alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Wangi di Enam Cabor, Peluang Indonesia Juara Umum APG Kian Lengkap

SOLO – Gelar juara umum ASEAN Para Games (APG) XI 2022 yang diraih Indonesia kian lengkap. Setelah enam cabang olahraga (cabor), juga memastikan diri jadi juara umum. Mulai dari para powerlifting (angkat berat), para badminton (bulu tangkis), para table tennis (tenis meja), para swimming (renang), para athletic (atletik), hingga blind judo.

Bulu tangkis misalnya. Tampil di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, Indonesia jadi juara umum, dengan 13 medali emas, 9 perak, dan 9 perunggu. Dari total 19 nomor yang dipertandingkan. Ini melebihi target yang dicanangkan sejak awal, yakni hanya 6 emas.

“Ini pencapaian yang sangat luar biasa. Jauh dari yang kami bayangkan. Terima kasih kepada pemerintah, NPC (National Paralympic Committee) Indonesia, termasuk suporter yang sudah datang mendukung perjuangan kami,” kata pelatih para badminton Indonesia Yunita Ambar Wulandari, kemarin (5/8).

Capaian medali Indonesia jauh di atas pesaing terberat Thailand. Negeri Gajah Putih hanya mampu mendulang 3 emas, 8 perak, dan 9 perunggu. Disusul Malaysia dengan 3 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.

Di hari terakhir APG XI, kemarin, Indonesia meraih emas dari Ukun Rukaendi (men’s singles SL3). Setelah mengalahkan kompatriotnya Maman Nurjaman, dua set langsung (21-19 dan 21-10).

All Indonesia final juga terjadi di kelas men’s singles SL4 dan men’s double SL3-SL4. Medali emas men’s singles SL4 diraih Fredy Setiawan, setelah menang atas Hikmat Ramdani (21-17 dan 21-19). Sedangkan di final men’s double SL3-SL4 dimenangi pasangan Dwiyoko/Fredy Setiawan. Mereka menang atas pasangan Ukun Rukaendi/Susanto dengan rubber set (21-14, 15-21, dan 21-10).

Terpisah, tim tenis meja Indonesia juga mencatatkan hasil impresif. Total 27 emas diborong tuan rumah, pada ajang yang digelar di Solo Techno Park tersebut. Melampaui target awal, yang hanya dipatok 12 emas.

Puluhan emas tersebut, dibagi rata di nomor mulai beregu, ganda, hingga tunggal. Baik kategori putra, putri, dan campuran. Pelatih tim para table tennis Indonesia Suwarno, mengaku bangga atas capaian anak asuhnya.

“Ini sangat luar biasa. Semua berkat kerja keras para atlet dan persiapan yang matang. Hingga Indonesia berhasil mencapai prestasi membanggakan,” ungkapnya.

Ditanya target APG XII di Kamboja, tahun depan, Suwarno masih geleng kepala. “Semoga kelas-kelas yang dipertandingkan di Kamboja, sama seperti di Indonesia,” harapnya.

Sementara itu, tim para swimming Indonesia juga menyabet gelar juara umum. Berlaga di kolam renang GOR Jatidiri Semarang, Indonesia meraup 29 emas, 31 perak, dan 27 perunggu. Melampaui target awal, yakni 27 emas.

Menariknya, tiga perenang masing-masing menyapu bersih lima emas dari lima nomor yang diikuti. Yakni Maulana Rifky, Jendi Pangabean, dan Zaki Zulkarnain.

“Target harus bisa tercapai, dan kami lega bisa merealisasikannya. Setelah ini kami persiapan untuk tahun depan. Kan ada APG (Kamboja) dan Asian Para Games (Tiongkok),” ujarnya. (nik/fer/dam)

SOLO – Gelar juara umum ASEAN Para Games (APG) XI 2022 yang diraih Indonesia kian lengkap. Setelah enam cabang olahraga (cabor), juga memastikan diri jadi juara umum. Mulai dari para powerlifting (angkat berat), para badminton (bulu tangkis), para table tennis (tenis meja), para swimming (renang), para athletic (atletik), hingga blind judo.

Bulu tangkis misalnya. Tampil di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, Indonesia jadi juara umum, dengan 13 medali emas, 9 perak, dan 9 perunggu. Dari total 19 nomor yang dipertandingkan. Ini melebihi target yang dicanangkan sejak awal, yakni hanya 6 emas.

“Ini pencapaian yang sangat luar biasa. Jauh dari yang kami bayangkan. Terima kasih kepada pemerintah, NPC (National Paralympic Committee) Indonesia, termasuk suporter yang sudah datang mendukung perjuangan kami,” kata pelatih para badminton Indonesia Yunita Ambar Wulandari, kemarin (5/8).

Capaian medali Indonesia jauh di atas pesaing terberat Thailand. Negeri Gajah Putih hanya mampu mendulang 3 emas, 8 perak, dan 9 perunggu. Disusul Malaysia dengan 3 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.

Di hari terakhir APG XI, kemarin, Indonesia meraih emas dari Ukun Rukaendi (men’s singles SL3). Setelah mengalahkan kompatriotnya Maman Nurjaman, dua set langsung (21-19 dan 21-10).

All Indonesia final juga terjadi di kelas men’s singles SL4 dan men’s double SL3-SL4. Medali emas men’s singles SL4 diraih Fredy Setiawan, setelah menang atas Hikmat Ramdani (21-17 dan 21-19). Sedangkan di final men’s double SL3-SL4 dimenangi pasangan Dwiyoko/Fredy Setiawan. Mereka menang atas pasangan Ukun Rukaendi/Susanto dengan rubber set (21-14, 15-21, dan 21-10).

Terpisah, tim tenis meja Indonesia juga mencatatkan hasil impresif. Total 27 emas diborong tuan rumah, pada ajang yang digelar di Solo Techno Park tersebut. Melampaui target awal, yang hanya dipatok 12 emas.

Puluhan emas tersebut, dibagi rata di nomor mulai beregu, ganda, hingga tunggal. Baik kategori putra, putri, dan campuran. Pelatih tim para table tennis Indonesia Suwarno, mengaku bangga atas capaian anak asuhnya.

“Ini sangat luar biasa. Semua berkat kerja keras para atlet dan persiapan yang matang. Hingga Indonesia berhasil mencapai prestasi membanggakan,” ungkapnya.

Ditanya target APG XII di Kamboja, tahun depan, Suwarno masih geleng kepala. “Semoga kelas-kelas yang dipertandingkan di Kamboja, sama seperti di Indonesia,” harapnya.

Sementara itu, tim para swimming Indonesia juga menyabet gelar juara umum. Berlaga di kolam renang GOR Jatidiri Semarang, Indonesia meraup 29 emas, 31 perak, dan 27 perunggu. Melampaui target awal, yakni 27 emas.

Menariknya, tiga perenang masing-masing menyapu bersih lima emas dari lima nomor yang diikuti. Yakni Maulana Rifky, Jendi Pangabean, dan Zaki Zulkarnain.

“Target harus bisa tercapai, dan kami lega bisa merealisasikannya. Setelah ini kami persiapan untuk tahun depan. Kan ada APG (Kamboja) dan Asian Para Games (Tiongkok),” ujarnya. (nik/fer/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/