alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Pengamat: Koalisi Golkar, PAN, PPP Tinggal Tentukan Capres-Cawapres

JAKARTA – Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari  menilai koalisi Indonesia Bersatu bentuk koalisi yang paling konkret dan nyata. Koalisi Partai Golkar, PAN dan PPP yang diumumkan pada Kamis (12/5) itu dianggap sebagai komposisi yang sempurna.

“Dalam koalisi ini ada Golkar partai nasionalis, lalu partai berbasis Islam tradisional PPP dan Islam modernis yakni PAN,” kata Qodari kepada media di Jakarta, Sabtu (14/5).

Qodari melihat, ini adalah koalisi yang paling nyata menuju 2024. Karena gabungan ketiga parpol sudah memenuhi syarat pencalonan Pilpres 2024 mendatang.

Kursi parlemen koalisi ketiga partai tersebut telah jauh melebihi ambang batas presidential threshold yang hanya 115 kursi.

“Ini saya kira sudah sangat sempurna. Pekerjaan rumah koalisi Indonesia Bersatu ini tinggal mencari figur calon presiden dan calon wakil presiden saja,” ucap Qodari.

Qodari bahkan mengakui, koalisi ini sebagai inisiatif awal yang sangat tepat. Apalagi jika berbicara peta politik menuju Pilpres 2024.

“Jika melihat Pilpres 2024, kita tidak lagi bicara soal popularitas individu, tetapi yang lebih penting adalah syarat pengajuan dari partai politik,” ungkap Qodari.

Dia menyebut, seorang tokoh atau figur yang memiliki popularitas setinggi apa pun tapi kalau tidak punya dukungan politik maka akan percuma saja.

“Jadi ini sudah sempurna koalisi yang mereka bentuk,” tambah Qodari.

Ketum Golkar Airlangga Hartarto, ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum PPP Suharso Monoarfa dalam konferensi pers juga sudah menegaskan koalisi Indonesia Bersatu  akan fokus mendukung kerja Presiden Joko Widodo sampai purnatugas. Qodari menilai hal tersebut juga sebagai keputusan strategis.

“Dari tiga ketum partai tersebut, dua di antaranya adalah pembantu presiden. Mereka menjalankan ini dalam konteks kepartaian. Ini tidak menjadi kendala, bahkan sebetulnya malah bisa membantu untuk lebih berkonsentrasi, karena PR besar koalisi itu sudah diselesaikan dari sekarang,” ucap Qodari.

“Kalau sudah keluar (koalisi) seperti ini, maka PR besarnya seperti kerja sama partai, juga sudah semestinya selesai pula dibicarakan,” tutup Qodari. (*/ria)

JAKARTA – Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari  menilai koalisi Indonesia Bersatu bentuk koalisi yang paling konkret dan nyata. Koalisi Partai Golkar, PAN dan PPP yang diumumkan pada Kamis (12/5) itu dianggap sebagai komposisi yang sempurna.

“Dalam koalisi ini ada Golkar partai nasionalis, lalu partai berbasis Islam tradisional PPP dan Islam modernis yakni PAN,” kata Qodari kepada media di Jakarta, Sabtu (14/5).

Qodari melihat, ini adalah koalisi yang paling nyata menuju 2024. Karena gabungan ketiga parpol sudah memenuhi syarat pencalonan Pilpres 2024 mendatang.

Kursi parlemen koalisi ketiga partai tersebut telah jauh melebihi ambang batas presidential threshold yang hanya 115 kursi.

“Ini saya kira sudah sangat sempurna. Pekerjaan rumah koalisi Indonesia Bersatu ini tinggal mencari figur calon presiden dan calon wakil presiden saja,” ucap Qodari.

Qodari bahkan mengakui, koalisi ini sebagai inisiatif awal yang sangat tepat. Apalagi jika berbicara peta politik menuju Pilpres 2024.

“Jika melihat Pilpres 2024, kita tidak lagi bicara soal popularitas individu, tetapi yang lebih penting adalah syarat pengajuan dari partai politik,” ungkap Qodari.

Dia menyebut, seorang tokoh atau figur yang memiliki popularitas setinggi apa pun tapi kalau tidak punya dukungan politik maka akan percuma saja.

“Jadi ini sudah sempurna koalisi yang mereka bentuk,” tambah Qodari.

Ketum Golkar Airlangga Hartarto, ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum PPP Suharso Monoarfa dalam konferensi pers juga sudah menegaskan koalisi Indonesia Bersatu  akan fokus mendukung kerja Presiden Joko Widodo sampai purnatugas. Qodari menilai hal tersebut juga sebagai keputusan strategis.

“Dari tiga ketum partai tersebut, dua di antaranya adalah pembantu presiden. Mereka menjalankan ini dalam konteks kepartaian. Ini tidak menjadi kendala, bahkan sebetulnya malah bisa membantu untuk lebih berkonsentrasi, karena PR besar koalisi itu sudah diselesaikan dari sekarang,” ucap Qodari.

“Kalau sudah keluar (koalisi) seperti ini, maka PR besarnya seperti kerja sama partai, juga sudah semestinya selesai pula dibicarakan,” tutup Qodari. (*/ria)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/