alexametrics
31.8 C
Surakarta
Sunday, 25 September 2022

Bharada E Cabut Surat Kuasa Pengacara Barunya

RADARSOLO.ID – Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E mencabut surat kuasa kepada pengacaranya barunya, Deolipa Yumara. Padalah, Deolipa baru ditunjuk pekan lalu saat pengacara pertama mengundurkan diri.

“Pengacara bukan mengundurkan diri, tapi kuasa si pengacara dicabut oleh si pemberi kuasa,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian saat dikonfirmasi, Jumat (12/8).

Andi mengatakan, pencabutan kuasa ini dilakukan oleh Bharada E langsung. Pencabutan tertuang dalam selembar surat bermaterai yang ditandatangani oleh Bharada E.

“Mereka pengacara ditunjuk oleh penyidik untuk mendampingi Bharada RE dalam pemeriksaan. Pasca pengacara awal yang ditunjuk oleh tersangka FS untuk Bharada RE mengundurkan diri,” papar Andi.

Bharada E telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, bersama tiga orang lain. Yakni Bripka Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) dan KM.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda dalam kasus dugaan pembunuhan berencana itu. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E.

“RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).

Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan. Terakhir, Ferdy Sambo yang memerintahkan penembakan.

“FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (JPG)

RADARSOLO.ID – Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E mencabut surat kuasa kepada pengacaranya barunya, Deolipa Yumara. Padalah, Deolipa baru ditunjuk pekan lalu saat pengacara pertama mengundurkan diri.

“Pengacara bukan mengundurkan diri, tapi kuasa si pengacara dicabut oleh si pemberi kuasa,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian saat dikonfirmasi, Jumat (12/8).

Andi mengatakan, pencabutan kuasa ini dilakukan oleh Bharada E langsung. Pencabutan tertuang dalam selembar surat bermaterai yang ditandatangani oleh Bharada E.

“Mereka pengacara ditunjuk oleh penyidik untuk mendampingi Bharada RE dalam pemeriksaan. Pasca pengacara awal yang ditunjuk oleh tersangka FS untuk Bharada RE mengundurkan diri,” papar Andi.

Bharada E telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, bersama tiga orang lain. Yakni Bripka Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) dan KM.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda dalam kasus dugaan pembunuhan berencana itu. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E.

“RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).

Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan. Terakhir, Ferdy Sambo yang memerintahkan penembakan.

“FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (JPG)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/