh ankum.

Sesuai Pasal 25 Ayat (5) dijelaskan, pengamanan anggota Polri yang melakukan pelanggaran disiplin dilaksanakan pada patsus.

Diketahui, proses penanganan kasus kematian Brigadir Yoshua alias Brigadir J semakin berkembang. Setelah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E ditetapkan sebagai tersangka, kini 25 personel polisi ikut terseret pusaran kasus ini.

“Timsus telah memeriksa 25 personel dan proses masih berjalan, di mana 25 personel kita periksa terkait ketidakprofesionalan pananganan TKP dan beberapa hal yang kita anggap membuat olah TKP dan juga hambatan-hambatan dalam penanganan TKP dan penyidikan yang kita ingin bisa berjalan baik,” kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8).

Sebanyak 25 personel tersebut terdiri dari tiga personel Pati bintang satu, Kombes lima personel, AKBP tiga personel, Kompol dua personel, perwira pertama (pama) tujuh personel, Bintara dan Tamtama lima personel. Mereka berasal dari kesatuan Div Propam, Polres Metro Jakarta Selatan, Polda Metro Jaya dan Bareskrim.

“Terhadap 25 personel yang telah dilakukan pemeriksaan kita akan menjalankan proses pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik. Apabila ditemukan adanya proses pidana, kita juga akan memproses pidana yang dimaksud,” jelas Sigit. (JPG)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/