alexametrics
24.1 C
Surakarta
Wednesday, 26 January 2022

Ganjar Ingatkan Daerah Soal Vaksin Kedaluwarsa: Jangan Telat Update ke Smile

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan kepada semua daerah agar jangan sampai terjadi lagi kasus stok vaksin yang kedaluwarsa. Ganjar pun telah berkomunikasi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) guna menyikapi jika ada vaksin kedaluwarsa.

Ganjar mengatakan, stok vaksin di daerah banyak yang kedaluwarsa pada Kamis (13/1). Dia pun langsung melakukan klarifikasi ke sejumlah daerah tersebut. Ternyata jumlah vaksin telah berkurang banyak sebelum jatuh tanggal kedaluwarsa. Sebab sebenarnya vaksin tersebut sudah disuntikkan.

“Kemarin sudah dilaporkan ke kita ada yang telat memasukkan ke aplikasi Smile. Jadi sebenarnya (vaksinnya) sudah habis, tapi memang ada yang belum habis. Maka kami minta per hari ini semua diklafirikasi, ini sudah habis bener atau hanya belum tercatat,” ujarnya.

Saat ini, untuk stok vaksin yang masih dan kedaluwarsa kemarin, semua sudah dikumpulkan. Ganjar pun telah berkoordinasi dengan BPOM terkait kelayakan vaksin tersebut.

“Vaksin sudah dikumpulkan, kita menanyakan ke BPOM. Apakah kalau tanggal kedaluwarsa pada tanggal itu betul-betul vaksin tidak bisa digunakan atau apakah masih ada jeda,” tutur Ganjar.

Jika BPOM menyebut vaksin itu masih bisa digunakan, maka kata Ganjar, akan digunakan untuk vaksinasi booster yang saat ini sudah dijalankan.

“Kalau masih ada jeda, kita manfaatkan. Toh sekarang ada kebijakan boosting, kita bisa boosting buat yang lain. Eman-eman kalau tidak digunakan,” ujarnya.

Di sisi lain, Ganjar juga kembali mengingatkan kepada daerah untuk selalu menginput data vaksin ke aplikasi Smile. Apalagi menurut catatannya, ada vaksin yang akan kedaluwarsa pada 15 dan 30 Januari.

“Kita sudah cek langsung ke sana agar semua menyiapkan betul untuk dikebut. (Dinkes) masih mendata. kemarin sudah ada informasi ke saya, saya minta klarifikasi. Kalau tidak, jangan-jangan ada problem input data,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data pada 13 Januari kemarin, sebanyak 4.350 vaksin di delapan daerah yang kedaluwarsa. Rinciannya di Brebes 120 dosis, Jepara 10 dosis, Klaten 20 dosis, Magelang 350 dosis, Pemalang 2.270 dosis, Purworejo 1.290, Tegal 40 dosis, dan Salatiga 250 dosis.

“Ini sudah ada yang konfirmasi. Misal yang Purworejo, fisiknya sudah selesai tapi update di Smile belum. Saya minta ditanyakan satu-satu. Jangan sampai banyak-banyak yang kedaluwarsa, jangan sampai puluhan ribu,” tegasnya.

Terkait vaksin booster, Ganjar mengatakan, saat ini baru Kota Semarang yang sudah melaksanakan. Fokus Pemprov Jateng saat ini adalah untuk lansia dan komorbid. Sejalan dengan itu, persiapan untuk vaksinasi booster untuk sasaran lain terus dilakukan. (bay/ria)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan kepada semua daerah agar jangan sampai terjadi lagi kasus stok vaksin yang kedaluwarsa. Ganjar pun telah berkomunikasi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) guna menyikapi jika ada vaksin kedaluwarsa.

Ganjar mengatakan, stok vaksin di daerah banyak yang kedaluwarsa pada Kamis (13/1). Dia pun langsung melakukan klarifikasi ke sejumlah daerah tersebut. Ternyata jumlah vaksin telah berkurang banyak sebelum jatuh tanggal kedaluwarsa. Sebab sebenarnya vaksin tersebut sudah disuntikkan.

“Kemarin sudah dilaporkan ke kita ada yang telat memasukkan ke aplikasi Smile. Jadi sebenarnya (vaksinnya) sudah habis, tapi memang ada yang belum habis. Maka kami minta per hari ini semua diklafirikasi, ini sudah habis bener atau hanya belum tercatat,” ujarnya.

Saat ini, untuk stok vaksin yang masih dan kedaluwarsa kemarin, semua sudah dikumpulkan. Ganjar pun telah berkoordinasi dengan BPOM terkait kelayakan vaksin tersebut.

“Vaksin sudah dikumpulkan, kita menanyakan ke BPOM. Apakah kalau tanggal kedaluwarsa pada tanggal itu betul-betul vaksin tidak bisa digunakan atau apakah masih ada jeda,” tutur Ganjar.

Jika BPOM menyebut vaksin itu masih bisa digunakan, maka kata Ganjar, akan digunakan untuk vaksinasi booster yang saat ini sudah dijalankan.

“Kalau masih ada jeda, kita manfaatkan. Toh sekarang ada kebijakan boosting, kita bisa boosting buat yang lain. Eman-eman kalau tidak digunakan,” ujarnya.

Di sisi lain, Ganjar juga kembali mengingatkan kepada daerah untuk selalu menginput data vaksin ke aplikasi Smile. Apalagi menurut catatannya, ada vaksin yang akan kedaluwarsa pada 15 dan 30 Januari.

“Kita sudah cek langsung ke sana agar semua menyiapkan betul untuk dikebut. (Dinkes) masih mendata. kemarin sudah ada informasi ke saya, saya minta klarifikasi. Kalau tidak, jangan-jangan ada problem input data,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data pada 13 Januari kemarin, sebanyak 4.350 vaksin di delapan daerah yang kedaluwarsa. Rinciannya di Brebes 120 dosis, Jepara 10 dosis, Klaten 20 dosis, Magelang 350 dosis, Pemalang 2.270 dosis, Purworejo 1.290, Tegal 40 dosis, dan Salatiga 250 dosis.

“Ini sudah ada yang konfirmasi. Misal yang Purworejo, fisiknya sudah selesai tapi update di Smile belum. Saya minta ditanyakan satu-satu. Jangan sampai banyak-banyak yang kedaluwarsa, jangan sampai puluhan ribu,” tegasnya.

Terkait vaksin booster, Ganjar mengatakan, saat ini baru Kota Semarang yang sudah melaksanakan. Fokus Pemprov Jateng saat ini adalah untuk lansia dan komorbid. Sejalan dengan itu, persiapan untuk vaksinasi booster untuk sasaran lain terus dilakukan. (bay/ria)

Populer

Berita Terbaru