25.9 C
Surakarta
Tuesday, 30 May 2023

Kegiatan Khilafatul Muslimin di Karangasem, Kota Solo Hanya Pengajian

SOLO – Hanung Sapto Hartono, ketua RW 9 Karangasem yang wilayahnya terdapat sekretariat Khilafatul Muslimin mengatakan, warga sekitar tak mengetahui apa saja kegiatan yang dilakukan kelompok tersebut. Namun secara garis besar kegiatan mereka yang tampak seputar pada kegiatan pengajian.

“Aktivitas di sini hanya pengajian setiap malam Rabu dan Kamis. Sekitar 15 orang dan semua merupakan warga luar kampung ini. Apa saja materinya saya tidak tahu, karena tidak pernah ikut,” ungkapnya.

Sepengetahuan Hanung, kantor sekretariat ini sudah ada sejak 6 tahun silam. Sedangkan untuk pemasangan plang tanpa sepengetahuan pengurus lingkungan.

“Kalau dengan yang punya rumah kenal. Sering ikut jamaah masjid, arisan, dan gotong royong. Sepengetahuan warga orangnya jualan tahu di Pasar Sangkrah,” ujar dia.

Koran ini sebelumnya sempat menghubungi sejumlah nomor handphone yang terdapat di papan nama sekretariat Khilafatul Muslimin yang diturunkan polisi kemarin. Dari sejumlah nomor hanya satu yang mengangkat sambungan telepon. Pria itu mengaku bernama Sukarno. Namun dia berkilah sudah tak lagi menjabat sebagai pengurus  Khilafatul Muslimin Solo.

“Saya sudah pindah Surabaya. Kalau mau konfirmasi silakan dengan pengurus di Solo. Saya juga sudah minta nomor saya di hapus dari papan nama sejak pindah,” ujarnya.

Saat masih di Kota Bengawan, Sukarno mengaku sempat menjabat sebagai ketua kelompok di tingkat kamasulan atau Kecamatan Laweyan. Saat itu, anggotanya hanya puluhan orang.

“Kegiatannya hanya pengajian, majelis taklim saja. Kemudian laporan evaluasi kegiatan atau program tiap bulan. Untuk pembiayaan kegiatan gotong royong. Swadana dari anggota,” ujar dia. (atn/bun/dam)

SOLO – Hanung Sapto Hartono, ketua RW 9 Karangasem yang wilayahnya terdapat sekretariat Khilafatul Muslimin mengatakan, warga sekitar tak mengetahui apa saja kegiatan yang dilakukan kelompok tersebut. Namun secara garis besar kegiatan mereka yang tampak seputar pada kegiatan pengajian.

“Aktivitas di sini hanya pengajian setiap malam Rabu dan Kamis. Sekitar 15 orang dan semua merupakan warga luar kampung ini. Apa saja materinya saya tidak tahu, karena tidak pernah ikut,” ungkapnya.

Sepengetahuan Hanung, kantor sekretariat ini sudah ada sejak 6 tahun silam. Sedangkan untuk pemasangan plang tanpa sepengetahuan pengurus lingkungan.

“Kalau dengan yang punya rumah kenal. Sering ikut jamaah masjid, arisan, dan gotong royong. Sepengetahuan warga orangnya jualan tahu di Pasar Sangkrah,” ujar dia.

Koran ini sebelumnya sempat menghubungi sejumlah nomor handphone yang terdapat di papan nama sekretariat Khilafatul Muslimin yang diturunkan polisi kemarin. Dari sejumlah nomor hanya satu yang mengangkat sambungan telepon. Pria itu mengaku bernama Sukarno. Namun dia berkilah sudah tak lagi menjabat sebagai pengurus  Khilafatul Muslimin Solo.

“Saya sudah pindah Surabaya. Kalau mau konfirmasi silakan dengan pengurus di Solo. Saya juga sudah minta nomor saya di hapus dari papan nama sejak pindah,” ujarnya.

Saat masih di Kota Bengawan, Sukarno mengaku sempat menjabat sebagai ketua kelompok di tingkat kamasulan atau Kecamatan Laweyan. Saat itu, anggotanya hanya puluhan orang.

“Kegiatannya hanya pengajian, majelis taklim saja. Kemudian laporan evaluasi kegiatan atau program tiap bulan. Untuk pembiayaan kegiatan gotong royong. Swadana dari anggota,” ujar dia. (atn/bun/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img