alexametrics
24.9 C
Surakarta
Wednesday, 26 January 2022

Ganjar Ancam Demosi Pejabat Tinggi Pemprov Minim Kinerja: Harus Selalu Kenceng

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, aparatur sipil negara (ASN) penjabat harus siap didemosi jika kinerjanya tidak maksimal.

Hal itu ditegaskan Ganjar usai melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Jateng, Jumat (14/1). Menurut Ganjar, promosi jabatan merupakan hal biasa. Termasuk semua harus siap didemosi jika memang kinerjanya tidak bagus.

“Tadi kita sampaikan kepada mereka dan pada saat kami wawancara, kalau Anda nggak perform Anda tidak saya mutasi, demosi lho,” tegas Ganjar.

Hari ini, ada 13 pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik Ganjar. Tiga orang merupakan nama baru dari hasil promosi jabatan terbuka dan berasal dari daerah.

Mereka yakni Supriyanto yang menjabat kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng dari Kabupaten Pati. Kemudian, Bergas Catursasi dari Kabupaten Kudus yang kini menjabat kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng. Serta kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng dijabat oleh Uswatun Hasanah dari Wonogiri.

“Pesan saya kepada mereka, umpama yang pertanian lama kosong saya bilang gunakan segala cara pengetahuan kekuatan kewenangan otoritas semuanya, turunkan harga. Minyak, bawang, telur, daging dan kolaborasi di bawah asisten ekonomi dengan cara apa saja,” papar Ganjar.

Kepada kepala BPBD yang baru, Ganjar juga memerintahkan agar memperkuat kesiapan pasukan serta memastikan seluruh alat dengan baik di masa siaga ini. BPBD juga harus bisa berkolaborasi dengan OPD yang membidangi infrastruktur.

“Kita masih siaga terus sampai Februari. Saya minta semua untuk standby terus dan koordinasi dengan kelompok infrastruktur sehingga rakyat terlayani dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, kepada Kepala Disdikbud Jateng Uswatun Hasanah, Ganjar memberikan pekerjaan rumah (PR) terkait pungutan liar (pungli), ijazah, dan integritas di satuan pendidikan.

“Saya masih mendengar pungli, njelehi. Kemarin masih ada SPP sudah kita gratiskan SMA SMK SLB, tapi masih ada yang mungut, kasih peringatan,” kata Ganjar.

Selain itu, Ganjar juga menerima laporan adanya guru yang menyebarkan hoax terkait pemerintahan pada muridnya. Ada juga persoalan sekolah yang menahan ijazah siswa.

“Masih banyak orang harus nebus ijazah. Kalau ada yang terjadi di negeri dan itu ditahan lama, klarifikasi. Kalau banyak alasan kepala sekolahnya, dicopot,” tegas Ganjar.

Dia pun mengingatkan masih banyak PR yang mesti diselesaikan. Untuk itu, para pejabat pimpinan tinggi pratama diminta untuk langsung tancap gas dan bekerja.

“Saya sampaikan kita harus selalu kenceng,” ucap Ganjar.

Ditemui usai pelantikan, Kepala Disdikbud Provinsi Jateng Uswatun Hasanah menegaskan siap melakukan mandat yang diberikan Ganjar. Sejumlah PR juga akan disikapinya dengan cepat dan tegas.

“Apa yang disampaikan Pak Ganjar, memang butuh gerakan yang cepat dan dibutuhkan sikap yang tegas untuk mengantispasi tiga hal tersebut, adanya penyimpangan hal-hal yang tidak seharusnya atau tidak on the track,” kata Uswatun.

Dia menegaskan biaya pendidikan di satuan pendidikan di bawah Pemprov Jateng gratis. Uswatun pun siap mencopot oknum-oknum yang terbukti masih melakukan pungli.

“Soal ijazah akan segera ditindaklanjuti. Yang jelas, sudah ada instruksi untuk tidak menahan ijazah. Bahkan kalau perlu ya kepala sekolahnya dipecat,” tegasnya.

Selain tiga nama baru tersebut, Ganjar juga melantik 10 pejabat pimpinan tinggi pratama lainnya. Yakni Yulianto Prabowo yang sebelumnya kepala Dinas Kesehatan menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Suko Mardiono menjabat Asisten Administrasi Setda Prov Jateng, dan Budi Santoso dilantik sebagai kepala Satpol PP.

Kemudian, Arif Sambodo dilantik sebagai kepala Disperindag, Ema Rachmawati sebagai kadinkop UMKM. Kepala Dinas Ketahanan Pangan kini dijabat Dyah Lukisari, kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan dijabat oleh Agus Waryanto, dan Edy Supriyanta sebagai kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

Selain itu, Heri Dwi Purnomo dilantik menjadi wakil direktur RSUD dr Moewardi Solo dan dr Tri Kuncoro dilantik menjadi direktur RSJD Surakarta. (bay/ria)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, aparatur sipil negara (ASN) penjabat harus siap didemosi jika kinerjanya tidak maksimal.

Hal itu ditegaskan Ganjar usai melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Jateng, Jumat (14/1). Menurut Ganjar, promosi jabatan merupakan hal biasa. Termasuk semua harus siap didemosi jika memang kinerjanya tidak bagus.

“Tadi kita sampaikan kepada mereka dan pada saat kami wawancara, kalau Anda nggak perform Anda tidak saya mutasi, demosi lho,” tegas Ganjar.

Hari ini, ada 13 pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik Ganjar. Tiga orang merupakan nama baru dari hasil promosi jabatan terbuka dan berasal dari daerah.

Mereka yakni Supriyanto yang menjabat kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng dari Kabupaten Pati. Kemudian, Bergas Catursasi dari Kabupaten Kudus yang kini menjabat kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng. Serta kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng dijabat oleh Uswatun Hasanah dari Wonogiri.

“Pesan saya kepada mereka, umpama yang pertanian lama kosong saya bilang gunakan segala cara pengetahuan kekuatan kewenangan otoritas semuanya, turunkan harga. Minyak, bawang, telur, daging dan kolaborasi di bawah asisten ekonomi dengan cara apa saja,” papar Ganjar.

Kepada kepala BPBD yang baru, Ganjar juga memerintahkan agar memperkuat kesiapan pasukan serta memastikan seluruh alat dengan baik di masa siaga ini. BPBD juga harus bisa berkolaborasi dengan OPD yang membidangi infrastruktur.

“Kita masih siaga terus sampai Februari. Saya minta semua untuk standby terus dan koordinasi dengan kelompok infrastruktur sehingga rakyat terlayani dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, kepada Kepala Disdikbud Jateng Uswatun Hasanah, Ganjar memberikan pekerjaan rumah (PR) terkait pungutan liar (pungli), ijazah, dan integritas di satuan pendidikan.

“Saya masih mendengar pungli, njelehi. Kemarin masih ada SPP sudah kita gratiskan SMA SMK SLB, tapi masih ada yang mungut, kasih peringatan,” kata Ganjar.

Selain itu, Ganjar juga menerima laporan adanya guru yang menyebarkan hoax terkait pemerintahan pada muridnya. Ada juga persoalan sekolah yang menahan ijazah siswa.

“Masih banyak orang harus nebus ijazah. Kalau ada yang terjadi di negeri dan itu ditahan lama, klarifikasi. Kalau banyak alasan kepala sekolahnya, dicopot,” tegas Ganjar.

Dia pun mengingatkan masih banyak PR yang mesti diselesaikan. Untuk itu, para pejabat pimpinan tinggi pratama diminta untuk langsung tancap gas dan bekerja.

“Saya sampaikan kita harus selalu kenceng,” ucap Ganjar.

Ditemui usai pelantikan, Kepala Disdikbud Provinsi Jateng Uswatun Hasanah menegaskan siap melakukan mandat yang diberikan Ganjar. Sejumlah PR juga akan disikapinya dengan cepat dan tegas.

“Apa yang disampaikan Pak Ganjar, memang butuh gerakan yang cepat dan dibutuhkan sikap yang tegas untuk mengantispasi tiga hal tersebut, adanya penyimpangan hal-hal yang tidak seharusnya atau tidak on the track,” kata Uswatun.

Dia menegaskan biaya pendidikan di satuan pendidikan di bawah Pemprov Jateng gratis. Uswatun pun siap mencopot oknum-oknum yang terbukti masih melakukan pungli.

“Soal ijazah akan segera ditindaklanjuti. Yang jelas, sudah ada instruksi untuk tidak menahan ijazah. Bahkan kalau perlu ya kepala sekolahnya dipecat,” tegasnya.

Selain tiga nama baru tersebut, Ganjar juga melantik 10 pejabat pimpinan tinggi pratama lainnya. Yakni Yulianto Prabowo yang sebelumnya kepala Dinas Kesehatan menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Suko Mardiono menjabat Asisten Administrasi Setda Prov Jateng, dan Budi Santoso dilantik sebagai kepala Satpol PP.

Kemudian, Arif Sambodo dilantik sebagai kepala Disperindag, Ema Rachmawati sebagai kadinkop UMKM. Kepala Dinas Ketahanan Pangan kini dijabat Dyah Lukisari, kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan dijabat oleh Agus Waryanto, dan Edy Supriyanta sebagai kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

Selain itu, Heri Dwi Purnomo dilantik menjadi wakil direktur RSUD dr Moewardi Solo dan dr Tri Kuncoro dilantik menjadi direktur RSJD Surakarta. (bay/ria)

Populer

Berita Terbaru