alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Pelabuhan Hortikultura Jateng Segera Dibuka, Ganjar: Eskpor Bakal Naik Pesat

SEMARANG – Gubernur Ganjar Pranowo optimistis tinggal selangkah lagi keberadaan pelabuhan hortikultura di Jawa Tengah benar-benar terwujud. Keberadaan pelabuhan hortikultura bakal mendorong dan meningkatkan ekspor dan impor produk pertanian hingga komoditas lainnya dari Jateng.

Gagasan terkait pelabuhan hortikultura itu telah diupayakan Ganjar sejak 2021 dan telah mengantongi restu dari Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Ganjar mengatakan, selama pandemi Jawa Tengah punya kontribusi signifikan dalam kegiatan ekspor produk pertanian, perikanan dan peternakan Indonesia.

Berdasarkan data selama 2021, total ekspor pertanian Jateng ke berbagai negara mencapai Rp 11,10 triliun. Jumlah itu lebih besar dibanding dua tahun sebelumnya. Di mana ekspor pertanian Jateng pada 2019 tercatat Rp 8,48 triliun, dan 2020 naik menjadi Rp 9,13 triliun. Selain itu, produk UMKM Jateng juga laku keras di pasar internasional. Penjualan produk UMKM di Jateng pada 2022 mengalami peningkatan hingga 100 persen.

Ganjar mengatakan, belum lama ini pihaknya bertemu dengan mentan untuk keseriusan pembukaan pelabuhan hortikultura. Dari mentan pun telah memberi lampu hijau.

“Hari ini sudah disetujui karena kemarin saya di Makassar bertemu mentan untuk membuka pelabuhan hortikultura,” kata Ganjar saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jateng Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2021/2022.

Selama ini aktivitas ekspor impor Jawa Tengah dilakukan dari wilayah terdekat. Yaitu melalui Surabaya, Jawa Timur. Sejalan dengan proses perizinan yang sudah diberikan, kata Ganjar, harmonisasi di tingkat pemerintah dilakukan dengan menyiapkan infrastrukturnya.

“Kalau itu terjadi, neraca perdagangan kita akan naik cepat sekali Karena beberapa komoditas ekspor dari Jawa memang terkonsentrasi di Jawa Timur. Yang kedua impor termasuk benih dan sebagainya juga kita ambilnya dari provinsi tetangga. Kalau ini bisa kita kelola, turunannya akan sangat banyak sekali,” papar Ganjar.

Pernyataan Ganjar ini sejalan dengan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Tata Kelola dan Pemasaran Ekspor Produk Pertanian, Peternakan, Perikanan dan UMKM dari Komisi B.

Terkait dengan itu, Ganjar mengaku siap memfasilitasi sebagai bentuk dukungan kegiatan masyarakat di banyak sektor. Salah satunya dengan memberikan pendampingan dan pelatihan kepada petani, nelayan, peternak, hingga pelaku UMKM.

“Ada pendampingan pula untuk para pelakunya. Ya petaninya, nelayannya, peternaknya, UMKM-nya, jadi sudah inline lah dan dikuatkan dengan perda menurut saya itu sangat bagus,” ujar dia. (bay/ria)

SEMARANG – Gubernur Ganjar Pranowo optimistis tinggal selangkah lagi keberadaan pelabuhan hortikultura di Jawa Tengah benar-benar terwujud. Keberadaan pelabuhan hortikultura bakal mendorong dan meningkatkan ekspor dan impor produk pertanian hingga komoditas lainnya dari Jateng.

Gagasan terkait pelabuhan hortikultura itu telah diupayakan Ganjar sejak 2021 dan telah mengantongi restu dari Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Ganjar mengatakan, selama pandemi Jawa Tengah punya kontribusi signifikan dalam kegiatan ekspor produk pertanian, perikanan dan peternakan Indonesia.

Berdasarkan data selama 2021, total ekspor pertanian Jateng ke berbagai negara mencapai Rp 11,10 triliun. Jumlah itu lebih besar dibanding dua tahun sebelumnya. Di mana ekspor pertanian Jateng pada 2019 tercatat Rp 8,48 triliun, dan 2020 naik menjadi Rp 9,13 triliun. Selain itu, produk UMKM Jateng juga laku keras di pasar internasional. Penjualan produk UMKM di Jateng pada 2022 mengalami peningkatan hingga 100 persen.

Ganjar mengatakan, belum lama ini pihaknya bertemu dengan mentan untuk keseriusan pembukaan pelabuhan hortikultura. Dari mentan pun telah memberi lampu hijau.

“Hari ini sudah disetujui karena kemarin saya di Makassar bertemu mentan untuk membuka pelabuhan hortikultura,” kata Ganjar saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jateng Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2021/2022.

Selama ini aktivitas ekspor impor Jawa Tengah dilakukan dari wilayah terdekat. Yaitu melalui Surabaya, Jawa Timur. Sejalan dengan proses perizinan yang sudah diberikan, kata Ganjar, harmonisasi di tingkat pemerintah dilakukan dengan menyiapkan infrastrukturnya.

“Kalau itu terjadi, neraca perdagangan kita akan naik cepat sekali Karena beberapa komoditas ekspor dari Jawa memang terkonsentrasi di Jawa Timur. Yang kedua impor termasuk benih dan sebagainya juga kita ambilnya dari provinsi tetangga. Kalau ini bisa kita kelola, turunannya akan sangat banyak sekali,” papar Ganjar.

Pernyataan Ganjar ini sejalan dengan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Tata Kelola dan Pemasaran Ekspor Produk Pertanian, Peternakan, Perikanan dan UMKM dari Komisi B.

Terkait dengan itu, Ganjar mengaku siap memfasilitasi sebagai bentuk dukungan kegiatan masyarakat di banyak sektor. Salah satunya dengan memberikan pendampingan dan pelatihan kepada petani, nelayan, peternak, hingga pelaku UMKM.

“Ada pendampingan pula untuk para pelakunya. Ya petaninya, nelayannya, peternaknya, UMKM-nya, jadi sudah inline lah dan dikuatkan dengan perda menurut saya itu sangat bagus,” ujar dia. (bay/ria)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/